Asites - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 753.606 orang

Sama dengan artikel artikel sebelumnya, kali ini pun kita akan membahas mengenai suatu penyakit medis yang tentunya pasti masih banyak dari antara kamu yang belum mengetahui jenis apakah penyakit ini atau apa penyebab penyakit ini.  

Pembahasan topik kita kali ini ialah mengenai penyakit atau suatu kondisi medis yang dikenal dengan nama Asites. Nah untuk kamu yang penasaran dan mau menambah wawasan dan ilmu pengetahuanmu akan dunia medis yang sangat luas tersebut, yuk simak terus artikel satu ini.

Asites dan segala serba serbinya

Asites merupakan suatu kondisi medis dimana terjadinya penumpukan cairan pada rongga perut atau rongga abodmen seorang manusia dimana biasanya cairan tersebut ialah cairan yang berisi cairan serosa yang berwarna kuning pucat serta cairan benang. 

Kondisi Asites umumnya terjadi apabila ketika adanya gangguan atau masalah pada fungsi hati seseorang sehingga hati tidakgt;dapat berfungsi secara baik sehingga cairan akan mengisi rongga antara perut atau abdomen dengan organ yang biasa disebut kavitas abdomen atau peritoneal. 

Rongga perut atau kavitas abdomen terletak di bawah rongga dada yang dipisahkan oleh diafragma. 

Penumpukan cairan pada kasus Asites juga dapat dihasilkan atau terjadi akibat adanya beberapa kondisi yang kurang baik seperti adanya penyakit pada hati atau liver, penyakit hepar, kanker, gagal jantung kongestif dan gagal ginjal.

Asites sendiri umumnya disebabkan oleh adanya kerusakkan pada organ hati atau liver seseorang atau bisa juga disebut sebagai penyakit hati lanjutan atau sirosis. 

Kerusakan yang terjadi pada organ hati akan menimbulkan luka di dalam hati atau liver sehingga akan terjadi suatu keadaan yang dinamakan hipertensi portal atau adanya peningkatan tekanan di dalam aliran darah yang menuju hati atau tekanan darah di dalam pembuluh darah hati. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Tekanan ini akan mendorong cairan yang ada naik hingga ke rongga perut dan albumin atau protein di dalam darah mengalami penurunan sehingga dapat menyebabkan asites.  

Kerusakan hati sendiri biasanya dapat dipengaruhi oleh beberapa kondisi seperti adanya penyakit hepatitis B atau hepatitis C pada tubuh si penderita, adanya penyakit sirosis serta kebiasaan gaya hidup si penderita yang buruk seperti suka mengkonsumsi minuman alkohol secara berlebihan.

Selain itu asites juga dapat disebabkan oleh adanya retensi garam dan air dimana volume darah yang beredar dalam tubuh dinilai terlalu rendah oleh sensor yang ada pada ginjal sehingga kondisi asites terbentuk untuk mengurangi volume cairan pada darah. 

Sinyal yang ada pada ginjal akan menyuruh tubuh untuk menyerap kembali lebih banyak garam dan air untuk menggantikan hilangnya volume cairan dalam tubuh orang tersebut. 

Diluar 2 faktor penyebab utama kondisi asites pada diri seseorang tersebut, masih terdapat beberapa penyebab kemungkinan seseorang mengidap asites yaitu adanya penyakit gagal jantung kongestif dan gagal ginjal yang akan menyebabkan retensi umum cairan dalam tubuh. 

Adanya beberapa kondisi medis pada diri seseorang juga dipercaya mampu meningkatkan resiko seseorang mengalami penyakit asites seperti kondisi medis seseorang yang mengidap kanker baik kanker pankreas, kanker hati, kanker endometrium dan kanker ovarium

Seseorang yang mengidap penyakit pankretis, TBC atau tuberkolosis serta hipotiroidisme juga diteliti terbukti lebih banyak yang mengalami kondisi asites pada tubuhnya.

Umumnya gejala yang banyak terjadi pada pasien pengidap asites yang dapat dipandang dengan kasat mata ialah adanya pembengkakkan pada area rongga perut atau abdomen

Namun tidak semua pembengkakkan pada rongga perut pasti disebabkan oleh penyakit asites oleh sebab itu seseorang harus melakukan beberapa rangkaian pengetesan sebelum dokter bisa memvonis si pasien positif mengidap asites atau tidak. 

Adapun beberapa rangkaian tes yang bisa dilakukan oleh team dokter ialah dengan USG, CT Scan, MRI, Tes darah, laparoskop dan angiografi.

Untuk pilihan pengobatan yang biasa ditawarkan oleh team dokter pada para pasien penderita sites sendiri biasanya melalui 3 cara yaitu dengan memberikan obat obatan diuretik, atau dengan pemberian terapi jarum halus parasentesis hingga dilakukan tindakan operasi apabila kondisi pasien sudah terlalu parah. 

Maka dengan itu sebaiknya kamu segera memeriksakan dirimu ke dokter terdekat sehingga kamu tahu cara pengobatan mana yang paling cocok dengan kondisi keadaan mu. 


Referensi

ACG (2013). Ascites: A Common Problem in People With Cirrhosis.

Gordon, FD. (2012). Ascites. Clinics in Liver Disease, 16(2), pp. 285-299.

Herrine, S. MSD Manual (2016). Ascites.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit