Doctor men
Ditulis oleh
MELIANTY IPARDJO
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Kesehatan Fisik

Ciri-Ciri dan Gejala Tipes yang Perlu Anda Waspadai Sejak Awal

Update terakhir: NOV 14, 2019 Tinjau pada NOV 14, 2019 Waktu baca: 7 menit
Telah dibaca 1.665.652 orang

Ciri-Ciri dan Gejala Tipes yang Perlu Anda Waspadai Sejak Awal

Penyakit tipes, atau dalam istilah kedokteran disebut typhoid fever atau demam tifoid, adalah infeksi bakteri pada saluran cerna yang dapat menyebar ke seluruh tubuh dan mempengaruhi banyak organ. Mengetahui gejala tipes sangatlah penting karena apabila lambat ditangani atau tanpa pengobatan, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius bahkan menyebabkan kematian.

Penyakit tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, jenis bakteri yang juga dapat menyebabkan keracunan makanan. Karena penyebabnya bakteri, maka demam tifoid dapat mudah menular dari satu orang ke orang lain. Orang yang terinfeksi bisa menularkan bakteri dari tubuh mereka melalui feses (tinja) dan urine.

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Domperidone IF digunakan untuk mengatasi rasa mual dan muntah akibat keterlambatan proses pengosongan lambung. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Domperidone if 10mg tab 1

Jika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi, maka mereka dapat tertular dan terinfeksi bakteri dan lambat laun muncul gejala tipes. 

Baca juga: Penyebab Tifus (Tipes) dan Cara Mencegahnya

Ciri-ciri dan gejala tipes biasanya mulai muncul sekitar 1-2 minggu setelah seseorang terinfeksi bakteri Salmonella typhi. Itulah kenapa penting bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri tipes sejak dini. Semakin cepat gejala tipes terdeteksi, maka semakin cepat pula pengobatan dilakukan dan mencegahnya semakin parah.

Ciri-ciri dan gejala tipes

Secara umum, berikut ciri-ciri dan gejala tipes yang mudah dikenali, di antaranya:

  • Demam yang makin lama makin tinggi hingga mencapai 39-40° C
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sakit perut
  • Tidak nafsu makan
  • Sembelit atau diare (Kecendrungannya, sembelit pada dewasa dan diare pada anak-anak)
  • Ruam berupa bintik-bintik kecil berwarna merah muda
  • Pegal-pegal
  • Lemas
  • Rasa kebingungan, seperti disorientasi tempat dan lingkungan

Dengan pengobatan yang tepat, gejala penyakit tipes ini biasanya akan membaik dalam waktu 3-5 hari ke depan. Namun jika tidak diobati, gejala tersebut biasanya dapat semakin memburuk dalam beberapa minggu dan berisiko memicu komplikasi yang mengancam jiwa.

Namun demikian, penyakit tipes sebetulnya juga bisa sembuh sendiri tanpa diobati. Hanya saja, waktu penyembuhannya dapat memakan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk sepenuhnya pulih. Bahkan gejala tipes dapat kembali kambuh sewaktu-waktu.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Gejala tipes minggu pertama

Dalam minggu pertama, seseorang akan mengalami gejala tipes berupa:

  • Demam, awalnya rendah lama-lama meningkat hingga mencapai 39,4-40° C
  • Sakit kepala
  • Kelemahan dan kelelahan
  • Batuk kering
  • Tidak nafsu makan
  • Sakit perut
  • Diare atau sembelit
  • Ruam

Gejala tipes minggu kedua

Jika gejala tipes tidak segera diobati, maka akan masuk gejala tahap kedua dengan kondisi yang semakin memburuk, seperti:

  • Demam tetap tinggi
  • Diare atau sembelit semakin parah
  • Perut kembung dan membesar
  • Pembesaran limpa (splenomegaly) ringan
  • Denyut nadi mulai melemah (bradikardia)

Gejala tipes minggu ketiga

Memasuki minggu ketiga, penderita dapat mengalami:

  • Demam semakin tinggi dan disertai penurunan berat badan berlebihan
  • Sering mengigau
  • Terlihat sangat lemah dengan mata sayu setengah tertutup
  • Infeksi mata
  • Nafas pendek atau ngos-ngosan
  • Perut semakin kembung
  • Beberapa orang mengalami diare yang berbau dan berwarna hijau kekuningan
  • Gangguan kesadaran seperti apatis atau kebingungan
  • Infeksi pada selaput pembungkus perut (peritonitis)

Risiko komplikasi yang mengancam jiwa sering muncul pada minggu ketiga ini. Oleh karena itu, bila Anda mengalami salah satu atau beberapa ciri-ciri tipes di atas, jangan tunda lagi untuk periksakan diri ke dokter.

Gejala tipes minggu keempat

Memasuki minggu ke-empat, gejala tipes mungkin saja membaik. Demam cenderung turun secara bertahap sampai suhu tubuh kembali normal dalam waktu 7-10 hari.

Akan tetapi, tanda-tanda dan gejala penyakit bisa kambuh kembali 2 minggu setelah demam mereda. Terlebih jika tanpa pengobatan, bakteri penyebab tipes dapat terus masuk ke dalam aliran darah dan memicu bakteremia. Lebih jauh lagi, bakteri tersebut dapat menginfeksi organ-organ penting dalam tubuh seperti jantung, otak, dan ginjal.

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Domperidone IF digunakan untuk mengatasi rasa mual dan muntah akibat keterlambatan proses pengosongan lambung. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Domperidone if 10mg tab 1

Sementara itu, gejala tipes pada anak bisa sedikit berbeda, sebagaimana dijelaskan dalam artikel berikut: 6 Gejala Tipes pada Anak & Obatnya

Ciri-Ciri dan Gejala Tipes
Infografis gejala tipes yang mudah dikenali

Pertanyaan umum seputar tipes

Kapan harus ke dokter?

Segera periksa ke dokter jika mengalami ciri-ciri dan gejala tipes seperti yang disebutkan di atas untuk memastikan penyebabnya. Dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang berupa:

  • Pemeriksaan darah lengkap (CBC). Biasanya akan menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih, namun bisa juga normal atau bahkan rendah.
  • Pemeriksaan kultur darah, tinja, atau sumsum tulang belakang selama minggu pertama demam. Hasilnya dapat menunjukkan adanya bakteri S. typhi dalam darah.

Ada beberapa pemeriksaan lain yang juga dapat membantu mendiagnosis tipes, antara lain:

  • Studi antibodi IgM/IgG anti S. typhi.
  • Kultur feses pada minggu kedua.
  • ELISA tes urine untuk mencari bakteri yang menyebabkan demam tifoid.

Apa bahaya tipes jika tak diobati?

Bahaya atau komplikasi yang paling serius dari demam tifoid adalah pendarahan usus karena bocor (perforasi) yang umumnya terjadi pada minggu ketiga. Perforasi usus terjadi saat usus mengalami peradangan hebat yang akhirnya pecah atau berlubang.

Ketika hal ini terjadi, isi dalam usus akan keluar dan memenuhi seluruh rongga perut. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala berupa sakit perut parah, mual, muntah, hingga infeksi yang menyebar ke aliran darah (sepsis). Komplikasi yang mengancam nyawa ini membutuhkan perawatan medis darurat berupa operasi.

Adapun komplikasi penyakit tipes lainnya yang mungkin terjadi meliputi:

  • Peradangan otot jantung (miokarditis)
  • Peradangan lapisan dan katup jantung (endokarditis)
  • Pneumonia (paru-paru basah)
  • Peradangan pankreas (pankreatitis)
  • Infeksi ginjal atau kandung kemih
  • Infeksi dan pembengkakan pada selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meningitis)
  • Masalah kejiwaan, seperti delirium, halusinasi dan psikosis paranoid

Apa saja pengobatan tipes dari dokter?

Sebelum hasil kultur keluar, dokter biasanya akan memberikan antibiotik sesuai peta kuman. Dokter mungkin juga akan meresepkan obat demam hingga obat mual sesuai dengan gejala yang Anda alami.

Jika Anda diresepkan antibiotik, maka antibiotik tersebut harus benar-benar dihabiskan. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa semua bakteri penyebab tipes benar-benar mati dan tidak tersisa dalam tubuh.

Jika Anda berhenti minum antibiotik sebelum waktunya, maka dikhawatirkan akan ada sisa-sisa bakteri tipes dalam tubuh. Bakteri tersebut bisa kebal terhadap obat (resisten) dan mengganas.

Lebih lanjut mengenai obat tipes, pelajari di sini:

Bagaimana cara mengobati tipes di rumah?

Selain menghabiskan antibiotik yang diberikan oleh dokter, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar Anda bisa cepat pulih dan gejalanya tidak semakin parah.

Berikut ini berbagai cara mengobati tipes di rumah, yaitu:

1. Istirahat yang cukup

Kurangi kegiatan-kegiatan yang membuat Anda lelah, seperti bekerja, olahraga, dan membereskan rumah. Istirahat yang cukup membuat tubuh Anda lebih kuat melawan bakteri.

2. Makan teratur

Makanlah dengan porsi yang sedikit tapi dalam waktu yang lebih sering dibandingkan biasanya. Ini bertujuan agar tubuh Anda tetap mendapatkan asupan makanan tetapi tidak memberikan rasa mual yang berlebihan. Pilih jenis makanan yang terksturnya lebih lembut seperti bubur atau sup.

3. Hindari makanan pedas dan asam

Selain makan yang teratur, hindari juga makanan yang bersifat asam dan pedas karena dapat menyebabkan gejala tipes semakin parah.

4. Hindari makanan yang tidak higienis atau jajanan pinggir jalan

Penderita tipes juga sangat disarankan untuk tidak jajan sembarangan terlebih dahulu. Makanan yang dikonsumsi harus dijaga kebersihannya agar gejala tipes tidak semakin parah.

5. Banyak minum air putih

Perbanyaklah minum air putih untuk menjaga asupan cairan dalam tubuh, khususnya bagi penderita tipes yang mengalami diare.

6. Rajin cuci tangan

Cucilah tangan sesering mungkin dengan sabun antiseptik, terutama sebelum makan dan minum, agar tangan tetap bersih dari bakteri yang dapat menginfeksi tubuh.

Bagaimana cara penularan tipes terjadi?

Penularan tipes terjadi melalui kontaminasi makan dan minuman yang membawa bakteri Salmonella typhi. Ketika seseorang yang terinfeksi tidak mencuci tangan dengan bersih sebelum mengolah atau menyentuh makanan, kemudian makanan tersebut dikonsumsi oleh orang lain, maka orang tersebut kemungkinan besar akan tertular penyakit tipes. 

Selain dari makanan, penggunaan kamar mandi yang telah terkontaminasi tipes juga dapat menularkan bakteri Salmonella typhi melalui tangan yang masuk ke mulut tanpa dicuci bersih terlebih dahulu.

Cara penularan tipes lainnya adalah melalui seks oral dengan seseorang yang terinfeksi bakteri Salmonella typhi.

Bagaimana cara mencegah tipes?

Anda tentu tidak ingin terkena penyaki tipes, baik untuk yang pertama kali atau tipes berulang (kambuhan). Berikut ini berbagai cara mencegah tipes:

  • Rajin mencuci tangan. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air mengalir secara rutin, terutama sebelum makan. Jika tidak ada air, Anda dapat mengunakan hand sanitizer yang banyak dijual di pasaran.
  • Hindari makanan yang belum dimasak. Jika Anda memang harus mengosumsi makanan mentah seperti lalapan, pastikan bahwa sayuran tersebut sudah dicuci bersih.
  • Konsumsi air minum dalam kemasan. Air minum yang tidak steril dapat dengan mudah terkontaminasi bakteri. Pastikan air yang Anda minum sudah melalui proses penyaringan yang tepat dan tidak dalam kemasan terbuka. 
  • Pilihlah makanan yang dipanaskan, bila Anda makan di luar.
  • Kurangi makan dipinggir jalan yang tidak terjaga kebersihannya.
  • Lengkapi jadwal vaksin.

Adakah vaksin untuk tipes?

Walaupun kurang populer, terdapat 2 jenis vaksin untuk tipes:

  • Melalui injeksi, biasa diberikan 1 minggu sebelum Anda mengunjungi atau melakukan aktivitas yang berisiko tinggi terhadap penularan bakteri penyebab tipes
  • Secara oral, berupa kapsul yang 1 x sehari selama 4 hari

Kedua jenis vaksin di atas tidak 100 persen efektif mencegah tipes, mengingat sifat vaksin yang dapat hilang secara berkala.

Referensi

NHS (2018). Typhoid Fever.

WHO International (2018). Typhoid.

Levy, S. B. (2002). Factors impacting on the problem of antibiotic resistance. Journal of Antimicrobial Chemotherapy. Volume 49, Issue 1Pp. 25-30. Diambil dari http://jac.oxfordjournals.org/content/49/1/25.full

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit