Benarkah Seks Oral Sebabkan Kanker Tenggorokan?

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Benarkah Seks Oral Sebabkan Kanker Tenggorokan?

Kanker Tenggorokan Akibat Seks Oral?

Pada 2010, aktor kenamaan Hollywood, Michael Douglas, didiagnosa menderita kanker tenggorokan (oropharyngeal cancer). Dia berkata, penyakitnya itu disebabkan karena rokok, alkohol, dan stres berkepanjangan. Tapi kepada koran Guardian pada tahun 2011, dia mengatakan penyakit yang dideritanya disebabkan oleh seks oral. 

Dalam sesi wawancara, Douglas berkata, kanker tenggorokan disebabkan oleh  human papillomavirus (HPV) yang bisa ditularkan oleh aktivitas seks oral. Kemudian agen sang aktor meluruskan bahwa yang dimaksud Douglas tidak spesifik mengenai penyakit yang dideritanya tapi mengenai kanker tenggorokan secara umum. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Gypsyamber D'Souza, PhD, MPH, dari Johns Hopkins School of Public Health, dan tim menjelaskan pada pertemuan tahunan American Society of Clinical Oncology (ASCO)  di Chicago, Illinois, pada tahun 2013 bahwa tingkat kejadian kanker tenggorokan yang dipicu oleh HPV pada orang yang pasangannya terinfeksi, adalah sebesar tujuh persen. Angka ini tidak berbeda dari angka kejadian di populasi umum. 

Tim menemukan bahwa HPV subtipe 16 hadir pada dua persen  perempuan yang telah berpasangan dan nol persen pada pria yang telah berpasangan. HPV 16 bertanggung jawab untuk sebagian besar kanker tenggorokan. 

Peningkatan resiko kanker pada orang yang pasangannya didiagnosa sakit akibat HPV sangat rendah

D'Souza menjelaskan bahwa peningkatan risiko kanker kepala dan leher pada orang-orang yang pasangannya telah didiagnosa kanker terkait HPV, sangat rendah.

Pada konferensi pers, D'Souza mengatakan "Banyak orang terinfeksi tetapi mampu menyembuhkan infeksi tersebut sehingga tidak lagi membahayakan." 

Para peneliti menambahkan, bahwa pasangan yang telah bersama-sama dalam waktu yang lama, mungkin sudah berbagi segala macam bentuk infeksi. Oleh sebab itu, tidak perlu ada perubahan keintiman fisik di antara para pasangan dan oral seks tidak akan meningkatkan atau mengurangi risiko infeksi.

Oral seks dengan enam orang atau lebih meningkatkan risiko kanker tenggorokan

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di NEJM (New England Journal of Medicine), Dr Maura Gillison dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health dan tim, mengungkapkan, orang yang melakukan seks oral dengan setidaknya enam mitra yang berbeda,  memiliki risiko kanker tenggorokan yang lebih tinggi dibanding mereka yang melakukannya dengan lebih sedikit pasangan. 

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
HPV transmission during oral sex a growing cause of mouth and throat cancer. Harvard Health. (https://www.health.harvard.edu/blog/hpv-transmission-during-oral-sex-a-growing-cause-of-mouth-and-throat-cancer-201306046346)
Men who perform oral sex on women 'more at risk of mouth and throat cancers'. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/news/cancer/men-who-perform-oral-sex-women-more-risk-mouth-and-throat-cancers/)
Can oral sex give you cancer?. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/can-oral-sex-give-you-cancer/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app