Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI
Kesehatan Fisik

Hepatitis Akut

Update terakhir: SEP 21, 2019 Tinjau pada SEP 21, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.004.098 orang

Hepatitis Akut

Hepatitis Akut paling sering disebabkan oleh virus, meskipun hepatitis akut juga bisa disebabkan oleh obat-obatan dan toksin. Hepatitis virus akut oleh virus disebabkan oleh salah satu dari lima virus berikut: virus hepatitis A (HAV), virus hepatitis B (VHB), virus hepatitis C (HCV), virus hepatitis D (HDV) atau virus hepatitis E (HEV). Dilaporkan, di Amerika Serikat sekitar 50% kasus hepatitis virus akut pada orang dewasa disebabkan oleh infeksi HBV, 30% oleh infeksi HAV, dan 20% oleh infeksi HCV. Infeksi kronis dapat muncul pada infeksi oleh HBV, HCV, dan HDV. Virus yang dapat menyebabkan penyakit sistemik dan juga mempengaruhi hati diantaranya cytomegalovirus dan virus Epstein-Barr.

Hepatitis Virus Akut

Kelima jenis hepatitis virus adalah sama dan tidak dapat dibedakan dengan tepat melalui gambaran klinis atau tes laboratorium rutin. Beberapa penderita tidak menunjukkan gejala (asimptomatik) atau gejala nonspesifik seperti flu (flu-like symptoms), dan beberapa pasien mengalami penyakit kuning (Jaundice).  Pada pemeriksaan laboratorium diagnostik yang berhubungan dengan hepatitis akut ditunjukkan dengan meningkatnya enzim aminotransferase (ALT dan AST). Kadar bilirubin total dapat meningkat hingga 30 mg/dl pada kondisi penyakit yang parah.Peningkatan kadar Alkaline Phosphatase (ALP) dapat meningkat hingga dua kali lipat yang mengindikasikan abses hati atau adanya penyumbatan.  Etiologi spesifik hepatitis virus ditentukan melalui uji serologis.

 

Sistem Bilier Manusia

Klasifikasi Hepatitis Virus

Hepatitis A

Virus hepatitis A merupakan picornavirus mirip dengan virus polio dan rhinovirus. Virus terdapat di serum dan tinja pasien yang menderita hepatitis A. Komposisi antigenik HAV (hepatitis A virus) adalah berupa immune globulin dan digunakan sebagai vaksin yang mampu memberikan perlindungan. Antibodi Imunoglobulin M (IgM) terhadap hepatitis A yang dapat terdeteksi pada awal munculnya gejala klinis dan biasanya hilang dalam waktu 60 sampai 120 hari kemudian. Antibodi Imunoglobulin G (IgG) mencapai titer tinggi selama penyembuhan dan bertahan lebih lama hingga bertahun tahun. Hampir setengah dari penduduk AS memiliki konsentrasi serum antibodi yang tinggi terhadap HAV.

Hepatitis A sangat menular, ditularkan melalui makanan yang telah terkontaminasi oleh feses yang dapat menyebar melalui tangan orang yang terinfeksi. Memakan ikan kerang-kerangan yang terkontaminasi telah mengakibatkan epidemi hepatitis A. Hepatitis A bisa menular secara seksual pada pria homoseksual dan merupakan penyakit yang umum di kalangan pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik. Viremia dapat terjadi beberapa hari sebelum timbulnya gejala klinis, tetapi transmisi dengan produk serum atau darah jarang terjadi. Virus ini terdapat dalam tinja selama 14 sampai 21 hari sebelum timbulnya penyakit kuning. Walaupun pasien dapat terus terjangkit virus selama 7 sampai 14 hari pertama dari penyakit klinis, mereka biasanya tidak lagi menular 21 hari dihitung dari awal sakit.

Hepatitis B

Hepatitis B ditularkan terutama melalui pertukaran cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi atau produk darah. HBV (hepatitis B virus) terdapat di serum dan cairan tubuh pasien pada awal-awal perjalanan penyakit hepatitis B akut. Model penularan yang paling umum pada pria homoseksual yaitu dengan kontak oral atau alat kelamin dengan lesi perdarahan  pada mukosa rektum. Hepatitis B juga dapat ditularkan ke janin selama kehamilan dan saat menyusui. Lapisan permukaan virion virus hepatitis B terdiri dari sebuah polipeptida yang bertindak sebagai antigen permukaan hepatitis B (HBsAg). Sebagian besar penduduk memiliki antibodi serum HBsAg (anti-HBs), yang memberikan kekebalan terhadap hepatitis B.

Hepatitis C

Virus hepatitis C ditularkan melalui rute parenteral termasuk transfusi darah, pekerjaan yang memiliki resiko terpapar darah atau produk darah, dan penyalahgunaan narkoba suntikan. Dalam hal ini, hepatitis C adalah infeksi yang paling umum di Amerika Serikat yang ditularkan melalui darah. Penularan melalui paparan perkutan (sikat gigi, pisau cukur) merupakan rute transmisi yang mungkin bisa terjadi. Kemampuan skrining darah terhadap HCV (hepatitis C virus) dapat menyingkirkan penularan HCV sebagai penyebab hepatitis setelah transfusi. Infeksi perinatal pada bayi yang lahir dari ibu dengan infeksi HCV jarang terjadi. Resipien organ dari donor yang memiliki antibodi terhadap HCV memiliki kemungkinan tinggi terinfeksi HCV.

Hepatitis C telah muncul sebagai penyakit hati dominan di Amerika Serikat. Perkembangan hepatitis C kronis menjadi sirosis hepatis mungkin lambat, tapi stadium akhir penyakit sirosis hepatis karena HCV merupakan indikasi yang paling umum untuk dilakukannya transplantasi hati, dan sirosis hepatis akibat HCV bertanggung jawab terhadap meningkatnya insiden carcinoma hepatoseluler.

Hepatitis D

Hepatitis D hanya terjadi pada pasien dengan hepatitis B dan ditularkan melalui rute pertukaran cairan tubuh, hubungan seksual dan melalui kontak kulit (perkutan). Infeksi secara simultan HBV dan HDV dapat menghasilkan hepatitis akut lebih berat daripada yang disebabkan oleh HBV saja.

Diagnosis Hepatitis Akut

Diagnosis hepatitis virus tergantung pada munculnya gejala dan tanda-tanda klinis, temuan laboratorium, uji serologi, dan pada beberapa pasien dengan biopsi hati.

Tanda dan Gejala Hepatitis Akut

Onset hepatitis virus dapat timbul secara bertahap atau tiba-tiba dan paling sering bermanifestasi sebagai

  • Flu like syndrome, gejala seperti flu biasa
  • fatigue,
  •  anoreksia  dan nausea
  • . Biasanya disertai demam yang tidak terlalu tinggi.
  • Nyeri perut kuadran kanan atas kurang menonjol dibandingkan dengan abdominal discomfort pada seluruh lapang perut.
  • Sekitar setengah dari pasien mengeluh mialgia atau arthralgia (terutama pada hepatitis B).
  • Banyak gejala awal mereda ketika penyakit kuning berkembang. Bisa terjadi
  • Hepatomegali dan splenomegali. Bila hepatitis parah, dapat ditemukan kegagalan hati akut termasuk konfusi, asterixis, edema perifer, dan ascites.
  • urin gelap (dark urine),

 

Uji Laboratorium Hepatitis Akut

Biasanya terdapat anemia  dan limfositosis (jumlah peningkatan sel limfosit). Konsentrasi bilirubin serum biasanya sedikit meningkat. Hepatitis akut yang parah dapat mengganggu fungsi sel hepatosit, yang mengakibatkan penurunan konsentrasi albumin serum dan memperpanjang protrombin time (waktu pembekuan darah). Alkaline fosfatase (ALP) tidak bertambah kecuali terdapat pentumbatan saluran bilier pada fase lanjut hepatitis akut.

Pengukuran Serologi

Pengukuran serologi digunakan untuk mengidentifikasi setiap jenis hepatitis virus. Antibodi IgM terhadap HAV muncul pada awal perjalanan penyakit dan spesifik untuk hepatitis A akut. Antibodi berlangsung selama sekitar 60- 120 hari

HBsAg terdapat dalam serum pasien pada awal 7 sampai 14 hari setelah terinfeksi HBV dan dapat bertahan selama beberapa bulan. Antibodi terhadap HBsAg biasanya muncul dalam darah 60-240 hari setelah infeksi, biasanya pada saat HBsAg sudah tidak terdeteksi lagi. Antibodi terhadap antigen core HBV (anti-HBc) muncul segera setelah infeksi dan berlangsung tanpa batas. Titer IgM anti-HBc yang tinggi mungkin hanya penanda hepatitis B akut jika HBsAg tidak terdeteksi lagi. Adanya HBeAg menunjukkan bahwa HBV berkembang biak secara aktif, dan sangat menular.

Deteksi antibodi terhadap HCV (anti-HCV) merupakan cara yang paling dapat diandalkan untuk mendiagnosis hepatitis C akut dan kronis. Terdapatnya RNA HCV menunjukkan adanya viremia (adanya virus didalam darah).  Infeksi virus hepatitis D didiagnosis dengan mendeteksi anti-HDV dengan HBsAg (co-infeksi).

Biopsi hati

Biopsi hati umumnya tidak diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosis hepatitis akut, pengukuran serologi sudah cukup. Bintik-bintik nekrosis hepatosit dan reaksi inflamasi sel merupakan temuan histologis yang khas. Biopsi hanya dilakukan pada hepatitis kronis.

Pengobatan Hepatitis Akut

Pengobatan hepatitis virus akut adalah untuk mengatasi gejala, dengan pembatasan aktifitas fisik ke tingkat yang nyaman bagi pasien. Mual dan muntah mungkin begitu parah sehingga memerlukan cairan intravena dan penggantian elektrolit. Dianjurkan untuk tidak mengonsumsi alkohol selama menderita hepatitis virus akut, meskipun alkohol belum terbukti berpengaruh buruk terhadap pasien dengan hepatitis virus. Pemberian terapi sebenarnya atau definitive berupa antivirus dan interferon dilakukan setelah fase akut teratasi.

 

Referensi

Davis, C. MedicineNet (2016). Hepatitis (Viral Hepatitis, A,B, C, D, E, G).

Davis, C. P. (2016). MedicineNet.com. Hepatitis (Viral Hepatitis, A, B, C, D, E, G).

Easterbook, et al. (2017). Diagnosis of Viral Hepatitis. Current Opinion on HIV and AIDS, 12(3), pp. 302-314.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit