7 Penyebab Sakit Punggung Pada Wanita

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 2 menit
7 Penyebab Sakit Punggung Pada Wanita

Baik pria ataupun wanita, keduanya sama-sama berpeluang untuk mengalami sakit punggung. Jika pada pria lebih erat kaitannya dengan pekerjaan, maka sakit punggung pada wanita berkaitan dengan organ reproduksi dan kondisi hormonal yang lebih kompleks.

Ya, sakit punggung bawah pada wanita dapat terjadi tidak hanya akibat gangguan pada tulang belakang dan otot, tetapi juga sebagai akibat dari masalah di organ internal, seperti rahim, indung telur, ginjal, perubahan hormonal sepanjang perjalanan hidup, dan lain-lain.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Selengkapnya, inilah penyebab tersering sakit punggung pada wanita:

1. Coccydynia 

Coccydynia atau nyeri tulang ekor adalah masalah yang tidak biasa tetapi bisa saja terjadi. Dalam kondisi ini, duduk, bersepeda, dan segala sesuatu yang memberi tekanan pada tulang ekor, menyebabkan sakit punggung yang parah. Statistik menunjukkan bahwa wanita memiliki risiko lima kali lebih tinggi untuk mengalami coccydynia daripada pria.

2. Tumor uterus

Tumor jinak pada rahim umumnya tidak menimbulkan nyeri. Namun, jenis mioma atau fibroid yang terus tumbuh membesar dapat menekan saraf sekitarnya. Hal ini akan menimbulkan rasa nyeri pada punggung wanita tersebut.

3. HNP

Herniasi nukleus pulposus (HNP) terjadi ketika bantalan tulang belakang (disc) menonjol sehingga menekan sumsum tulang belakang. Hal ini dapat terjadi akibat angkat berat atau cedera, serta penuaan. Sumsum tulang yang notabene jaringan saraf menjadi terhimpit dengan gejala bervariasi tergantung tingkat himpitannya, mulai dari nyeri punggung, hingga kelumpuhan.

4. Tumor Ovarium

Seperti dalam kasus fibroid uterus, tumor ovarium dapat tumbuh cukup besar hingga menekan saraf. Kadang-kadang, tumor ovarium dapat menyebabkan torsi (terpuntir) atau ruptur (pecah) yang menimbulkan rasa sakit tak tertahankan di punggung bawah. Jika tumor berkembang menjadi kanker ganas, maka penyebaran dapat terjadi, organ sekitar termasuk tulang dapat menjadi sasarannya.

5. Batu ginjal

Terkadang, endapan keras dapat berkembang di ginjal dan kemudian berjalan ke kandung kemih. Ketika batu ginjal ini melewati ureter, umumnya penderita akan merasakan sakit yang sangat parah, bahkan membuat sulit untuk melakukan tugas sehari-hari.

6. Endometriosis

Jaringan endometrium, yang merupakan lapisan permukaan di dalam rahim, dapat tumbuh di luar rahim, yakni di indung telur, perut, dll., Menyebabkan menstruasi tidak teratur, nyeri punggung dan kram menstruasi yang intensif.

7. Osteoporosis

Pada saat wanita menginjak fase menopause, maka terjadi perubahan hormonal yang akan berpengaruh terhadap kesehatan bahkan psikis. Salah satu masalah yang kerap muncul, yaitu osteoporosis. Osteoporosis sering mempengaruhi tulang belakang dan paha tulang belakang, yang memicu rasa sakit di punggung bagian bawah.

Bagi Anda yang mencurigai salah satu kondisi di atas, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Pelajari juga penyebab sakit punggung secara umum dan pengobatannya.

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app