6 Efek Samping Vaksin HPV yang Umum Terjadi, Selain Nyeri

Dipublish tanggal: Jul 4, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 11, 2019 Waktu baca: 3 menit
6 Efek Samping Vaksin HPV yang Umum Terjadi, Selain Nyeri

Menurut data dari Yayasan Kanker Indonesia, ada sekitar lebih dari 15.000 kasus kanker serviks terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Hal inilah yang menyebabkan kanker serviks menjadi momok menakutkan bagi kaum wanita, sehingga pemerintah terus menggalakkan pentingnya vaksin HPV.

Ya, vaksin HPV adalah jenis vaksin yang digunakan untuk mencegah infeksi human papillomavirus (HPV) tipe 16 dan 18, dua jenis virus yang menjadi penyebab kanker servis. Vaksin ini tentunya aman diberikan, tapi tetap ada beberapa efek samping vaksin HPV yang perlu Anda ketahui.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11

Apa manfaat vaksin HPV?

Vaksin HPV berfungsi sebagai pencegah infeksi virus human papillomavirus atau HPV. Jenis vaksin ini umumnya ditujukan untuk wanita yang belum aktif secara seksual. Selain wanita, pria pun juga dapat melakukan vaksin ini untuk melindungi dirinya dan pasangannya dari penyakit menular seksual.

Baca Juga: Kenapa Semua Wanita dan Anak-anak Perlu Vaksin HPV?

Penyebaran penyakit HPV umumnya terjadi melalui penyebaran hubungan seksual, terutama melalui seks oral. Ketika virus ini masuk ke dalam tubuh, maka kulit akan bereaksi dengan mengalami infeksi. 

Efeknya bisa berupa munculnya kutil di bagian kelamin hingga menimbulkan kanker. Beberapa jenis kanker yang disebabkan oleh infeksi HPV yaitu kanker vulva, kanker serviks, kanker anus, kanker penis, hingga kanker di bagian tenggorokan, amandel, dan pangkal lidah. 

Baca Juga: Benarkah Seks Oral Sebabkan Kanker Tenggorokan?

Nah, melalui vaksin HPV, Anda dapat mencegah diri Anda sendiri dari infeksi HPV, termasuk pada bagian organ kelamin. Dengan demikian, tubuh Anda jadi lebih sehat dan membantu menurunkan risiko penyebaran kanker serviks. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11

Apa saja efek samping vaksin HPV?

Meskipun aman dan nyaris tanpa efek samping, vaksin HPV tetap dapat memberikan dampak bagi tubuh dalam bentuk efek samping. Secara umum, orang yang baru saja mendapatkan vaksin HPV akan merasakan nyeri, bengkak, atau timbul kemerahan pada bagian tempat suntikan

Tak hanya itu, ada beberapa efek samping vaksin HPV yang mungkin juga Anda alami, di antaranya: 

1. Muntah

Setelah disuntik vaksin HPV, Anda mungkin akan merasakan muntah. Biasanya, efek muntah tersebut disebabkan karena kondisi tubuh yang sedang tidak sehat.

Jika memang kondisi kesehatan Anda sedang tidak sehat, sebaiknya pergilah ke dokter dan segera berkonsultasi.

2. Reaksi alergi

Reaksi alergi merupakan hal yang wajar terjadi setelah mendapatkan vaksin HPV. Namun, hati-hati juga dengan reaksi alergi berlebihan yang disebut dengan syok anafilaktik. 

Gejala syok anafilaktik meliputi rasa gatal, sulit bernapas, mata memerah, sakit, adanya perubahan pada denyut jantung, dan kehilangan kesadaran. Jika Anda mengalaminya, segera periksakan diri ke dokter.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

3. Rasa lelah

Pasien yang mendapatkan vaksin HPV sering kali mengeluh kelelahan. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa pun, termasuk remaja. Akan tetapi, durasi kelelahan cenderung lebih lama pada wanita daripada pria.

4. Suhu tubuh meningkat

Suhu dalam tubuh akan mengalami peningkatan setelah disuntik vaksin. Perubahan suhu tubuh yang meningkat ini dapat menimbulkan rasa yang tidak nyaman selama beraktivitas sehari-hari.

5. Tidak enak badan

Setelah selesai disuntik vaksin, maka tubuh akan mengalami perubahan. Kebanyakan orang mengeluh tidak enak badan, baik itu merasa pusing, lemas, malas, nyeri, mual, muntah, maupun yang lainnya.

6. Pendarahan

Hati-hati, risiko pendarahan juga dapat terjadi setelah untuk vaksin HPV. Selain pendarahan, jenis vaksin ini juga bisa menimbulkan memar. Jika hal ini terjadi terus-menerus, maka Anda dapat menghubungi dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Secara garis besar, efek samping vaksin HPV umumnya tergolong ringan dan tidka membahayakan. Hal ini juga semestinya tidak menjadi halangan bagi Anda untuk mendapatkan vaksin HPV, mengingat manfaatnya yang sangat besar bagi ekseahtan. 

Penting sekali suntik vaksin HPV dilakukan agar terhindarkan dari berbagai serangan penyakit. Sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum suntik vaksin. 

Bersama dokter, Anda bisa mempertimbangkan kemungkinan efek samping yang bisa terjadi setelah melakukan vaksin. Dengan begitu, Anda tidak akan kaget ketika mengalami efek samping tersebut.

Baca Juga: Vaksin HPV Tidak Bekerja Ampuh? Ini Alasannya

13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Adult HPV Vaccine Age, Guidelines, Side Effects, Benefits. WebMD. (Accessed via: https://www.webmd.com/vaccines/adult-hpv-vaccine-guidelines#1)
HPV vaccine’s risks pale in comparison to the cancer the virus can cause. STAT. (Accessed via: https://www.statnews.com/2017/11/07/hpv-vaccine-side-effects-cancer/)
HPV Vaccine - What Is the HPV Vaccination. Planned Parenthood. (Accessed via: https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/hpv/should-i-get-hpv-vaccine)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app