Atezolizumab : Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.104.579 orang

Atezolizumab merupakan salah satu obat yang diberikan secara injeksi intravena yang digunakan dalam pengobatan penyakit kanker. Peran atezolizumab sebagai pembunuh sel kanker banyak digunakan sebagai kemoterapi pada pasien dengan kanker metastatik. Obat ini memiliki mekanisme imunoterapi dalam menghambat eprtumbuhan kanker.

Atezolizumab merupakan penghambat PD-L1 (Programmed death- ligand 1) yang sebagai antibodi monoklonal yang sejak tahun 2015 telah dipilih menjadi terapi imunologi pada pengobatan penyakit kanker. Obat ini menurunkan efek PD-L1 yang menurunkan aktivitas sitotoksis sel T dalam menyerang sel anker. Dan pada tahun 2016, telah ditemukan memiliki pengaruh besarnya dalam menyembuhkan kanker metastatik.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Beberapa jenis penyakit yang dapat menggunakan atezolizumab antara lain:

  • Kanker kandung kemih
    Kanker kandung kemih merupakan kanker yang terjadi pada daerah kandung kemih yang dapat menyebar ke jaringan tubuh lainnya. Faktor resiko terjadinya kanker kandung kemih adalah adanya riwayat keluarga dengan kanker, merokok, infeksi kandung kemih yang terus berulang, dan pemberian radiasi terapi.

    Gejala yang timbul antara lain munculnya darah saat buang air kecil, nyeri perut bawah, nyeri punggung belakang, serta nyeri saat buang air kecil. Penyakit ini sering terjadi pada usia 60 hingga 80 tahun dengan temuan jenis sel kanker transisional dan skuamosa.
  • Kanker saluran kencing
    Kanker jenis ini menyerang saluran kencing seperti pada ureter dan uretra pada pria. Jenis kanker yang ditemukan yaitu sel transisional yang menempal pada dinding organ. Kanker ini diakibatkan oleh faktor resiko antara lain merokok, riwayat bekerja di industri kimia, dan adanya riwayat keluarga.

    Riwayat batu saluran kemih dan infeksi kronis juga berdampak pada resiko timbulnya sel kanker. Beberapa obat-batan seperri penggunaan siklofosfamid jangka panjang juga dapat berpengaruh.
  • Kanker paru-paru
    Kanker paru-paru banyak dijumpai pada riwayat perokok. Sel kanker merusak dinding apru-paru dan secara perlahan menyebar ke tuba bronkiol, bronkus, dan merusak sistem pernapasan. Kanker yang bersifat metastasik ini juga dapat menyebar ke organ lainnya melalui kelenjar getah bening. Kanker paru-paru yang dapat diberikan atezolizumab adalah yang memiliki jenis non-small-cell lung carcinoma atau NSCLC.
  • Melanoma
    Melanoma merupakan jenis kanker yang berkembang pada kilit akibat terganggunya prokdusi melanosit di kulit. Melanoma memiliki bentuk hitam gelap seperti tahi lalat dan secara perlahan dapat membesar. Gejala lainnya yang dapat ditimbulkan antara lain nyeri kepala, sesak napas, dan nyeri pada tulang dan sendi. Penyakit ini banyak terjadi pada usia di bawah 40 tahun

Efek samping Atezolizumab

Meskipun memiliki peran penting dalam terapi imunologi penderita kanker. Obat atezolizumb juga memiliki efek samping yang dapat ditemui antara lain:

  • Kelelahan
  • Mual muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Infeksi saluran kemih
  • Konstipasi
  • Diare

Efek samping lainnya yang berpeluang kecil pada penggunaan obat atezolizumab antara lain:

  • Nyeri perut
  • Hematuria (darah pada urin)
  • Nyeri otot
  • Hiponatremia (penuruan kadar natrium di dalam darah
  • Sesak napas
  • Nyeri leher

Perhatian khusus pada pemberian Obat Atezolizumab

Dokter akan mendeteksi apakah adanya reaksi alergi selama pemberian obat atezolizumab. Sebelum ini terdapat perhatian khusus yang perlu diketahui sebelum diberikan obat atezolizumab antara lain:

  • Obat atezolizumab tidak boleh diberikan pada pasien hamil dan menyusui karena obat ini dapat membahayakan perkembangan janin di masa kehamilan.
  • Tidak boleh merencankan kehamilan selama mengonsumsi obat atezolizumab
  • Tidak disarankan untuk menyusui bayi selama pemberian atezolizumab
  • Tidak menerima vakinasi atau imunisasi apapun sebelum dilakukan terapi pemberian atezolizumab
  • Beritahu dokter apabila anda memiliki riwayat atau sedang memiliki penyakit hepatitis, inflamasi usus, kelainan autoimun seperti sistemik lupus, arthritis rematik, dan sklerosis multipel.
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes melitus selama 5 tahun terakhir.
  • Mengonsumi minuman beralkohol
  • Merokok
  • Menerima pengobatan herbal

Pemberian obat Atezolizumab

Obat atezolizumab diberikan langsung melalui dokter spesialis onkologi dengan metode injeksi intravena. Obat ini terus diberikan selama 3 minggu. Injeksi diberikan selama 60 menit pada tahap pertama lalu diperhatikan adanya dampak reaksi, apabila terbilang aman, maka tahap lanjutan dilanjutkan selama 30 menit.

            

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp