Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI
Kebiasaan Sehat

Cara Minum Obat Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 7 menit
Telah dibaca 1.000.449 orang

Cara Minum Obat Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan

Cara Minum Obat Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan - Penyakit memang tak pandang waktu artinya penyakit dapat menyerang kita kapan saja, termasuk ketika kita sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadhan. Adakalanya penyakit yang kita alami itu merupakan penyakit berat sehingga sampai-sampai tidak bisa menjalankan ibadah puasa, namun adakalanya penyakit tersebut ringan atau tidak  begitu berat sehingga kita masih bisa berpuasa sambil minum obat.

Apa, puasa sambil minum obat?? batal dong puasanya?? bukan, maksud saya siangnya tetap berpuasa tapi ketika buka dan sahur minum obat. lalu bagaimana cara minum obat ketika berpuasa di bulan ramadhan??

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Istock 943974286

ilustrasi minum obat

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut terlebih dahulu mari kita pelajari tentang farmakologi terkhusus yang membahas tentang sifat-sifat obat dan durasi kerjanya. marilah kita memulai dengan apa yang kita lihat dalam kehidupan sehari hari, biasanya kita jumpai obat dari resep dokter itu tertulis 1x1 hari, 2x1hari, 3x1hari tercantum juga keterangan diminum sebelum makan atau diminum setelah makan.

Mengenai frekuensi berapa kali obat itu diminum dalam sehari hal itu tergantung dari jenis dan sifat obat, dimana tujuannya agar kadar obat dalam tubuh (bioavailabilitas) berada pada taraf optimal yang memilik efek terapi. untuk obat obatan yang mudah di metabolisme dan mudah terbuang dari tubuh salah satunya melalui air seni maka frekuensi minum obat dalam sehari akan lebih sering. Begitu pula sebaliknya, untuk obat obatan yang lama dimetabolisme dan lama berada di dalam tubuh maka frekuensi minumnya akan lebih jarang.

Dengan demikian, pada obat yang sama dengan jumlah yang sama akan memiliki durasi kerja yang sama pula, sehingga jarak minum obatnya juga harus sama, sebagai contoh : untuk obat yang diminum 1x1 maka diminum per 24 jam, untuk obat yang diminum 2x1 maka diminum per 12 jam, untuk obat yang diminum 3x1 maka diminum per 8 jam, dan seterusnya.

Untuk obat-obatan yang diminum sebelum makan atau sesudah makan, hal tersebut didasarkan pada sifat dan efek obat terkait. Diminum sebelum makan karena akan terganggu penyerapannya jika diminum bersama dengan makanan, selain itu juga karena agar efeknya maksimal pada lambung. Oleh karena itu minum obat sebelum makan diartikan diminum saat lambung dalam keadaan kosong, yakni setengah sampai 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.

Adapun Obat yang diminum setelah makan biasanya memiliki efek iritatif pada saluran cerna terutama lambung atau untuk obat-obatan yang tidak terganggu bahkan penyerapannya akan lebih baik ketika bercampur dengan makanan. Jadi, setelah makan artinya tetpat setelah makan ketika perut atau lambung sedang terisi makanan.

Nah, setelah kita memahami sifat obat tersebut, Lalu bagaimana cara minum obat ketika sedang berpuasa di bulan ramadhan, berikut caranya:

Cara minum obat 1 kali sehari sebelum makan: Minumlah obat tersebut ketika berbuka atau sahur, yakni setelah minum pembuka puasa atau setengah jam sebelum makan berat atau bisa juga setengah jam sebelum sahur, yang terpenting waktunya sama setiap harinya (per 24 jam).

Cara minum obat 1 kali sehari setelah makan: Boleh diminum setelah berbuka puasa atau saat sahur, yang terpenting waktunya sama setiap harinya (per 24 jam).

Cara minum obat 2 kali sehari setelah makan: Boleh diminum setelah makan berbuka puasa dan setelah makan sahur.

Cara minum obat 2 kali sehari sebelum makan: Minumlah obat tersebut ketika berbuka puasa dan sahur, yakni setelah minum pembuka puasa atau setengah jam sebelum makan berat dan obat berikutnya diminum setengah jam sebelum sahur.

Cara minum obat 3 kali sehari: Jika obat tersebut bersifat simptomatis yakni untuk menghilangkan gejala seperti sakit kepala, demam, atau nyeri maka Minumlah obat tersebut 2 kali saja yakni setelah makan berbuka puasa, dan setelah makan sahur. Namun, jika obat tersebut bersifat kausatif seperti antibiotik, sebaiknya anda minta kepada dokter agar diganti dengan antibiotik yang dapat diminum 2 kali sehari.

Obat-obatan Khusus

Obat diabetes atau kencing manis. Obat kencing manis harus diminum setiap hari, tak terkecuali saat berpuasa. Biasanya pasien diresepkan obat yang diminum saat sarapann pagi contoh glibenklamid, pada saat berpuasa minumlah glibenklamid atau yang sejenisnya saat berbuka puasa.

Hindari penggunaan obat-obat antidiabetes pada saat makan sahur agar tidak terjadi keadaan hipoglikemia pada saat berpuasa di siang harinya.

Obat Darah Tinggi Sama halnya dengan Obat kencing manis, obat darah tinggi juga harus diminum setiap hari, tak terkecuali saat berpuasa. Jika dokter meresepkan 1 kali sehari disarankan agar obat diminum saat makan sahur agar dapat mengontrol tekanan darah selama beraktivitas di siang hari. Hal ini didasarkan pada penelitian yang menunjukkan bahwa tekanan darah mencapai angka paling tinggi pada pukul 09 – 11 pagi dan paling rendah pada malam hari setelah tidur. Jadi obat darah tinggi jangan diminum setelah berbuka puasa atau sebelum tidur.

Obat Maag Jika obat yang diresepkan sekali sehari, misalnya omeprazol atau lansoprazol, sebaiknya diminum pada malam hari sebelum tidur. Sedangkan obat maag yang diminum dua kali sehari, seperti ranitidin atau famotidin, maka hendaknya diminum saat malam hari sebelum tidur dan pada waktu makan sahur. Hal ini disebabkan asam lambung mencapai kadar paling tinggi pada saat dini hari, sehingga sebaiknya diminum malam hari untuk mencegah kenaikan asam lambung berlebihan.

Obat penurun kolesterol Sebaiknya minumlah Obat penurun kolesterol pada pukul 7-9 malam, mengingat metabolisme kolesterol paling giat pada malam hari.

Perlu diperhatikan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda  untuk obat-obatan tertentu yang mungkin belum tercakup dalam tulisan di atas.

Sekian  Cara Minum Obat Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan, semoga ibadah puasa Anda berbuah taqwa.

 

 

EDITING

 

Cara Minum Obat Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan - Penyakit memang tak pandang waktu dan dapat menyerang kita kapan saja, termasuk ketika kita sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadhan. Adakalanya penyakit yang kita alami itu merupakan penyakit berat sehingga sampai-sampai tidak bisa menjalankan ibadah puasa, namun adakalanya penyakit tersebut ringan atau tidak  begitu berat sehingga kita masih bisa berpuasa sambil minum obat.

 

Apa, puasa sambil minum obat?? batal dong puasanya??

Bukan, maksud saya siangnya tetap berpuasa tapi ketika buka dan sahur minum obat.

 

Lalu bagaimana cara minum obat ketika berpuasa di bulan ramadhan??

 

Ilustrasi minum obat

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut terlebih dahulu mari kita pelajari tentang farmakologi terkhusus yang membahas tentang sifat-sifat obat dan durasi kerjanya. Marilah kita memulai dengan apa yang kita lihat dalam kehidupan sehari hari, biasanya kita jumpai obat dari resep dokter itu tertulis 1x1 hari, 2x1 hari, 3x1 hari tercantum juga keterangan diminum sebelum makan atau diminum setelah makan.

Mengenai frekuensi berapa kali obat itu diminum dalam sehari hal itu tergantung dari jenis dan sifat obat, dimana tujuannya agar kadar obat yang berada dalam aliran darah (bioavailabilitas) berada pada taraf optimal yang memilik efek terapi. Untuk obat-obatan yang mudah di metabolisme dan mudah terbuang dari tubuh salah satunya melalui air seni maka frekuensi minum obat dalam sehari akan lebih sering. Begitu pula sebaliknya, untuk obat-obatan yang lama dimetabolisme dan lama berada di dalam tubuh maka frekuensi minumnya akan lebih jarang.

Dengan demikian, pada obat yang sama dengan jumlah yang sama akan memiliki durasi kerja yang sama pula, sehingga jarak minum obatnya juga harus sama, sebagai contoh : untuk obat yang diminum 1x1 maka diminum per 24 jam, untuk obat yang diminum 2x1 maka diminum per 12 jam, untuk obat yang diminum 3x1 maka diminum per 8 jam, dan seterusnya.

Untuk obat-obatan yang diminum sebelum makan atau sesudah makan, hal tersebut didasarkan pada sifat dan efek obat terkait. Diminum sebelum makan karena akan terganggu penyerapannya jika diminum bersama dengan makanan, selain itu juga agar efeknya maksimal pada lambung (misalnya obat untuk lambung sering diminum setelah makan dengan tujuan agar asam lambung tidak diproduksi berlebihan sehingga mengurangi gejala mual). Oleh karena itu minum obat sebelum makan diartikan diminum saat lambung dalam keadaan kosong, yakni 30-60 menit sebelum makan atau 2-3 jam setelah makan.

Adapun Obat yang diminum setelah makan biasanya memiliki efek iritatif pada saluran cerna terutama lambung atau untuk obat-obatan yang tidak terganggu bahkan penyerapannya akan lebih baik ketika bercampur dengan makanan. Jadi, setelah makan artinya tepat setelah makan ketika perut atau lambung sedang terisi makanan.

 

Nah, setelah kita memahami sifat obat tersebut, Lalu bagaimana cara minum obat ketika sedang berpuasa di bulan ramadhan, berikut caranya:

 

Cara minum obat 1 kali sehari sebelum makan:

Minumlah obat tersebut ketika berbuka atau sahur, yakni setelah minum pembuka puasa atau setengah jam sebelum makan berat atau bisa juga setengah jam sebelum sahur, yang terpenting waktunya sama setiap harinya (per 24 jam).

 

Cara minum obat 1 kali sehari setelah makan:

Boleh diminum setelah berbuka puasa atau saat sahur, yang terpenting waktunya sama setiap harinya (per 24 jam).

 

Cara minum obat 2 kali sehari setelah makan:

Boleh diminum setelah makan berbuka puasa dan setelah makan sahur.

 

Cara minum obat 2 kali sehari sebelum makan:

Minumlah obat tersebut ketika berbuka puasa dan sahur, yakni setelah minum pembuka puasa atau setengah jam sebelum makan berat dan obat berikutnya diminum setengah jam sebelum sahur / makan makanan berat.

 

Cara minum obat 3 kali sehari:

Jika obat tersebut bersifat simptomatis yakni untuk menghilangkan gejala seperti sakit kepala, demam, atau nyeri maka Minumlah obat tersebut 2 kali saja yakni setelah makan berbuka puasa, dan setelah makan sahur. Namun, jika obat tersebut bersifat kausatif seperti antibiotik, sebaiknya anda minta kepada dokter agar diganti dengan antibiotik yang dapat diminum 2 kali sehari.

 

Obat-obatan Khusus

 

Obat diabetes atau kencing manis. Obat kencing manis harus diminum setiap hari, tak terkecuali saat berpuasa. Biasanya pasien diresepkan obat yang diminum saat sarapan pagi contoh glibenklamid, pada saat berpuasa minumlah glibenklamid atau yang sejenisnya saat berbuka puasa.

Hindari konsumsi obat-obat antidiabetes pada saat makan sahur agar tidak terjadi keadaan hipoglikemia pada saat berpuasa di siang harinya.

 

Obat Darah Tinggi

Sama halnya dengan obat kencing manis, obat darah tinggi juga harus diminum setiap hari, tak terkecuali saat berpuasa. Jika dokter meresepkan 1 kali sehari disarankan agar obat diminum saat makan sahur agar dapat mengontrol tekanan darah selama beraktivitas di siang hari. Hal ini didasarkan pada penelitian yang menunjukkan bahwa tekanan darah mencapai angka paling tinggi pada pukul 09 – 11 pagi dan paling rendah pada malam hari setelah tidur. Jadi obat darah tinggi jangan diminum setelah berbuka puasa atau sebelum tidur.

 

Obat Maag

Jika obat yang diresepkan sekali sehari, misalnya omeprazol atau lansoprazol, sebaiknya diminum pada malam hari sebelum tidur. Sedangkan obat maag yang diminum dua kali sehari, seperti ranitidin atau famotidin, maka hendaknya diminum saat malam hari sebelum tidur dan pada waktu makan sahur. Hal ini disebabkan asam lambung mencapai kadar paling tinggi pada saat dini hari (pukul 02.00-04.00), sehingga sebaiknya diminum malam hari untuk mencegah kenaikan asam lambung berlebihan.

 

Obat penurun kolesterol

Sebaiknya minumlah Obat penurun kolesterol pada pukul 7-9 malam, mengingat metabolisme kolesterol paling giat pada malam hari.

 

Perlu diperhatikan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda  untuk obat-obatan tertentu yang mungkin belum tercakup dalam tulisan di atas.

 

Sekian  Cara Minum Obat Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan, semoga ibadah puasa Anda berbuah taqwa.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit