Milia - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 816.928 orang

Dikenal juga dengan sebutan jerawat bayi sebab sering muncul pada seorang bayi yang baru saja lahir, milia merupakan suatu jenis penyakit kulit yang juga disebut dengan nama kista milium. 

Kebanyakan kasus dari masalah kulit ini tidak lah membutuhkan perawatan khusus karena tidak begitu berbahaya. Namun, jika hal ini mengakibatkan ketidaknyamanan, disarankan untuk dilakukan pengobatan.

Apa Saja Gejala Milia?

Secara umum, bentuk dari masalah kulit ini sama halnya seperti jerawat, yakni berupa sebuah benjolan dengan ukuran yang kecil sekitar 1-2 milimeter. Benjolan tersebut umumnya memiliki warna putih dan terlihat seperti warna mutiara.

Gejala dari penyakit kulit ini biasanya hadir di daerah mata, kelopak mata, dahi, hidung, dada dan pipi. Jika hanya ada satu jerawat atau benjolan saja maka akan digunakan istlah milium untuk menyebutnya.

Bisa dibilang tidak ada gejala tertentu yang timbul karena penyakit kulit yang satu ini selain hadirnya benjolan-benjolan kecil tadi. Spesial untuk milium dengan jenis eruptif biasanya benjolan tersebut akan berkembang secara cepat selama beberapa minggu.

Apa Saja Penyebab Milia?

Milia disebabkan dari terjebaknya keratin yang merupakan jenis protein yang terperangkap dalam kelenjar pilosebasea dalam kulit. 

Selain itu, adanya gangguan kelenjar pilosebasea juga bisa menjadi penyebab lain munculnya penyakit kulit pada bayi ini. Contohnya adalah saat terjadi luka bakar.

Apa Saja Jenis-Jenis Milia?

Penyakit kulit ini ternyata juga memiliki beberapa jenis yang dibedakan sesuai dengan tempat munculnya penyakit tersebut. Berikut ini adalah beberapa jenis milium tersebut.

  • Neonatal
  • Primary
  • Secondary
  • Milia en plaque
  • Multiple eruptive milia

Jenis yang satu ini merujuk pada milium yang muncul di area kulit kepala, pipi dan hidung. Jenis yang satu ini tergolong sebagai kondisi yang umum dan biasanya dianggap umum untuk muncul pada bayi yang baru lahir.

Untuk jenis yang satu ini bisa muncul pada anak-anak atau bahkan dewasa. Umumnya kondisi ini muncul di area sekitar kelamin, dahi dan kelopak mata

Biasanya kondisi ini bisa menghilang seiring berjalannya waktu yaitu dalam waktu beberapa hinggu atau bulan.

Kemudian, ada juga milium yang hadir karena adanya kerusakan lapisan kulit. Contohnya karena adanya luka bakar. Selain luka bakar, pemakaian krim kulit dengan kandungan kortikosteroid juga bisa memicu terjadinya milium jenis ini.

Selanjutnya, ada juga jenis milium yang keluar pada plak kulit. Dalam hal ini, jenis ini muncul seperti bercak kulit melebihi satu sentimeter yang menonjol karena terjadinya peradangan. Kasus ini termasuk kasus langka dan umumnya muncul di area kelopak mata.

Sama halnya dengan yang keluar dari plak di kulit, jenis yang satu ini juga cukup langka dan umumnya hadir di area waja, tubuh bagian atas maupun lengan atas. Jenis ini hadir secara bergerombol dan biasanya muncul selama beberapa minggu hingga bulan.

Bagaimana Cara Mengobati Milia?

Sebenarnya masalah kulit yang satu ini bisa hilang secara alami dalam waktu beberapa minggu atau pun bulan dan umumnya tidak berbahaya untuk mereka yang menderitanya. Dan secara umum, tidak ada perawatan khusus, meskipun pada kasus secondary milia bisa terjadi secara permanen.

Biasanya untuk menghilangkan masalah kulit ini dapat dilakukan dengan jarum dalam rangka mengeluarkan isi dari benjolan tersebut. 

Akan tetapi, cara ini tentu tidak dianjurkan jika kita melakukannya sendiri karena hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada kulit, infeksi atau pun luka yang malah akan memperparah keadaan.

Cara mengatasi milia yang sudah terinfeksi dan menyebar luas serta menetap, biasanya seorang dokter spesialis kulit akan menganjurkan penggunaan terapi laser untuk mengatasi hal tersebut. 

Selain penggunaan laser, bisa juga dijalankan dermabrasi atau pengikisan lapisan kulit yang teratas, krioterapi atau peeling.

Dalam hal penggunaan metode dermabrasi ini, bisa digunakan nitrogen cair untuk dengan harapan bisa membekukan serta menghancurkan milia tersebut. 

Sementara itu, untuk mengatasi kasus milium in plaque, bisa dilakukan dengan penggunaan isotretinoin yang bisa dioleskan di kulit. 

Terakhir, sangat disarankan untuk mengunjungi dokter untuk menangani milia yang tak kunjung sembuh dan mengganggu.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit