Kesehatan Anak

Bintik Merah Pada Wajah Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Sep 18, 2019 Update terakhir: Agu 5, 2020 Tinjau pada Okt 10, 2019 Waktu baca: 4 menit
Bintik Merah Pada Wajah Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ruam atau bintik merah pada wajah bayi adalah masalah kulit yang sebetulnya biasa terjadi. Kabar baiknya, ini bukanlah kondisi serius dan bisa hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Di sisi lain, wajar saja orangtua jadi khawatir si kecil akan merasa gatal dan tidak nyaman karena bintik tersebut. Lantas, apa penyebab bintik merah di wajah bayi dan bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab bintik merah pada wajah bayi

Kulit bayi yang sensitif rentan mengalami iritasi, terutama pada bayi baru lahir. Ini merupakan pertanda bahwa kulit bayi sedang beradaptasi dengan benda asing atau lingkungan baru di sekitarnya.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Baca Selengkapnya: Perawatan Kulit Sensitif Pada Bayi

Timbulnya bintik merah pada wajah bayi cukup umum terjadi, bahkan pada bayi baru lahir. Ada beberapa kemungkinan penyebabnya, antara lain:

1. Eksim

Eksim adalah kondisi yang menyebabkan kulit jadi kasar, iritasi, dan meradang. Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak, biasanya muncul antara usia 6 bulan sampai 5 tahun. 

Pada bayi usia kurang dari 6 bulan, eksim lebih sering muncul di pipi, dagu, dahi, hingga kulit kepala. Ciri-ciri eksim pada bayi meliputi ruam atau bintik merah, kering, dan kadang terasa gatal.

Sedangkan pada bayi usia 6-12 bulan, eksim lebih sering muncul di siku dan lutut. Sebab pada usia tersebut, bayi sudah mulai aktif belajar merangkak sehingga siku dan lutut lebih sering bergesekan dengan lantai dan rentan mengembangkan eksim.

Cara mengatasi bintik merah pada wajah bayi karena eksim

Penyebab eksim pada bayi bisa bermacam-macam, bisa karena panas, keringat, kulit kering, alergi sabun atau deterjen, alergen, hingga bahan pakaian. Oleh karena itu, orangtua perlu menghindari penyebab eksim supaya kulit bayi tetap sehat dan terjaga.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Anda juga dapat menoleskan salep atau krim pelembap pada wajah bayi yang terkena eksim 2 kali sehari. Ada baiknya konsultasikan ke dokter anak untuk mendapatkan resep krim pelembap yang sesuai dengan jenis kulit bayi Anda.

2. Jerawat bayi

Siapa bilang hanya remaja dan orang dewasa saja yang bisa mengalami jerawat? Kulit wajah bayi ternyata juga bisa jerawatan, lho!

Ciri-ciri jerawat pada bayi mirip seperti pada orang dewasa, yaitu munculnya bintik merah di wajah, seringnya pada saat bayi berusia 2-4 minggu. Bintik jerawat pada bayi umumnya tumbuh di area pipi dan hidung, tapi juga bisa menyebar ke dahi, dagu, leher, dada, punggung, hingga kulit kepala.

Cara mengatasi bintik merah pada wajah bayi karena jerawat bayi

Jerawat pada bayi bukanlah masalah serius. Tidak seperti pada orang dewasa, jerawat ini tidak akan menyebabkan jaringan parut dan bisa sembuh sendiri dalam beberapa minggu atau bulan.

Ada beberapa hal lain yang perlu orangtua perhatikan, antara lain:

  • Usap wajah bayi dengan air bersuhu suam-suam kuku
  • Hindari menggosok atau memencet jerawat bayi
  • Hindari produk kulit bayi yang cenderung berminyak
  • Konsultasikan lebih lanjut ke dokter mengenai cara paling tepat untuk mengatasi jerawat bayi
bintik merah pada wajah bayi

3. Dermatitis seboroik

Bintik merah pada wajah bayi juga bisa disebabkan oleh dermatitis seboroik. Biasanya terjadi pada bayi usia 0-12 bulan.

Iklan dari HonestDocs
Standard Facial 1 Kali Di Reface Clinic

Sudah termasuk cuci wajah, peeling, ekstrak komedo, dan masker.

Standard facial 1x di reface clinic

Masalah kulit yang juga disebut cradle cap ini lebih sering muncul di kulit kepala, tapi juga bisa terjadi di pipi, khususnya sekitar mata dan hidung. Ciri-ciri dermatitis seboroik pada bayi antara lain:

  • Bintik merah yang meradang
  • Kulit berminyak atau kering
  • Tertutup sisik berwarna putih, kuning, atau berwarna gelap
  • Jarang menyebabkan gatal

Baca Selengkapnya: Perbedaan Ketombe dan Dermatitis Seboroik yang Perlu Anda Tahu

Cara mengatasi bintik merah pada wajah bayi karena dermatitis seboroik

Secara umum, kerak di kepala bayi atau dermatitis seboroik bisa hilang dengan sendirinya. Bahkan tidak memerlukan perawatan apa pun selama bayi merasa nyaman dan tidak terganggu.

Bila bayi mulai menunjukkan gelagat tidak nyaman karena merasa gatal, Anda bisa mengoleskan pelembab atau minyak bayi untuk membantu meringankan gatalnya.

Jika terdapat ruam bersisik di kepala bayi, oleskan petroleum jelly di kulit kepala 1 jam sebelum menggunakan sampo khusus bayi. Hal ini dapat membantu melunakkan dan menghilangkan sisik secara perlahan.

4. Milia

Sekitar 40-50% bayi baru lahir memiliki milia di wajahnya. Milia adalah bintik berwarna putih atau kekuningan yang ukurannya mirip jerawat kecil, yaitu sebesar 1-3 mm.

Milia terjadi akibat adanya sumbatan pada pori-pori kulit wajah bayi, biasanya muncul di sekitar hidung. Bintik-bintik ini juga bisa muncul di sisi kanan dan kiri wajah dalam jumlah yang sama, atau di sekitar mulut.

Cara mengatasi bintik merah pada wajah bayi karena milia

Milia pada bayi bisa hilang sendiri dalam beberapa minggu, setelah pori-pori kulit terbuka. Jadi, bayi tidak memerlukan perawatan khusus untuk menghilangkan milia di wajahnya.

Hindari menggunakan krim atau salep pada kulit bayi. Alih-alih menghilangkan, hal tersebut justru dapat memperparah penyumbatan pori-pori dan menambah jumlah milia di wajah bayi.

Kapan harus ke dokter?

Kebanyakan bintik merah pada wajah bayi tidaklah berbahaya. Namun pada beberapa kasus, ruam tersebut juga bisa menjadi tanda infeksi atau menandakan masalah kesehatan lain yang perlu diwaspadai.

Oleh karena itu, segera bawa si kecil ke dokter jika ruam semakin parah atau bayi mengalami:

Baca Juga: Bintik Merah Pada Kulit Bayi Setelah Demam

28 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Understanding your child’s eczema. (n.d.). (https://nationaleczema.org/eczema/children/)
Skin care for your baby. (2007). (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2528704/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app