Ascites - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 30, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.218.519 orang

Ketika cairan berkumpul di dalam perut, hal ini disebut dengan ascites. Ascites terjadi biasanya ketika liver berhenti bekerja dengan baik. Cairan mengisi ruangan kosong diantara garis perut dan organ

Orang-orang dengan cirrhotic ascites memiliki dua tahun tingkat ketahanan maksimal 50 persen. Jika Anda mengalami gejala ascites, segera mungkin konsultasikan ke dokter.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Penyebab dan Faktor Resiko Ascites

Ascites paling sering disebabkan oleh jaringan parut liver. Hal ini meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah liver. Kenaikan tekanan dapat memaksa cairan ke dalam rongga perut dan mengakibatkan ascites. Kerusakan liver merupakan satu-satunya faktor resiko terbesar dari ascites. Beberapa penyebab kerusakan liver yaitu:

  • Sirosis
  • Hepatitis B atau C
  • Riwayat penggunaan alkohol

Kondisi lain yang dapat meningkatkan resiko ascites yaitu:

  • Kanker ovarium, pankreas, liver atau endometrial
  • Gagal ginjal atau jantung
  • Pankreatitis
  • Tuberkulosis
  • Hipotiroid

Ascites merupakan hasil akhir dari beberapa kejadian. Ketika sirosis terjadi, aliran darah yang melalui liver terhalang. Hambatan ini menyebabkan kenaikan pada tekanan di pembuluh darah utama yang mengirimkan darah dari organ pencernaan menuju liver. Kondisi ini disebut hipertensi portal. 

Ascites terjadi ketika hipertensi portal muncul. Ginjal tidak bisa menangani tubuh dari cukup sodium melalui urine. Ketidakmampuan mengendalikan jumlah sodium menyebabkan cairan berkumpul di dalam rongga perut dan mengakibatkan ascites.

Gejala Ascites

Gejala Ascites dapat muncul baik secara perlahan atau tiba-tiba, tergantung pada penyebab terkumpulnya cairan. Gejala tidak selalu menunjukkan sebuah keadaan darurat, namun Anda dapat mengkonsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala berikut:

  • Kenaikan berat badan secara tiba-tiba
  • Pembengkakan pada perut
  • Kesulitan bernafas saat berbaring
  • Kehilangan nafsu makan
  • Nyeri pada perut
  • Kembung
  • Mual dan muntah
  • Rasa terbakar pada dada

Selalu waspada jika gejala Ascites mungkin diakibatkan oleh kondisi lain.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Diagnosis Ascites

Diagnosis Ascites memerlukan beberapa langkah. Pertama dokter akan memeriksa pembengkakan pada perut Anda. Kemudian mereka mungkin akan melakukan tes pencitraan atau metode lainnya untuk mencari adanya cairan, termasuk:

  • USG
  • CT scan
  • MRI
  • tes darah
  • Laparoskopi
  • Angiografi

Komplikasi Ascites

  • Nyeri perut, rasa tidak nyaman dan kesulitan bernafas. Hal ini terjadi ketika terlalu banyak cairan di dalam rongga perut
  • Infeksi, cairan yang berkumpul dalam rongga perut dapat menyebabkan infeksi oleh bakteri
  • Cairan dalam paru-paru, kondisi ini disebut Hepatitis hidrotoraks. Cairan mengisi paru-paru, paling sering pada sisi kanan.
  • Gagal ginjal, sirosis yang makin memburuk dari liver dapat menyebabkan gagal ginjal. Kondisi ini disebut sindrom hepatorenal. Hal ini jarang terjadi, namun kondisi serius dapat mengakibatkan gagal ginjal.

Perawatan Ascites

Perawatan untuk penderita ascites tergantung pada penyebab dari kondisi Anda yaitu:

Diuretik
Diuretik umumnya digunakan untuk merawat kondisi ini. Obat ini meningkatkan jumlah garam dan air yang keluar dari tubuh Anda untuk mengurangi tekanan dalam pembuluh darah di sekitar liver. 

Ketika Anda sedang mengkonsumsi diuretik, dokter mungkin ingin memonitor kimiawi darah Anda.Anda mungkin perlu mengurangi konsumsi alkohol dan penggunaan garam.

Paracentesis
Prosedur ini menggunakan jarum kecil dan panjang untuk mengeluarkan kelebihan cairan. Jarum ini ditusukkan melalui kulit ke dalam rongga perut. Terdapat resiko infeksi jika menggunakan metode ini, 

jadi orang-orang yang melakukan prosedur paracentesis mungkin diberikan resep antibiotik. Perawatan ini paling sering digunakan ketika ascites tergolong berat dan terjadi berulang. Diuretik tidak akan bekerja dengan baik pada kasus berat seperti ini.

Operasi
Pada kasus ekstrem, tabung permanen yang disebut shunt ditanam di dalam tubuh. Alat ini mengalihkan rute aliran darah di sekitar liver. Dokter Anda mungkin merekomendasikan transplantasi liver jika ascites tidak merespon perawatan. Hal ini biasanya digunakan untuk penyakit liver stadium akhir.

Pencegahan Ascites

Ascites tidak dapat dicegah. Namun Anda dapat menurunkan resiko Anda dengan menjaga liver Anda dengan kebiasaan sehat berikut ini:

    • Minum alkohol tidak secara berlebihan. Hal ini dapat mencegah terjadinya sirosis (jaringan parut pada liver).
    • Menggunakan vaksin Hepatitis B
    • Melakukan hubungan seks yang sehat. Hepatitis dapat menyebar melalui hubungan seksual.
    • Menghindari penggunaan obat melalui suntikan. Hepatitis dapat disebarkan melalui jarum yang digunakan berkali-kali.
    • Selalu waspada dengan efek samping potensial dari pengobatan Anda. Jika kerusakan liver merupakan salah satu resiko, bicarakan dengan dokter Anda apakah fungsi liver Anda perlu dilakukan tes.

    Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
    (1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

    Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

    Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


    Lampirkan file (foto atau video)
    Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
    Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
    * Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
    Submit