Bukan Cuma Nyeri, Ini 3 Bahaya Tertusuk Jarum Suntik Tak Steril

Dipublish tanggal: Jun 20, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 2, 2019 Waktu baca: 3 menit
Bukan Cuma Nyeri, Ini 3 Bahaya Tertusuk Jarum Suntik Tak Steril

Tertusuk jarum pentul atau peniti saja sudah bikin Anda meringis kesakitan. Apalagi kalau Anda terkena jarum suntik dan lebih parahnya lagi jarum tersebut tidak steril.

Ya, baru-baru ini beredar kabar seorang mahasiswi asal Indonesia yang mengaku tiba-tiba ditusuk jarum oleh wanita tak dikenal. Tidak diketahui jarum apa yang menancap pada kulitnya, namun yang pasti mahasiswi tersebut sontak kaget dan berteriak kesakitan.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Hal ini tentu perlu menjadi perhatian masyarakat, sebab kita tidak tahu apakah jarum tersebut steril atau tidak. Bukan hanya menimbulkan rasa sakit pada bagian tubuh yang terkena, tertusuk jarum suntik tak steril ternyata dapat menularkan penyakit. Apa saja?

Bahaya jarum suntik tak steril bagi kesehatan

Dalam kondisi apa pun, baik pada saat dirawat atau sekadar ambil darah, setiap orang harus menggunakan jarum suntik yang berbeda. Pasalnya, jarum suntik merupakan media paling mudah untuk menularkan penyakit dari satu orang ke orang lain.

Penyakit yang dapat ditularkan dari jarum suntik tak steril adalah:

1. Hepatitis B

Hepatitis B adalah salah satu penyakit yang paling mungkin disebabkan oleh jarum suntik tak steril. Hepatitis B merupakan infeksi liver akibat virus yang menyebar melalui darah dan cairan tubuh.

Orang yang terkena hepatitis B sering kali tidak mengalami gejala apa pun. Tanda dan gejala hepatitis B di antaranya:

Bila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, terutama 1-3 bulan setelah terkena jarum suntik, segera periksakan diri ke dokter. Hal ini dikhawatirkan menjadi tanda infeksi akibat penggunaan jarum suntik tidak steril.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Baca Selengkapnya: Apakah Penyakit Hepatitis B Bisa Sembuh Total?

2. Hepatitis C

Selain hepatitis B, infeksi jarum suntik tidak steril juga bisa meningkatkan risiko hepatitis C. Jenis hepatitis ini cenderung lebih parah dan berbahaya karena tidak bisa dicegah dengan vaksin maupun obat-obatan.

Seseorang dapat terkena infeksi hepatitis C jika bersentuhan dengan darah orang yang terinfeksi. Meskipun tidak bersentuhan secara langsung, infeksi ini juga bisa menular akibat penggunaan jarum suntik tidak steril.

Hepatitis C biasanya tidak menimbulkan gejala sampai organ hati mengalami kerusakan yang cukup parah. Ketika gejala hepatitis C mulai muncul, biasanya mirip dengan penyakit lain sehingga sering kali terlewatkan.

Tanda dan gejala hepatitis C meliputi:

  • Gejala flu, seperti nyeri otot dan demam.
  • Merasa lelah sepanjang hari.
  • Penurunan nafsu makan
  • Sakit perut

Selain dari penggunaan jarum suntik tak steril, virus hepatitis C juga bisa menular lewat pemakaian pisau cukur atau sikat gigi bersamaan. Itulah sebabnya mengapa Anda sebaiknya tidak menggunakan pisau cukur atau sikat gigi berbarengan dengan orang lain.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk dan Flu via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 9

Jika Anda mencurigai gejala-gejala tersebut dalam diri Anda, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan penyebabnya.

Baca Juga: Gejala Hepatitis A, B, dan C Serta Penularannya

3. HIV

Penyakit Human Immunodeficiency Virus alias HIV merupakan bahaya penggunaan jarum suntik tidak steril yang harus diwaspadai. HIV adalah virus yang dapat merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh Anda, sehingga tubuh tidak mampu melawan infeksi maupun penyakit.

Cara penularan HIV yang paling mudah adalah melalui hubungan seks vaginal maupun anal tanpa pengaman (kondom). Selain itu, HIV juga sangat mudah menyebar lewat darah akibat berbagi jarum suntik, jarum alat tato, tindik, jarum suntik narkoba, hingga cairan ASI dari ibu ke bayi.

Virus HIV yang masuk ke tubuh biasanya tidak menyebabkan gejala apa pun selama bertahun-tahun. Padahal, virus tersebut sebenarnya sudah tinggal di dalam tubuh dan perlahan merusak sistem kekebalan tubuh Anda. Itulah sebabnya, banyak penderita HIV yang tidak tahu bahwa dirinya sudah terinfeksi.

Jika tidak segera ditangani, ketiga penyakit tersebut bisa sebabkan kematian. Oleh karena itu, selalu pastikan jarum suntik yang digunakan dalam kondisi steril untuk mencegah penularan penyakit. Jangan ragu periksa ke dokter bila Anda mengalami gejala-gejala yang mencurigakan.

Baca Selengkapnya: Seperti Inilah Gejala Awal HIV 3 Bulan Pertama

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What infections can used needles or sharps pass on?. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/common-health-questions/infections/what-infections-can-used-needles-or-sharps-pass-on/)
Stucki, Cyril & Sautter, Anna-Maria & Favet, Jocelyne & Bonnabry, Pascal. (2009). Microbial contamination of syringes during preparation: The direct influence of environmental cleanliness and risk manipulations on end-product quality. American journal of health-system pharmacy : AJHP : official journal of the American Society of Health-System Pharmacists. 66. 2032-6. 10.2146/ajhp070681.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/38067784_Microbial_contamination_of_syringes_during_preparation_The_direct_influence_of_environmental_cleanliness_and_risk_manipulations_on_end-product_quality)
A Patient Safety Threat – Syringe Reuse - Injection Safety. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (https://www.cdc.gov/injectionsafety/patients/syringereuse_faqs.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app