Seks dan Hubungan

Mitos dan Fakta Tentang HIV Yang Perlu Anda Ketahui

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Mar 13, 2020 Waktu baca: 3 menit
Mitos dan Fakta Tentang HIV Yang Perlu Anda Ketahui

Seiring berkembangnya HIV, masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan agar tidak tertular virus mematikan ini. Beberapa mitos muncul sehingga seringkali membuat kerancuan pada masyarakat tanpa ada fakta yang meluruskannya. 

Fakta untuk setiap mitos HIV

1. Terserang HIV berarti terkena AIDS

Mitos. HIV merupakan virus yang menghancurkan sel kekebalan tubuh CD4 yang membantu melawan penyakit. Dengan pengobatan yan tepat, Anda dapat memiliki HIV bertahun-tahun tanpa berkembang menjadi AIDS. AIDS didiagnosis ketika Anda memiliki HIV dan infeksi oportunistik tertentu, atau jumlah CD4 turun dibawah 200.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

2. Sulit terkena HIV dari kontak langsung

Fakta. Anda tidak dapat menangkap atau menyebar HIV hanya karena memeluk seseorang, menggunakan handuk yang sama, atau berbagi gelas yang sama, dari transfusi darah Namun, Anda dapat menyebarkan penyakit dari seks bebas tanpa kondom, berbagi jarum, atau membuat tato dari peralatan yang tidak steril 

3. Waktu hidup singkat

Mitos. Setiap orang memiliki pengalaman HIV yang berbeda. Beberapa orang dapat mengembangkan AIDS dalam beberapa bulan saja sebagai virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan ada pula yang memiliki harapan hidup yang normal. Pencegahan HIV menjadi AIDS dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan teratur dan mengikuti rekomendasi dokter

3. Anda tahu Anda terkena HIV berdasarkan gejalanya

Mitos. Sebagian orang tidak menunjukkan gejala HIV selama bertahun-tahun setelah terinfeksi. Namun banyak juga yang menunjukkan gejala dalam 10 hari hingga beberapa bulan setelah terinfeksi.

Gejala pertama tersebut serupa dengan gejala flu atau mononucleosis yang biasanya berupa demam, letih, dan radang tenggorokan. Gejala tersebut dapat hilang setelah beberapa minggu, dan Anda tidak akan memiliki gejala serupa dalam beberapa tahun ke depan. Cara terbaik untuk mendeteksi keberadaan HIV adalah dengan melakukan tes.

4. HIV dapat disembuhkan

Mitos. HIV tidak dapat disembuhkan tapi pengobatan dapat menjaga virus melemah dan membantu pengaturan sistem kekebalan tubuh. Beberapa obat mengganggu dengan adanya protein HIV yang perlu untuk menyalin dirinya, sedangkan yang lainnya menahan virus masuk atau memasukkan materi genetikke dalam sel-sel kekebalan tubuh. Dokter akan mempertimbangkan kesehatan umum, kesehatan sistem kekebalan,dan jumlah virus dalam tubuh untuk memutuskan kapan untuk memulai pengobatan.

5. Setiap orang dapat terkena HIV

Fakta. Sekitar 56 ribu orang di Amerika terkena HIV setiap tahunnya, dan 18 ribu orang dengan AIDS meninggal tiap tahun. Setiap orang dapat terkena HIV, baik itu pria, wanita, anak-anak, kaum homoseksual dan normal.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Pria yang berhubungan seks dengan pria membuat lebih dari setengah (53%) infeksi baru HIV setiap tahun. Wanita berjumlah 27% dan anak-anak 13%. Ras Afrika-Amerika membuat hampir setengah dari seluruh infeksi baru HIV setiap tahun.

6. Seks menjadi aman ketika kedua pasangan memiliki HIV

Mitos. Hanya karena Anda dan pasangan sama-sama memiliki HIV, bukan berarti Anda harus melupakan tentang perlindungan saat berhubungan badan. Menggunakan kondom atau penahan berbahan karet dapat melindung Anda dari berbagai penyakit seksual lainnya. Meskipun Anda telah mendapatkan pengobatan dan merasa lebih baik, Anda masih dapat menyebarkannya pada orang lain.

7. Anda juga dapat memiliki bayi dengan HIV-positif

Fakta. Ibu yang terinfeksi memang dapatmenularkan HIV kepada bayinya selama kehamilan atau persalinan. Namun, Anda dapat menurunkan risiko dengan bekerja sama dengan dokter dan mendapatkan perawatan yang tepat dan pengobatan. Wanita hamil dengan HIV dapat mengambil obat untuk mengobati infeksi dan untuk melindungi bayi mereka terhadap virus.

8. Anda tidak dapat menghindari HIV dan infeksi terkait lainnya

Mitos. Akibat sistem kekebalan tubuh yang lemah, orang dengan HIV dapatrentan terhadap infeksi seperti pneumonia, pneumosistis, tuberkulosis, kandidiasis, cytomegalovirus, dan toksoplasmosis. Cara terbaik untuk mengurangi risiko tersebut adalah dengan mengonsumsi obat HIV.

Beberapa infeksi dapat dicegah dengan obat-obatan. Anda dapat mengurangi eksposur Anda ke beberapa kuman dengan menghindari daging yang kurang matang, kotak sampah,dan air yang mungkin terkontaminasi.

9. Tanpa asuransi, Anda tidak dapat memperoleh obat

Mitos. Ada program-program pemerintah, kelompok nirlaba, dan beberapa perusahaan farmasi yang dapat membantu menutupi biaya HIV/obat AIDS. Lakukan konsultasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) HIV/AIDS untuk memudahkan Anda mengatur financial obat tersebut.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Myths about HIV and AIDS: Transmission and misconceptions. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/323832.php)
What It’s Like to Live With HIV and AIDS: Myths and Facts. WebMD. (https://www.webmd.com/hiv-aids/ss/slideshow-hiv-myths-facts)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app