Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI
Pengobatan

Pneumonia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Aug 21, 2019 Tinjau pada Des 30, 2018 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 774.066 orang

Pneumonia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Di masyarakat, pneumonia lebih dikenal dengan sebutan paru-paru basah. Pneumonia adalah istilah medis yang menggambarkan suatu penyakit paru-paru yang bisa tergolong ringan hingga serius dan mengancam nyawa. Penyakit pneumonia dikatakan serius jika terjadi pada bayi dan anak-anak, orang tua di atas usia 65 tahun, dan orang-orang sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Apa itu pneumonia?

Pneumonia adalah infeksi atau peradangan pada salah satu atau kedua paru-paru, lebih tepatnya peradangan itu terjadi pada kantung udara (alveolus, jamak: alveoli). Infeksi tersebut disebabkan oleh berbagai organisme, termasuk bakteri, virus, dan jamur yang menyerang organ paru-paru.

Pada kasus pneumonia, kantung udara akan terisi cairan atau nanah sehingga menyebabkan sesak nafas, batuk berdahak, demam, menggigil, dan kesulitan bernapas. Kondisi ini dapat dialami siapa saja, termasuk bayi, anak-anak, orang dewasa, hingga lansia.

Mengenai pneumonia

Penyebab pneumonia

Ada banyak kemungkinan penyebab pneumonia, yang paling sering adalah karena infeksi bakteri, virus, dan jamur dari udara yang kita hirup. Klasifikasi pneumonia didasarkan pada jenis kuman penyebab dan dari mana seseorang mendapatkannya. 

Berikut penyebab pneumonia beserta klasifikasinya:

1. Community-acquired pneumonia

Pneumonia komunitas adalah jenis pneumonia yang terbanyak yang didapat dari masyarakat. Bisa terjadi di luar rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Jenis pneumonia ini disebabkan oleh:

  • Virus, termasuk beberapa jenis virus yang juga menyebabkan pilek dan flu. Virus adalah penyebab pneumonia yang paling sering terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Viral pneumonia biasanya tergolong ringan. Akan tetapi, radang paru-paru yang disebabkan oleh virus influenza tertentu dapat memicu sindrom pernafasan akut (SARS) dan menjadi sangat serius.
  • Bakteri, seperti Streptococcus pneumoniae dapat terjadi dengan sendirinya (secara langsung) atau setelah mengalami flu atau batuk pilek sebagai komplikasinya. Bakteri lain, seperti Mycoplasma pneumoniae, biasanya menimbulkan gejala pneumonia yang lebih ringan dibanding jenis lainnya.
  • Jamur, biasanya ditemukan di tanah dan kotoran burung. Jenis pneumonia ini paling sering dialami oleh orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti HIV-AIDS dan pada orang yang telah menghirup organisme penyebab dalam jumlah yang besar.

2. Hospital-acquired pneumonia

Pneumonia yang didapat di rumah sakit adalah infeksi bakteri yang terjadi pada orang yang selama 48 jam atau lebih dirawat di rumah sakit karena penyakit lainnya. Jenis pneumonia ini bisa lebih serius karena biasanya bakteri penyebab penyakit lebih resisten (kebal) terhadap antibiotik.

3. Health care-acquired pneumonia

Pneumonia jenis ini umumnya didapatkan dari fasilitas kesehatan jangka panjang. Bisa juga dialami oleh orang-orang yang dirawat di klinik rawat jalan, termasuk pusat-pusat dialisis ginjal atau rumah sakit pneumonia.

4. Pneumonia aspirasi

Pneumonia aspirasi terjadi ketika seseorang menghirup bakteri dari makanan, minuman, muntahan, atau air liur yang kemudian masuk ke dalam paru-paru.

Gejala pneumonia

Tanda-tanda dan gejala pneumonia bervariasi mulai dari yang ringan hingga yang berat, tergantung beberapa faktor seperti jenis kuman penyebab, usia penderita, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Tanda-tanda dan gejala pneumonia yang ringan sering kali mirip dengan flu atau pilek biasa (common cold), di antaranya sakit demam, batuk, dan pilek. Namun, gejala tersebut cenderung bertahan lama dan tak kunjung sembuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Istock 943974286

Ciri-ciri dan gejala pneumonia antara lain:

  • Demam, berkeringat, dan menggigil
  • Suhu tubuh lebih rendah dari normal pada orang di atas usia 65 tahun, dan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Batuk berdahak tebal dan kentel (lengket)
  • Nyeri dada saat bernapas dalam atau ketika batuk
  • Sesak napas (nafas cepat)
  • Kelelahan dan nyeri otot
  • Mual, muntah, atau diare
  • Sakit kepala

Pencegahan Pneumonia

Kabar baiknya, ada banyak hal yang dapat membantu mencegah pneumonia. Utamanya adalah dengan pemberian vaksin untuk membunuh bakteri penyebab pneumonia dan juga vaksin influenza. Vaksin ini terutama diberikan untuk orang-orang berisiko tinggi seperti penderita diabetes, asma, dan masalah kesehatan lainnya yang parah atau kronis.

Pemberian vaksinasi akan lebih efektif bila diberikan pada anak sejak usia di bawah 2 tahun. Namun tak perlu khawatir, beberapa jenis vaksin lainnya juga tersedia untuk anak usia 2-5 tahun.

Penerapan pola hidup sehat juga penting dilakukan untuk mencegah pneumonia, yaitu dengan cara:

  • Menjaga kebersihan dengan rajin cuci tangan
  • Tidak merokok
  • Istirahat cukup
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh.

Pengobatan pneumonia

Pengobatan pneumonia tergantung pada jenis dan penyebab pneumonia serta tingkat keparahannya. Hal inilah yang menentukan apakah pasien hanya perlu rawat jalan atau butuh rawat inap di rumah sakit atau klinik.

Berikut berbagai cara mengobati pneumonia sesuai penyebabnya, antara lain:

1. Mengobati pneumonia karena infeksi bakteri

Bila disebabkan oleh bakteri, pengobatan pneumonia dilakukan dengan pemberian antibotik. Namun, antibiotik hanya didapatkan dengan resep dokter dan harus dihabiskan. 

Jika antibiotik berhenti diminum sebelum pengobatan selesai, hal ini dapat meningkatkan risiko kekambuhan pneumonia di masa mendatang. Sedangkan jika pasien mengikuti aturan minum obat antibiotik, pebanyakan pasien akan membaik setelah 1-3 hari pengobatan.

2. Mengobati pneumonia yang disebabkan infeksi virus

Apabila disebabkan oleh infeksi virus, maka antibiotik tidak lagi ampuh meredakan gejala. Pneumonia karena infeksi virus hanya bisa diatasi dengan obat antivirus dari dokter. Gejala pneumonia biasanya membaik dalam waktu 1-3 minggu.

Referensi

WHO. (2019). Pneumonia.

Mayo Clinic. (2018). Pneumonia.

American Lung Association. Pneumonia.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit