Vaksin HPV Tidak Bekerja Ampuh? Ini Alasannya

Dipublish tanggal: Mei 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Vaksin HPV Tidak Bekerja Ampuh? Ini Alasannya

HPV atau Human papillomavirus merupakan salah satu virus kelamin yang dapat menular. Untuk mencegahnya, dapat dilakukan berbagai cara, salah satunya dengan vaksin HPV. Sayangnya, virus HPV ini ada beragam macamnya dan menyebabkan penyakit yang berbeda seperti kutil sampai kanker.

Faktanya, meski sebagian besar orang telah menggunakan vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks sampai kutil kelamin, ada saja orang yang masih mengalami penyakit kutil kelamin. Kira-kira apa ya alasannya? Yuk simak ulasannya berikut!

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Vaksin HPV dan manfaatnya cegah Kutil Kelamin

Tahukah Anda, virus HPV ini dapat menyerang siapa saja melalui kontak langsung kulit selama berhubungan seksual. Apalagi ketika Anda berhubungan seks tanpa pengaman, maka risik penularan penyakit HPV ini lebih besar. HPV disebabkan oleh Human papillomavirus yang terdiri dari banyak jenis.

Kebanyakan jenis HPV ini tidak menimbulkan gejala yang berarti dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, ada juga jenis HPV yang parah hingga menyebabkan kanker serviks maupun kanker lainnya seperti kanker penis, vagina, vulva, sampai anus.

Sementara, ada beberapa jenis HPV yang mampu menyebabkan kutil di area kelamin pria maupun wanita. Lebih parahnya, Anda berisiko tertular kutil hanya dengan menyentuh alat kelamin pasangan saja yang memiliki kutil di area tersebut, baik melalui kontak tangan maupun lewat kotak cairan tubuh seperti cairan mani maupun cairan vagina

Oleh karena itu, vaksin HPV dikenal lebih efektif untuk mencegah penularan penyakit HPV seperti kutil kelamin akibat hubungan seksual dengan penderita.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Boston University Medical Center, untuk melindungi anak-anak dan remaja dari penyakit kutil kelamin, diberikan dua dosis vaksin HPV. Sedangkan untuk usia pemberian vaksinnya, disarankan bagi semua anak laki-laki maupun perempuan mulai 9 sampai dengan 14 tahun.

Pendapat berbeda diutarakan oleh Centers for Disease Control and Prevention, dimana vaksinasi disarankan bagi anak perempuan usia 11 atau 12 tahun. Ketika belum mendapatkan vaksin di usia tersebut, sebaiknya lengkapi vaksin HPV pada usia 13 sampai dengan 26 tahun.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Sudah divaksin HPV, namun mengapa masih terkena Kutil Kelamin?

Inilah pertanyaan yang sering dialami oleh banyak orang. Sebab, dirinya sudah menjalani vaksin HPV untuk hindari penyakit kutil kelamin, namun beberapa waktu kemudian, dirinya tetap tertulari penyakit kutil kelamin. Apakah alasanya?

Tahukah Anda, sebenarnya vaksin HPV ini ampuh melindungi seseorang dari penyakit kutil kelamin oleh virus HPV sebesar 90%. Namun, saking banyaknya jenis virus HPV yang ada di lingkungan sekitar, maka satu vaksin pun tidak cukup melindungi tubuh Anda dari keseluruhan virus HPV. 

Jadi, jangan terkejut apabila risiko penyakit kutil kelamin oleh virus HPV masih dapat terjadi.

Selain itu, vaksin HPV ini dapat bekerja efektif dalam kurun waktu tertentu saja. Menurut penelitian, vaksin HPV dapat melindungi organ vital dari infeksi virus HPV selama 5 tahun. Apalagi, vaksin HPV ini dirancang untuk mencegah terjadinya kanker. 

Sehingga, wajar saja jika vaksin HPV tidak menjamin perlindungan kelamin termasuk kutil sebesar 100%. Tapi, dengan melakukan vaksin HPV setidaknya Anda sudah mencegah tertularnya penyakit menular seksual.

Nah, terlepas dari usaha melakukan vaksin HPV, pastikan untuk tetap melakukan hubungan seksual secara aman. Mulai dari penggunaan kondom untuk hindari penularan penyakit seksual dan tidak gonta ganti pasangan seks. Dengan demikian, risiko penularan penyakit kelamin pun  lebih kecil.


23 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Vaccine side effects. (2017). (http://www.vaccines.gov/basics/safety/side_effects/)
Vaccinating boys and girls. (2018). (http://www.cdc.gov/hpv/parents/vaccine.html)
Scheller NM, et al. (2014). Quadrivalent human papillomavirus vaccine and the risk of venous thromboembolism. DOI: (https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/1886177)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Tips Menjaga Organ Kewanitaan Anda
Tips Menjaga Organ Kewanitaan Anda

Oleh karena itu, seorang wanita perlu mengetahui faktor apa saja yang memengaruhi kesehatan organ kelamin, penyebab, tanda dan gejala gangguan kesehatan serta apa yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan organ kewanitaan.

Buka di app