Kebiasaan Sehat

Gejala dan Ciri-Ciri HIV AIDS Tahap Awal Sampai Lanjut

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Agu 4, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Gejala dan Ciri-Ciri HIV AIDS Tahap Awal Sampai Lanjut

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Orang yang terinfeksi HIV akan mengalami sejumlah gejala akut yang mirip dengan penyakit flu selama beberapa minggu, seperti demam, sakit kepala, hingga nyeri otot.
  • Munculnya ruam atau kemerahan tanpa reaksi alergi atau overdosis obat patut dicurigai sebagai gejala HIV. Ruam dapat berwarna merah, coklat, merah muda, atau bercak keunguan.
  • Badan yang terus menerus mengalami lelah dan tidak jelas penyebabnya bisa menjadi bagian ciri-ciri HIV. Ini pertanda bahwa HIV sudah melemahkan stamina tubuh.
  • Waspadai jika Anda mengalami diare selama lebih dari seminggu. Bila tak segera membaik setelah diberikan pengobatan, hal ini bisa menjadi gejala HIV AIDS.
  • Banyak penderita infeksi HIV AIDS mengalami gejala sering berkeringat di malam hari, meskipun pada saat itu udara tidak panas dan sedang tidak melakukan aktivitas fisik.
  • Penyakit HIV dapat ditularkan lewat hubungan seks. Lakukan pemeriksaan kesehatan STD (penyakit menular seksual) untuk memastikannya.

Virus HIV begitu sulit untuk diketahui pada tahap awal terjangkitnya. Pasalnya, gejala HIV cenderung samar-samar sehingga banyak yang mengabaikan penyakit ini. Padahal apabila dibiarkan begitu saja, HIV akan berubah menjadi AIDS dengan segala komplikasi berbahaya karena melemahnya sistem imun manusia. Lalu, bagaimana cara mengetahui ciri-ciri dan gejala HIV/AIDS? Berikut ulasann.

Tahapan munculnya gejala HIV dan AIDS

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Orang yang terinfeksi HIV akan mengalami sejumlah gejala akut yang mirip dengan penyakit flu selama beberapa minggu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan sebagainya.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Pada tahap ini, virus sedang memperbanyak diri tapi sistem imun belum terganggu seluruhnya. Setelah fase akut terlewati tahap selanjutnya adalah fase laten, di mana tubuh seolah-olah tidak merasakan sakit, padahal virus terus berkembang biak.

Ketika seseorang dengan HIV positif atau terinfeksi HIV, namun tidak segera diatasi dengan obat antivirus (obat HIV), maka dalam beberapa tahun kemudian sistem kekebalan tubuh menjadi semakin lemah. Bahkan tubuh penderitanya sudah tidak mampu lagi menangkal serangan penyakit misalnya berbagai jenis infeksi atau penyakit kanker.

Tahap berikutnya adalah munculnya gejala-gejala pelemahan sistem imun sehingga disebut sebagai AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Sederhananya, AIDS adalah sindrom (sekumpulan gejala) lemahnya sistem pertahanan tubuh yang didapat (bukan kelainan bawaan sejak lahir).

Baca Selengkapnya: Jangan Keliru! Ini Perbedaan HIV dan AIDS

Ciri-Ciri dan Gejala Utama HIV AIDS

Pada tahap awal perkembangannya, ciri-ciri HIV AIDS memang sulit dikenali alias tersamarkan. Namun, tidak ada salahnya untuk memperhatikan setiap gejala HIV AIDS berikut untuk kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium:

1. Demam Berulang

Demam adalah tubuh respon pertama tubuh dalam melawan setiap infeksi atau invasi benda asing. Jika seseorang terinfeksi HIV, pada tahap awal akan muncul demam kemudian disertai dengan gejala seperti flu selama 4 minggu pertama. Kondisi ini disebut dengan sindrom retroviral akut atau ARS, disebut juga infeksi HIV primer.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Demam adalah gejala HIV awal, terjadi karena bentuk respon alami tubuh terhadap masuknya virus. Peningkatan suhu tubuh akibat HIV dapat bervariasi, mulai dari sedang hingga tinggi sekitar 38-39° C. Biasanya demam akan disertai dengan kelelahan, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening dan kecenderungan mual.

Sementara demam berlanjut, virus bergerak jauh ke dalam aliran darah dan mulai mereplikasi (memperbanyak diri), mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan reaksi peradangan.

2. Ruam Kulit

Ketika muncul ruam atau kemerahan yang terjadi tanpa ada reaksi alergi atau overdosis obat, maka harus diwaspadai. Sebab, ini bisa saja menjadi salah satu ciri-ciri HIV.

Ruam ini dapat terjadi pada tahap awal penyakit atau tahap lanjut ketika sistem kekebalan tubuh menjadi lemah. Ruam dapat muncul berupa warna merah, coklat, merah muda, atau bercak keunguan. Jika ruam kulit terus bertahan meskipun sudah diobati, pertimbangkan untuk menjalani tes HIV.

3. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Tahukah Anda bahwa kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Karena itulah, organ ini seringkali dipengaruhi ketika tubuh mengalami inflamasi atau infeksi, tak terkecuali pada HIV.

Demam yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening memang menjadi indikasi dari setiap masalah kesehatan lainnya. Tetapi apabila pembengkakan kelenjar getah bening di leher, selangkangan, atau di ketiak tak kunjung pulih maka kita juga harus mewaspadai HIV.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

4. Kelelahan Kronis

Badan yang terus menerus mengalami lelah dan tidak jelas penyebabnya mengindikasikan adanya masalah pada tubuh, salah satunya gejala HIV. Infeksi HIV akan melemahkan sistem kekebalan tubuh yang berarti juga melemahkan stamina tubuh.

5. Nyeri Otot dan Sendi

Pembengkakan kelenjar getah bening bersama dengan sakit otot dan nyeri sendi adalah gejala HIV lain yang menonjol.

6. Sakit Kepala Ekstrim

Sakit kepala dengan demam dan nyeri sendi bisa menjadi gejala dari beberapa kondisi kesehatan lainnya tetapi juga umum terjadi pada infeksi HIV.

7. Diare

Waspadai jika Anda mengalami diare selama lebih dari seminggu. Jika ini terus terjadi bahkan setelah diberikan pengobatan, maka ini bisa menjadi salah satu kemungkinan gejala HIV.

8. Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan yang cepat bersama dengan diare bisa berarti bahwa virus tersebut telah benar-benar mengganggu sistem pertahanan tubuh. Kehilangan 10% berat badan bersama dengan diare dan mual merupakan kombinasi yang pas.

9. Pneumonia

Batuk, demam, penurunan berat badan, dan sesak nafas yang merupakan tanda-tanda pneumonia bisa menjadi indikasi infeksi HIV. Ingat, pneumonia adalah kejadian yang sangat umum bagi orang-orang yang terkena HIV.

10. Keringat Malam

Banyak orang yang terkena infeksi HIV AIDS mengalami gejala sering berkeringat di malam hari, meskipun pada saat itu udara tidak panas dan sedang tidak melakukan aktivitas fisik.

11. Infeksi Jamur

Ketika daya tahan tubuh melemah, maka tubuh mudah terserang infeksi, terutama infeksi jamur. Pada prinsipnya semua bagian tubuh dapat terserang. Jika jamur menyerang kuku, maka kuku akan kuning, berubah warna, menebal dan rapuh ini merupakan tanda infeksi sekunder setelah terinfeksi HIV.

Demikian pula sariawan di mulut karena infeksi jamur dapat menjadi indikasi yang sama.

12. Penurunan Daya Ingat atau Depresi

Penderita HIV umumnya akan mengalami penurunan daya ingat bahkan depresi. Hal ini biasanya terjadi pada penyakit HIV tahap lanjut, namun tetap saja harus diwaspadai secara dini.

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri dan Gejala HIV Pada Pria

Ciri-ciri HIV AIDS di atas bisa digunakan sebagai dugaan bahwa seseorang terkena HIV. Namun untuk memastikan hal ini, maka harus dilakukan pemeriksaan darah di laboratorium atas rujukan dari dokter.

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Zalla MJ, et al. (1992). Dermatologic manifestations of human immunodeficiency virus infection. DOI: (http://www.mayoclinicproceedings.org/article/S0025-6196(12)61126-4/fulltext)
Vanhems P, et al. (2000). Incubation time of acute human immunodeficiency virus (HIV) infection and duration of acute HIV infection are independent prognostic factors of progression to AIDS. DOI: (https://doi.org/10.1086/315687)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app