Doctor men
Ditulis oleh
MELIANTY IPARDJO
Doctor men
Ditinjau oleh
DR. SCIENTIA INUKIRANA
Kesehatan Fisik

Ciri-Ciri dan Gejala Penyakit Tipes Yang Mudah Dikenali

Update terakhir: Jul 3, 2019 Tinjau pada Jun 22, 2019 Waktu baca: 6 menit
Telah dibaca 1.117.381 orang

Ciri-Ciri dan Gejala Penyakit Tipes Yang Mudah Dikenali

Penyakit tipes atau dalam istilah kedokteran disebut typhoid fever atau demam tifoid merupakan infeksi bakteri pada saluran cerna yang dapat menyebar ke seluruh tubuh dan mempengaruhi banyak organ. Mengetahui gejala tipes sangatlah penting, karena apabila lambat ditangani atau tanpa pengobatan, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius bahkan kematian.

Penyakit tipes disebabkan oleh bakteri yang disebut Salmonella typhi, bakteri ini juga dapat menyebabkan keracunan makanan . Oleh Karena penyebabnya bakteri, maka Demam tifoid sangat menular. Orang yang terinfeksi bisa menularkan bakteri dari tubuh mereka melalui feses (tinja), dan melalui urin.

Jika orang lain makan makanan atau minum air yang telah terkontaminasi dengan sejumlah kecil feses atau urine yang terinfeksi, maka mereka dapat tertular atau terinfeksi oleh bakteri, lalu akan muncul gejala tipes. 

Baca juga: Penyebab Tifus (Tipes) dan Penularannya

Gejala penyakit tipes biasanya akan mulai muncul sekitar satu atau dua minggu setelah seseorang terinfeksi dengan bakteri Salmonella typhi. Oleh karena itu, akan lebih baik jika kita mengenal gejala tipes secara dini agar segera mendapatkan pengobatan yang tepat.

Secara garis besar, berikut ciri-ciri dan gejala penyakit tipes yang dimaksud:

  • Demam dimulai dengan rendah dan semakin lama semakin tinggi, bisa mencapai hingga 39-40° C
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sakit perut
  • Tidak nafsu makan
  • Sembelit atau diare (Kecendrungannya, sembelit pada dewasa dan diare pada anak-anak)
  • Ruam berupa bintik-bintik merah muda kecil
  • Pegal-pegal
  • Lemas
  • Rasa Kebingungan, seperti disorientasi tempat dan lingkungan

Dengan pengobatan yang tepat, gejala penyakit tipes ini akan cepat membaik dalam waktu tiga sampai lima hari. Namun jika tidak diobati, biasanya akan semakin memburuk selama beberapa minggu dan ada risiko komplikasi yang mengancam jiwa.

Namun demikian penyakit tipes dapat sembuh sendiri tanpa diobati, akan tetapi waktu penyembuhannya dapat memakan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk sepenuhnya pulih, dan gejala tipes dapat kembali kambuh. Penyakit ini memang dapat berkembang secara bertahap dari minggu ke minggu.

Gejala Tipes Minggu Pertama

  • Demam, awalnya rendah lama-lama meningkat hingga 103 atau 104 F (39,4 atau 40 C).
  • Sakit kepala.
  • Kelemahan dan kelelahan.
  • Batuk kering.
  • Tidak nafsu makan.
  • Sakit perut.
  • Diare atau sembelit.
  • Ruam.

Gejala Tipes Minggu Kedua

Jika tidak mendapat pengobatan untuk demam tifoid, maka dapat memasuk pada tahap kedua dengan kondisi yang semakin memburuk, seperti:

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

L-Bio merupakan obat yang digunakan untuk melindungi sistem pencernaan dan memperbaiki fungsi normal saluran pencernaan ketika mengalami kondisi diare, konstipasi dan penggunaan antibiotika jangka panjang pada bayi, anak-anak ataupun dewasa. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

  • Demam tinggi tetap tinggi.
  • Diare atau sembelit semakin parah.
  • Perut kembung membesar.
  • Pembesaran limpa (splenomegaly) ringan
  • Denyut nadi mulai melemah (bradikardia)

Gejala Tipes Minggu Ketiga

Pada minggu ketiga, dapat mengalami:

  • Mengigau.
  • Terlihat sangat lemah dengan mata sayu setengah tertutup.
  • Komplikasi yang mengancam jiwa sering muncul pada minggu ketiga ini.

Demam semakin tinggi dan disertai penurunan berat badan berlebihan. Konjunctiva mata mulai terinfeksi, nafas meningkat (takipneu) . Perut semakin kembung atau distensi dan beberapa orang mengalami diare yang berbau, berwarna hijau kekuningan. Gangguan kesadaran seperti apatis, kebingungan. Peritonitis atau infeksi pada selaput pembungkus perut dapat terjadi.

Gejala Tipes Minggu Keempat

Mungkin terjadi perbaikan secara perlahan selama minggu keempat ini.Namun tanpa pengobatan dapat berkembang menjadi lebih parah yang mengakibatkan penyebaran bakteri kedalam darah (bakteriemia). Penyebaran ini dapat menginfeksi organ penting seperti jantung, otak dan ginjal. Demam akan cenderung turun secara bertahap sampai suhu tubuh kembali normal dalam satu minggu sampai 10 hari. Tapi tanda-tanda dan gejala dapat kembali sampai dua minggu setelah demam mereda.

Gejala pada anak-anak bisa sedikit berbeda, sebagaimana dijelaskan dalam artikel berikut: 6 Gejala Tipes pada Anak & Obatnya

Pertanyaan umum seputar tipes

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa ke dokter jika mengalami gejala penyakit tipes seperti di atas untuk mendapatkan kepastian diagnosis dan pengobatan. Untuk memastikan, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, antara lain:

  • Hitung darah lengkap (CBC) akan menunjukkan peningkatan sel darah putih, namun bisa juga normal, atau bahkan rendah.
  • Kultur darah,tinja atau sumsum tulang belakang selama minggu pertama demam dapat menunjukkan adanya bakteri S. typhi dalam darah.

Tes-tes lain yang dapat membantu mendiagnosis typhoid fever antara lain:

  • Studi antibodi IgM/IgG anti S. typhi.
  • Kultur feses pada minggu kedua.
  • ELISA tes urine untuk mencari bakteri yang menyebabkan demam tifoid.

Pengobatan apa yang diperlukan untuk tipes?

Sebelum hasil kultur keluar, dokter akan memberikan antibiotik sesuai peta kuman. Ketika dokter sudah memastikan diagnosisnya dengan kultur, maka pengobatan akan dilakukan. Beberapa jenis obat seperti antibiotik, obat demam, obat mual dan lain-lain akan diresepkan sesuai kondisi penderita.

Khusus antibiotik harus dihabiskan, karena untuk menjamin bahwa semua bakteri penyebab tipes telah dilumpuhkan dan diusir dari tubuh. Jika Anda menghentikan sebelum waktunya, maka ada kemungkinan masih ada bakteri tersisa dan bakteri yang tersisa ini dapat berubah menjadi lebih ganas karena lebih kebal terhadap obat.

Lebih lanjut mengenai obat tipes, pelajari di sini:

  • Obat Sakit Tipes yang Bisa Dibeli di Apotek
  • 20 Obat Tipes Tradisional Paling Ampuh, 100% Alami

Pengobatan gejala tipes di rumah

Selain menghabiskan antibiotik yang diberikan oleh dokter demi mematikan bakteri dengan sempurna, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi penderita gejala tipes agar penyakit tidak menjadi lebih parah dan bisa lebih lekas pulih.

1. Istirahat yang cukup

Kurangi kegiatan-kegiatan yang membuat Anda lelah seperti bekerja, olahraga, dan membereskan rumah. Dengan istirahat yang cukup maka tubuh dapat melawan bakteri lebih efektif lagi.

2. Makan teratur

Makanlah dengan porsi yang sedikit tapi dalam waktu yang lebih sering dibandingkan biasanya. Ini bertujuan agar tubuh Anda tetap diberikan asupan makanan tetapi tidak memberikan rasa mual yang berlebihan. Tipe makanan yang dikonsumsi sebaiknya yang bertekstur lembut seperti bubur dan sup.

3. Hindari makanan pedas dan asam

Selain makan yang teratur, hindari juga makanan yang bersifat asam dan pedas karena dapat menyebabkan gejala tipes semakin parah.

4. Hindari makanan yang tidak higienis atau jajanan pinggir jalan

Bagi penderita gejala tipes juga sangat disarankan untuk tidak jajan sembarangan terlebih dahulu. Makanan yang dikonsumsi harus dijaga kebersihannya agar gejala tipes tidak semakin parah.

5. Banyak minum air putih

Agar cairan tubuh tetap terjaga, Anda disarankan banyak minum air putih terlebih bagi penderita gejala tipes yang mengalami diare.

6. Rajin cuci tangan

Cucilah tangan sesering mungkin dengan sabun antiseptik terutama sebelum makan dan minum agar tangan tetap bersih dari bakteri yang menginfeksi tubuh Anda.

Apa bahaya tipes jika tak diobati?

Bahaya atau komplikasi yang paling serius dari demam tifoid adalah pendarahan usus karena bocor (perforasi) - dapat terjadi pada minggu ketiga. Perforasi usus terjadi saat usus mengalami peradangan hebat yang akhirnya pecah (berlubang).

Jika hal ini terjadi, maka isi usus bocor ke rongga perut dan memicu tanda dan gejala, seperti sakit perut parah, mual, muntah dan infeksi menyebar ke aliran darah (sepsis). Komplikasi yang mengancam nyawa ini membutuhkan perawatan medis darurat berupa operasi.

Adapun komplikasi penyakit tipes lainnya yang mungkin terjadi meliputi:

  • Peradangan otot jantung (miokarditis).
  • Peradangan lapisan dan katup jantung (endocarditis).
  • Pneumonia (paru-paru basah).
  • Peradangan pankreas (pankreatitis).
  • Infeksi ginjal atau kandung kemih.
  • Infeksi dan pembengkakan pada selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meningitis).
  • Masalah kejiwaan, seperti delirium, halusinasi dan psikosis paranoid.

Apa saja metode penyebaran penyakit tipes?

Tipes dapat menyebar/menular melalui kontaminasi makan dan minuman yang membawa bakteri Salmonella typhi. Salah satu metode penularan ini adalah ketika seseorang yang terinfeksi tidak mencuci tangan dengan bersih sebelum mengolah / menyentuh makanan dan makanan tersebut dikonsumsi oleh orang lain.

Selain dari makanan, penggunaan kamar mandi yang terkontaminasi tipes juga dapat menularkan bakteri Salmonella typhi melalui tangan yang masuk ke mulut tanpa dicuci bersih terlebih dahulu.

Metode penularan lainnya adalah melalui oral seks dengan seseorang yang terinfeksi bakteri Salmonella typhi.

Bagaimana mencegah tipes?

  • Rajin mencuci tangan. Secara berkala cucilah tangan Anda dengan sabun dan air bersih terutama sebelum makan. Jika air tidak tersedia, Anda dapat mengunakan cairan pembersih tangan yang banyak dijual di pasaran.
  • Hindari makanan yang belum dimasak, jika Anda memang harus mengosumsi makanan mentah seperti lalapan, pastikan bahwa sayuran sudah dicuci bersih.
  • Pilih air minum dalam kemasan. Air minum yang tidak steril dapat dengan mudah terkontaminasi bakteri, pastikan air yang Anda minum sudah melalui proses penyaringan yang tepat dan tidak dalam kemasan terbuka. 
  • Pilihlah makanan yang panas bila Anda makan diluar
  • Kurangi makan dipinggir jalan yang tidak terjaga kebersihannya
  • Vaksinasi

Adakah vaksin untuk tipes?

Walaupun kurang populer, terdapat 2 jenis vaksin untuk tipes:

  • Melalui injeksi, biasa diberikan 1 minggu sebelum Anda mengunjungi atau melakukan aktifitas yang beresiko tinggi terhadapa bakteri penyebab tipes
  • Secara oral, kapsul diminum sehari sekali selama 4 hari

Kedua vaksin diatas tidak 100 persen efektif mengingat sifat vaksin yang hilang secara berkala.

 

Referensi

NHS (2018). Typhoid Fever.

WHO International (2018). Typhoid.

Levy, S. B. (2002). Factors impacting on the problem of antibiotic resistance. Journal of Antimicrobial Chemotherapy. Volume 49, Issue 1Pp. 25-30. Diambil dari http://jac.oxfordjournals.org/content/49/1/25.full

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit