Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Hepatitis C, Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Update terakhir: NOV 11, 2019 Tinjau pada NOV 11, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 935.868 orang

Hepatitis C, gejala, penyebab dan pengobatannya

Tahukah Anda bahwa ada 5 macam jenis virus hepatitis? Hepatitis terdiri dari hepatitis A,B,C,D dan E. Hepatitis A dan hepatitis E adalah hepatitis yang ditularkan melalui fecal oral, artinya virus hepatitis dapat tertular melalui air liur orang yang terinfeksi virus hepatitis tersebut. Sedangkan hepatitis B,C,D adalah virus yang penularannya melalui darah dan kontak seksual

Virus hepatitis yang dapat menyebabkan bahaya kesehatan adalah hepatitis B dan C. Berbeda dengan hepatitis B, sayangnya hingga saat ini belum ada vaksin yang bisa digunakan untuk mencegah hepatitis C.

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Cefspan 100mg cap 1

Apakah Hepatitis C Itu?

Hepatitis adalah penyakit peradangan hati yang biasanya disebabkan oleh virus (walaupun hepatitis bisa disebabkan oleh faktor lain). Pada kasus hepatitis yang disebabkan oleh virus, sel-sel hati diserang oleh virus hingga akhirnya sel hati rusak dan menyebabkan kondisi dimana sel hati mati yang dikenal dengan istilah sirhosis hati.

Hepatitis C menular terutama melalui darah. Sebelumnya, transfusi darah bertanggung jawab atas 80% kasus hepatitis C. Kini hal tersebut tidak lagi terjadi berkat kontrol yang lebih ketat dalam proses donor dan transfusi darah. Virus ditularkan terutama melalui penggunaan jarum suntik untuk menyuntikkan obat-obatan, pembuatan tato yang dilakukan dalam kondisi tidak higienis.

Penularan virus hepatitis C (HCV) juga dimungkinkan melalui hubungan seksual dan dari ibu ke anak saat melahirkan, tetapi kasusnya lebih jarang. Seperti halnya pada hepatitis B, banyak orang yang sehat menyebarkan virus ini tanpa disadari.

Evolusi hepatitis C tidak dapat di prediksi. Infeksi akut sering tanpa gejala (asimtomatik). Kemudian, fungsi liver dapat membaik atau memburuk selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Pada sekitar 20% pasien penyakitnya berkembang sehingga menyebabkan sirosis. Saat ini belum ada vaksin yang dapat melindungi kita terhadap hepatitis C.

Gejala apa saja yang dapat disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis C?

Gejala hepatitis C sama dengan hepatitis B. Namun, hepatitis C lebih berbahaya karena virusnya sulit menghilang. Pada sebagian besar pasien (70% lebih), virus HCV terus bertahan di dalam tubuh sehingga mengganggu fungsi liver.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan bahwa sekitar 70 hingga 80% orang dengan hepatitis C tidak memiliki gejala pada tahap awal. Sedangkan Gejala-gejala yang bisa ditimbulkan oleh penyakit ini termasuk:

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Thiamycin 500 mg kapsul 1
  • demam
  • urine berwarna gelap
  • kehilangan selera makan
  • sakit perut atau ketidaknyamanan
  • nyeri sendi
  • penyakit kuning
  • transplantasi organ
  • transfusi darah
  • berbagi barang-barang seperti pisau cukur atau sikat gigi
  • berbagi jarum
  • kelahiran anak (dari ibu dengan hepatitis C ke bayinya)
  • kontak seksual
  • menjalani transfusi darah sebelum tahun 1992
  • menerima konsentrat faktor pembekuan atau produk darah lainnya sebelum 1987
  • menerima perawatan hemodialisis (cuci darah akibat gagal ginjal) untuk waktu yang lama
  • dilahirkan untuk seorang ibu dengan hepatitis C
  • memiliki pasangan seksual yang terinfeksi hepatitis C
  • menggunakan jarum bekas yang telah digunakan sebelumnya

Gejala-gejala di atas mungkin tidak segera muncul. Beberapa mungkin membutuhkan waktu enam hingga tujuh minggu untuk muncul.

Faktor apa saja yang dapat meningkatkan penularan virus Hepatitis C?

Hepatitis C ditularkan melalui kontak darah dengan seseorang yang terinfeksi HCV. Oleh karena itu, virus ini dapat menyebar melalui:

  • transplantasi organ
  • transfusi darah
  • berbagi barang-barang seperti pisau cukur atau sikat gigi
  • berbagi jarum
  • kelahiran anak (dari ibu dengan hepatitis C ke bayinya)
  • kontak seksual 

Selain hal-hal di atas, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan Anda untuk terkena penyakit hepatitis C, yaitu jika Anda:

  • menjalani transfusi darah sebelum tahun 1992
  • menerima konsentrat faktor pembekuan atau produk darah lainnya sebelum 1987
  • menerima perawatan hemodialisis (cuci darah akibat gagal ginjal) untuk waktu yang lama
  • dilahirkan untuk seorang ibu dengan Hepatitis C
  • memiliki pasangan seksual yang terinfeksi Hepatitis C
  • Menggunakan jarum bekas yang telah digunakan sebelumnya

Diagnosis Hepatitis C

Jika Anda pergi ke dokter, dokter akan melakukan pemeriksaan apakah terjadi kerusakan pada hati Anda dengan meminta pemeriksaan SGPT/SGOT melalui pemeriksaan darah. 

Selain itu dokter juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan hepatitis C dengan cara memeriksa IgG dan IgM antibody virus hepatitis C untuk memeriksa apakah Anda terinfeksi virus hepatitis C atau tidak. Pemeriksaan virus hepatitis B juga mungkin dilakukan untuk memastikan bahwa Anda tidak terinfeksi virus hepatitis B yang memiliki manifestasi klinis yang hampir mirip dengan hepatitis C.

Selain itu, pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction) juga dapat dilakukan untuk memeriksa keberadaan virus hepatitis C dengan mendeteksi apakah virus masih aktif berkembang biak dalam tubuh Anda atau tidak. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Jika hasil tes diatas dinyatakan positif, dokter akan melakukan pemeriksaan fungsi hati melalui tes darah, USG, dan biopsi. Tes-tes ini bertujuan untuk memeriksa tingkat kerusakan yang terjadi pada organ hati serta jenis virus hepatitis C.

Pengobatan Hepatitis C

Tidak semua orang yang terinfeksi hepatitis C akan membutuhkan pengobatan khusus. Bagi sebagian orang, sistem kekebalan tubuh mereka mungkin dapat melawan infeksi cukup baik untuk membersihkan infeksi dari tubuh mereka. Walaupun Anda tidak membutuhkan pengobatan, tetapi penting untuk Anda tetap memeriksakan diri Anda ke dokter untuk menghindari kemungkinan Anda menderita hepatitis C kronis yang tidak terdeteksi gejalanya.

Untuk orang dengan sistem kekebalan yang tidak dapat melawan infeksi, ada beberapa pilihan pengobatan untuk mengobati hepatitis C. Pengobatan biasanya diberikan untuk orang dengan kerusakan hati dan pembentukan jaringan parut yang serius, dan tidak ada kondisi lain yang bertentangan dengan pengobatan.

Regimen pengobatan hepatitis C di masa lalu membutuhkan suntikan ribavirin dan interferon setiap minggu selama 48 minggu. Perawatan ini memiliki risiko efek samping yang signifikan dan kadang-kadang mengancam jiwa. Pengobatan ini memiliki tingkat kesembuhan sekitar 60% dengan efek samping yang membuat tubuh tidak nyaman. Jika diperlukan, obat-obatan lain seperti simeprevir, sofobuvir, daclatasvir, kombinasi ledipasvir dan sofosbuvir, serta kombinasi ombitaisvir, paritaprevir dan ritonavir juga dapat diberikan.

Saat ini, obat terbaru hepatitis C disebut direct antiviral agent (DAA) juga mulai digunakan untuk mengobati hepatitis C. Obat ini terbukti lebih aman, efektif, dan dapat ditoleransi tubuh. Waktu penyembuhan hepatitis C dengan DAA juga lebih singkat, yaitu sekitar 4 bulan.

Hepatitis C, kendati merupakan infeksi virus yang cukup serius, tetapi jika terdeteksi sejak dini dan diobati dengan cepat, maka hepatitis C bukan tidak mungkin untuk disembuhkan. 

Segera periksakan diri Anda jika Anda mengalami luka tusuk oleh jarum yang sudah dipakai atau melakukan hubungan seksual yang tidak “aman”.


Referensi

Aspinall, et al. (2011). Hepatitis B Prevention, Diagnosis, Treatment, and Care: A Review. Occupational Medicine, 61(8), pp. 531-540.

Baby Center (2016). Hepatitis B during pregnancy.

Baby Center (2018). The hepatitis A vaccine.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit