Cefepime - Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Mar 1, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 574.156 orang

Cefepime merupakan antibiotik golongan sefalosporin (beta laktam) generasi keempat yang bermanfaat untuk mengobati penyakit infeksi. Jumlah gram negatif yang ada pada cefepime sebanding dengan ceftazidime namun untuk jumlah gram positif yang lebih baik sebanding dengan ceftriaxone. 

Cefepime termasuk zwitterion dan dengan cepat menembus sel-sel gram negatif dan merupakan beta laktam terbaik untuk administrasi intramuscular. Cefepim memiliki kapasitas yang kurang baik dalam menyebrangi sawar darah otak dan dengan demikian tidak digunakan untuk pengobatan meningitis. 

Bentuk sediaan cefepime adalah larutan infus 1 gram/ 50 mL; 2 gram/ 100 mL dan injeksi kering 1 gram; 2 gram. 

Organisme yang dapat diatasi oleh Cefepime adalah Bacteroides spp, Enterobacter spp, Escherichia coli, Haemophilus influenza, Klebsiella spp, Proteus mirabilis, Pseudomonas spp, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus pyogenes.

Cara kerja dari obat Cefepime

Cefepime sebagai antibiotik beta laktam bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat ke salah satu atau lebih pada PBPs (Penicillin Binding Proteins) yang nantinya akan menghambat proses transpeptidasi akhir pada sintesis peptidoglikan di dinding sel bakteri

Sehingga menghambat biosintesis dinding sel. Akhirnya bakteri akan lisis (pecah) karena terganggunya proses perakitan pada dinding sel bakteri tersebut.

Manfaat dan efek samping dari Cefepime

Cefepime dapat digunakan untuk mengobati pneumonia, febrile neutropenia, infeksi saluran kemih, infeksi kulit, dan infeksi intraabdominal

Pneumonia adalah infeksi atau peradangan pada salah satu atau kedua paru-paru di bagian kantung udara (alveolus), sehingga menyebabkan sesak nafas, batuk berdahak, demam, mengigil, dan kesulitan bernapas. 

Febrile neutropenia merupakah salah satu efek samping dari kemoterapi yang disebabkan supresi hematopoiesis (pembentukan sel darah) yang menyebabkan neutropenia dari pasien dimana temperatur pasien berada di atas 38.5oC pada sekali pengukuran suhu oral atau suhu 38oC dalam jangka waktu lebih dari 1 jam.

Infeksi saluran kemih terjadi dikarenakan masuknya bakteri ke dalam saluran kemih. Infeksi kulit umumnya disebabkan bakteri, virus, dan jamur dimana gejala yang dirasakan dapat beragam, seperti bintik-bintik berair, nyeri otot, nyeri kepala, dan demam. 

Infeksi intraabdominal adalah infeksi bakteri yang terjadi di abdomen, jenis penyakit infeksi intraabdominal ini dapat bermacam-macam, seperti apendisitis (usus buntu), tukak lambung, tukak duodenum, dan lain-lain. 

Efek samping yang dapat terjadi ketika menggunakan cefepime adalah ruam, peningkatan alanine aminotransferase, diare, eritema di tempat suntikan, mual, muntah, demam, sakit kepala, nyeri, pruritus, dan syok anafilaksis. 

Syof anafilaksis merupakan reaksi alergi yang berpotensi mengancam jiwa, gejala umum dari syof anafilaksis adalah kulit gatal, pilek, mulut dan tenggorokan gatal, batuk, kram atau diare, dan muntah. 

Syof anafilaksis juga memiliki beberapa gejala serius. Seperti napas tersumbat atau sesak napas, sesak di dada atau sesak dada, tekanan darah rendah, denyut lemah dan cepat, pusing sampai pingsan. Syok anafilaksis berpotensi berbahaya karena dapat memburuk sangat cepat pada pasien.

Dosis dari Cefepime

Cefepime untuk pneumonia diberikan 1-2 gram secara intravena tiap 8-12 jam dapat digunakan 7-10 hari (jika pneumonia tidak disebabkan oleh pseudomonas) atau digunakan sampai 21 hari (jika pneumonia disebabkan oleh pseudomonas).

Dosis cefepime yang digunakan untuk Febrile Neutropenia sebagai terapi empiris yaitu 2 gram secara intravena untuk 7 hari atau hingga gejala neutropenia menghilang.

Infeksi saluran kemih, termasuk pyelonephritis dapat diobati oleh cefepime dengan memberikan cefepime sebanyak 0.5-1 gram secara intravena atau intramuscular tiap 12 jam untuk penggunaan 7-10 hari. 

Apabila infeksi saluran kemih disebabkan oleh Escherichia coli atau Klebsiella pneumoniae, cefepime diberikan dalam dosis yang lebih tinggi yaitu 2 gram secara intravena pemeberiannya tiap 12 jam atau 2 kali sehari hingga 10 hari.

Untuk infeksi kulit, cefepime dapat digunakan secara intravena sebanyak 2 gram tiap 12 jam untuk penggunaan hingga 10 hari.

Cefepime yang digunakan untuk mengobati infeksi intrabdominal diberikan kombinasi dengan metronidazole, dosis cefepime 2 gram secara intravena tiap 12 jam untuk 7-10 hari.

Penyimpanan obat Cefepime

Injeksi cefepime disimpan pada suhu 20-25oC terlindung dari cahaya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit