Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR AHMAD MUHLISIN

Alergi Debu : Gejala, penyebab, pengobatan

Update terakhir: SEP 16, 2019 Tinjau pada SEP 16, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.026.938 orang

Apa itu alergi debu ?

Alergi debu adalah suatu reaksi yang timbul sebagai akibat dari respon imun terhadap partikel-partikel kecil yang terdapat pada debu. Dalam banyak kasus, timbulnya gejala alergi ketika berada di dalam rumah acap kali disebabkan oleh kotoran tungau debu yang hidup dan menetap di karpet, tempat tidur, seprai juga bantal.

Tungau debu hidup dengan memakan serpihan kulit mati dari manusia maupun hewan peliharaan. Tempat yang lembab dan jarang terkena sinar matahari menjadi tempat tinggal ideal bagi mahluk mikroskopis ini. Diperkirakan ada sekitar 1,5 juta tungau debu yang hidup di atas di tempat tidur dan meninggalkan begitu banyak kotoran.

Kotoran tungau debu tersebut kemudian dapat terhirup atau tersentuh kulit sehingga memicu respon protektif tubuh berupa pelepasan histamin. Lantas timbul lah gejala seperti bersin-bersin, batuk, mata merah dan berair, gatal dan ruam merah pada kulit hingga serangan asma.

Ikhtisar Penyakit

Organ terlibat Terutama menyerang sistem pernapasan.
Penyebab Partikel debu seperti tungau debu dan spora jamur yang memicu pelepasan histamin dan zat kimia lainnya.
Penularan Tidak menular.
Gejala Bersin, hidung tersumbat, mata merah dan berair, gatal dan ruam merah pada kulit.
Pengobatan Antihistamin, dekongestan, kortikosteroid topikal dan imunoterapi.

Tanda dan Gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala alergi debu ?

Gejala alergi debu yang khas ialah munculnya serangan bersin berulang, terutama saat berada di tempat tidur atau ketika membersihkan rumah. Kondisi ini merupakan mekanisme fisiologik, dimana tubuh secara alami akan membersihkan dirinya sendiri (self cleaning process).

Gejala lain yang dapat menyertai antara lain:

  • Rinore atau keluar ingus yang encer dan banyak.
  • Hidung tersumbat.
  • Gatal pada hidung, langit-langit mulut dan tenggorokan.
  • Mata merah, gatal dan berair.
  • Batuk.
  • Biduran atau urtikaria.
  • Sakit kepala.

Pada kasus alergi debu yang parah, penderitanya akan mengalami bersin terus-menerus, nyeri di wajah dan serangan asma berat sehingga akan kesulitan untuk beristirahat atau melakukan aktivitas sehari-hari.

Kapan harus periksa ke dokter?

Segera periksakan diri ke dokter apabila mendapati gejala alergi seperti bersin terus-menerus terutama saat berada di kamar tidur atau ketika membersihkan rumah. Munculnya serangan asma dan nyeri di wajah menandakan gejala alergi yang berat.

Penyebab dan Faktor Risiko

Apa penyebab alergi debu?

Tungau debu (Dermatophagoides farinae) menjadi penyebab umum alergi debu di dalam rumah. Tungau ini begitu menyukai tempat yang hangat dan lembab, bersuhu sekitar 21ºC dengan kelembaban udara berkisar antara 75-80%.

Partikel tungau debu seperti kotorannya seringkali ditemukan di kasur, selimut, bantal, karpet dan beberapa perabot rumah tangga lain yang berbahan kain. Mengapung ke udara ketika seseorang mengibas-ngibaskan tempat tidur, menyapu atau memvakum karpet atau tempat dimana mereka tinggal.

Di samping tungau debu, partikel-partikel debu lainnya seperti spora dari jamur yang biasa hinggap pada dinding maupun furniture rumah, bulu hewan peliharaan dan serpihan-serpihan dari kecoak yang telah lama mati juga dapat menjadi penyebab timbulnya reaksi alergi.

Beberapa pemicu non-spesifik yang berperan dan dapat memperberat reaksi alergi debu yakni asap rokok, polusi udara, bau yang menyengat, perubahan cuaca dan kelembaban udara yang tinggi.

Siapa yang lebih berisiko terjangkit alergi debu ?

Faktor-faktor risiko alergi debu meliputi:

  1. Riwayat keluarga. Seseorang yang memiliki garis keturunan dengan alergi debu atau jenis alergi lainnya lebih berisiko mengalami alergi debu.
  2. Riwayat kesehatan pribadi. Seseorang dengan penyakit asma atau jenis alergi lainnya berisiko besar mengalami alergi debu.
  3. Usia. Anak-anak lebih rentan mengalami alergi dan mendapati reaksi alergi yang lebih buruk dibandingkan orang dewasa mengingat sistem imunnya yang belum terbentuk sempurna.

Pemeriksaan dan Diagnosis

Bagaimana memastikan diagnosis alergi debu?

Diagnosis alergi debu ditegakkan berdasarkan anamnesis, yakni tanya jawab seputar gejala, riwayat keluarga dan kesehatan pasien sendiri. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara langsung dan menyeluruh.

Pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan umumnya adalah tes tusuk kulit (skin prick test). Dilakukan dengan cara menusukkan jarum kecil khusus yang telah diberi sedikit ekstrak alergen. Hasilnya dapat diketahui kurang lebih 15 menit kemudian. Timbulnya bentol merah dan gatal pada area kulit yang ditusuk menandai hasil yang positif.

Selain itu, terdapat pula pemeriksaan IgE total yang dilakukan melalui metode ELISA (Enzyme linked Immuno Sorbent Assay). Tes ini tidak sesensitif tes tusuk kulit dan sering digunakan ketika pasien kurang sensitif atau bahkan terlalu sensitif pada tes tusuk kulit. Hasilnya dapat diketahui seminggu kemudian.

Obat dan Pengobatan

Bagaimana cara mengobati alergi debu di rumah ?

Minyak atsiri yang memiliki efek menenangkan dan anti-inflamasi dapat digunakan sebagai obat rumahan untuk mengatasi gejala alergi debu seperti bersin-bersin atau hidung tersumbat.

Pengobatan alami lainnya yang tersedia meliputi cuka apel, bubuk kunyit, lidah buaya, madu dan lainnya. Bila perlu pasanglah mesin pengering udara atau dehumidifier guna mengurangi kelembaban udara di dalam rumah.

Apa saja penanganan dan obat alergi debu di layanan kesehatan ?

Dekongestan dan antihistamin merupakan obat alergi yang paling umum. Kedua jenis obat ini dapat membantu meredakan hidung tersumbat, bersin, gatal dan mata merah juga berair. Tersedia pula kortikosteroid topikal hidung seperti Flonase atau Nasonex untuk mengurangi pembengkakan pada hidung sehingga bernapas pun akan menjadi lebih mudah.

Bila gejalanya berat, berlangsung lama dan hasil pengobatan lain belum memuaskan, maka dapat mencoba terapi penyembuhan alergi dengan alergen yang disebut dengan imunoterapi. Metode pengobatan ini dilakukan dengan cara menyuntikkan alergen tertentu dalam dosis tertentu pada tubuh pasien.

Tujuannya tak lain untuk menurunkan reaksi sistem imun tubuh terhadap alergen. Terapi ini cukup efektif. Namun prosesnya yang lama (berbulan-bulan hingga bertahun-tahun) dan harus dilakukan oleh dokter ahli membuat biaya yang dikeluarkan cukup besar sehingga sedikit menjadi kendala.

Komplikasi

Apa bahaya komplikasi alergi debu yang mungkin timbul ?

Komplikasi alergi debu meliputi polip hidung, otitis media, infeksi sinus dan serangan asma berat, terutama pada anak-anak.

Bagaimana mencegah alergi debu ?

Rajin membersihkan seluruh rumah

Tindakan pencegahan terbaik yang dapat dilakukan tentunya dengan menghindari paparan terhadap debu. Mulailah dari kamar tidur, dimana sejumlah besar tungau debu biasa bersarang di kasur, selimut, bantal atau karpet. Gunakan masker ketika membersihkan kamar atau ruangan lain di dalam rumah.

Rajin mengganti sprei atau perlengkapan tidur lainnya

Seperti yang kita ketahui bersama, ranjang beserta bantal dan guling serta sprei nya ialah perlengkapan yang hakiki dan selalu ada menemani kamu untuk tidur.  Nah tapi tahukah kamu bahwa walaupun kelihatan bersih, tapi sprei dan berbagai sarung bantal guling dan boneka yang ada di kasurmu ternyata dapat menyimpan debu dan tungau untuk waktu yang lama loh.

Oleh sebab itu kamu seharusnya mengganti dan mencuci sprei dan seluruh perlengkapan tidurmu minimal dua minggu sekali dengan sabun detergen dan air hangat ya guys agar debu serta tungau dapat dibasmi hilang.  Selain itu bila rumahmu ada karpet atau sofa dengan bahan kain, sebaiknya kamu rajin – rajin mengvakum barang – barang tersebut agar debu tidak tertempel terlalu banyak di rumahmu. 

Ingat, tungau debu hanya akan mati bila kelembaban udara di dalam rumah berada di bawah 55%. Rutin menyapu atau membersihkan rumah tidak dapat membunuhnya. Untuk itu, gunakan mesin pengering udara atau dehumidifier guna meminimalkan kelembaban udara sehingga tungau debu tak mampu lagi beradaptasi.

Jaga jarak dengan binatang peliharaanmu

Ini khusus untuk kamu yang memelihara kucing ataupun anjing di rumahmu. Sebisa mungkin jangan biarkan binatang kesayanganmu untuk masuk ke kamar mu atau naik kasur mu bila kamu menderita alergi ya guys.  Bukan karena bulunya yang akan membuat alergimu kumat, namum ternyata urin keringnya atau serpihan kulit mati si binatang kesayangan yang akan membawa reaksi alergi kembali kumat pada penderita alergi.

Pakai masker

Nah untuk kamu yang menderita alergi debu, bila kamu harus keluar rumah dan terpapar oleh debu dan polusi udara. Sebaiknya kamu memakai masker yang dapat membuat kamu terhindar dari paparan debu dan polusi udara sehingga tidak mudah menyebabkan reaksi alergimu kembali datang dan kumat.

Baca juga: Jenis-Jenis Masker Anti Debu & Polusi


Referensi

American Academy of Allergy Asthma and Immunology (2019). Allergies.

Kerr, M. & Cherney, K. Healthline (2017). Dust Mite Allergies.

Krans, B. Holland, K. Healthline (2018). Everything You Need to Know About Allergies.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit