Apendisitis - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 395.773 orang

Peradangan Usus Buntu atau yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Usus Buntu, dalam istilah medis dikenal dengan sebutan Apendisitis.

Apendisitis merupakan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan segera dan berbahaya untuk ditunda. Jadi, penting untuk mengetahui gejalanya dan bagaimana perbedaannya dengan sakit perut lainnya, sehingga Anda bisa segera mendapatkan perawatan medis jika orang terdekat Anda mengalaminya.

Gejala pertama Radang Usus Buntu biasanya adalah demam ringan dan nyeri pada perut pada ulu ati, seperti sakit maag, kemudian rasa sakit tersebut perlahan pindah ke daerah perut bagiangt;kanan bawah.Disertai Mual muntah dan kehilangan nafsu makan.  

Bagaimana Apendisitis bisa terjadi?

Apendisitis adalah peradangan pada apendiks atau yang disebut Usus Buntu. Apendiks adalah organ kecil sebesar 1 ruas jari yang menempel pada usus besar di sisi kanan bawah perut. Bagian dalam usus buntu membentuk cul-de-sac yang biasanya menyambung ke usus besar.

Bila usus buntu tersumbat, usus buntu akan meradang dan bakteri bisa tumbuh di dalamnya. Penyumbatan bisa disebabkan oleh tinja yang mengeras (disebut fecolith),gt;pembengkakan kelenjar getah bening di usus, atau bahkan infeksi parasit.

Jika usus buntu yang terinfeksi tidak diangkat, usus buntu bisa pecah dan konten di dalamnya bisa menyebar. Infeksi dari usus buntu yang pecah bisa sangat serius karena bisa menyebar ke seluruh perut (jenis infeksi ini disebut peritonitis) dan bisa berdampak kematian.

Apendisitis biasanya menyerang anak-anak dan remaja berusia antara 10 dan 20 tahun, apendisitis jarang terjadi pada bayi. Apendisitis adalah penyakit paling umum yang menyebabkan operasi perut darurat pada anak-anak. Apendisitis tidak menular.

Bagaimana membedakan Usus Buntu dengan penyakit perut lainnya?

Terkadang Usus Buntu sering disalah artikan dan dikira sebagai penyakit perut lainnya, begitu juga sebaiknya. Jika Anda  mengalami ketidaknyamanan pada perut seperti perut kembung dan nyeri, juga disertai demam.

Anda dapat menggunakan obat sakit perut yang dijual diwarung untuk pertolongan pertama (obat-obatan OTC) dan melihat apakah gejala Anda menghilang setelah mengkonsumsi obat-obatan.

Pilihan OTC yang populer meliputi: omeprazol (Prilosec) lansoprazole (Prevacid) ranitidine (Zantac). Jika gejala Anda bertahan lebih dari satu hari atau menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan yang tak tertahankan, segera konsultasikan dengan dokter Anda.  

Bagaimanakah gejala yang khas pada Apendisitis?

Nyeri perut pada bagian ulu ati kemudian bergerak ke bagian kanan bawah perut (mungkin datang dan pergi dan kemudian menjadi konsisten dan tajam)

  • Demam ringan
  • Kehilangan selera makan
  • Mual dan muntah
  • Diare (dengan lendir)
  • Perut kembung

Tidak ada cara untuk mencegah radang Usus Buntu, namun dengan tes diagnostik dan antibiotik yang tepat, kebanyakan kasus dapat diidentifikasi dan ditangani tanpa komplikasi.

Jika Apendisitis tidak diobati, Apendis yang meradang dapat pecah setelah 24 sampai 72 jam setelah gejala dimulai. Jika Usus Buntu yang terinfeksi pecah, rasa sakit dapat menyebar ke seluruh perut dan akan muncul demam yang sangat tinggi, mencapai 104 ° F (40 ° C).

Gejala radang Usus Buntu dapat bervariasi menurut usia anak. Pada anak-anak berusia 2 tahun atau lebih muda, gejala yang paling umum adalah muntah dan perut kembung disertai rasa sakit.

Jika Anda menduga anak Anda menderita radang usus buntu, segera hubungi dokter Anda dan jangan berikan obat sakit perut kepada anak untuk menilai apakah anak Anda menderita usus buntu atau tidak, karena penundaan pengobatan apendisitis pada anak dapat berakibat fatal. 

Mendeteksi Appendicitis di rumah

Seperti yang dibahas diatas, kadang kita merasa bingung dalam menentukan apakah seseorang menderita Apendisitis atau tidak. Tentu dokter dapat mendiagnosa dengan mudah, hanya menggunakan USG, maka dapat dipastikan seseorang mengalami apendisitis atau tidak.

Namun sebagai orang tua ada baiknya kita dapat melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan apakah ada peradangan yang terjadi pada Apendiks atau tidak. Berikut adalah beberapa jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan di rumah:

1. Pemeriksaan Tanda obturator
Pasien ditidurkan dengan polisi terlentang, kemudian angkat kaki kanan dengan tungkai dan paha membentuk 90 derajat, kemudian dorong lutut kanan ke arah perut, jika seseorang merasa nyeri pada perut bagian bawah, maka dapat disimpulkan bahwa ia mengalami peradangan pada daerah apendiks.

2. Pemeriksaan Tanda Rovsing
Pasien ditidurkan dengan posisi miring ke kiri, tangan kiri berada dibawah,menumpu badan. Kemudian kaki kanan dan kaki kiri dalam posisi lurus, kemudian kaki kanan ditarik ke belakang. Sama halnya dengan pemeriksaan tanda obturator, rasa sakit adalah interpretasi dari meradangnya usus buntu.  

3. Pemeriksaan tanda Psoas
Pasien ditidurkan dengan posisi terlentang, kemudian perut sebelah kiri bawah ditekan dengan gerakan mendorong isi perut sebelah kiri bawah ke arah perut kanan bawah. Sama halnya dengan kedua pemeriksaan sebelumnya, rasa sakit adalah interpretasi dari meradangnya usus buntu.  

Pengobatan Usus Buntu

Usus buntu bisa ditangani hanya dengan pemberian antibiotic, dengan syarat, tingkat peradangan usus buntu belum terlalu parah. Untuk tikat peradangan yang parah apalagi usus buntu yang sudah pecah, pilihan pengobatan satu-satunya adalah dengan dilakukan Appendectomy.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit