5 Penyebab Sakit Setelah Bermain Futsal

Dipublish tanggal: Jul 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
5 Penyebab Sakit Setelah Bermain Futsal

Sakit kepala setelah berolahraga khususnya bermain futsal adalah hal yang biasa. Anda mungkin merasakan sakit kepala pada satu sisi kepala atau mengalami rasa sakit yang berdenyut-denyut di seluruh kepala. 

Ada beberapa hal dapat menyebabkan hal ini terjadi. Dalam kebanyakan kasus, penyebab terjadinya sakit kepala adalah sesuatu sederhana yang dapat diatasi dengan mudah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab umum sakit kepala setelah bermain futsal dan cara mengobatinya.

1. Anda Mengalami Sakit Kepala Saat Beraktivitas

Sakit kepala saat beraktivitas adalah jenis sakit kepala yang dipicu oleh beberapa jenis aktivitas fisik terutama olahraga dengan intensitas yang tinggi seperti futsal. Anda mungkin merasakan sakit kepala selama atau setelah bermain futsal.

Sakit kepala jenis ini digambarkan sebagai sakit kepala berdenyut di kedua sisi kepala. Rasa sakit dapat berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa hari. Sakit kepala karena aktivitas dapat berupa primer atau sekunder:

  • Sakit kepala saat aktivitas primer terjadi karena alasan yang tidak diketahui. Tetapi para ahli menduga bahwa hal ini disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah yang terjadi saat berolahraga.
  • Sakit kepala aktivitas sekunder juga dipicu oleh aktivitas fisik, tetapi respons ini disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya. Kondisi yang mendasarinya ini dapat berkisar dari infeksi sinus sederhana hingga tumor.

Perlu diingat bahwa sakit kepala aktivitas sekunder biasanya disertai dengan gejala lain, seperti:

Cara Mengatasinya: Untuk mengatasi sakit kepala akibat aktivitas, Anda dapat menggunakan obat anti-inflamasi yang dijual bebas, seperti ibuprofen. Anda juga dapat mencoba menggunakan kompres hangat pada dahi untuk melancarkan aliran darah pada kepala.

2.Mengalami Dehidrasi

Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang dibutuhkan. Saat bermain futsal, tubuh kehilangan banyak keringat, jika Anda tidak minum cukup air sebelum berolahraga, mudah untuk mengalami dehidrasi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Cara Mengatasinya : Sebagian besar kasus dehidrasi ringan dapat diatasi dengan mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Anda dapat melakukan ini dengan minum banyak air.

Minuman olahraga dapat membantu memulihkan elektrolit Anda, tetapi minuman olahraga biasanya mengandung banyak gula tambahan yang dapat memperburuk sakit kepala. Sebagai gantinya, Anda dapat mengkonsumsi air kelapa tanpa pemanis.

3. Anda Menghabiskan Terlalu Banyak Waktu di Bawah Sinar Matahari

Paparan sinar matahari bisa menjadi pemicu sakit kepala pada banyak orang, bahkan ketika mereka tidak berolahraga. Walaupun kebanyakan lapangan futsal sudah indoor, tetapi masih banyak lapangan futsal outdoor yang dapat menyebabkan seseorang terpapar sinar matahari dalam jangka waktu yang lama.

Cara Mengatasinya : Jika Anda berolahraga di bawah sinar matahari dan mengalami sakit kepala. Cobalah untuk pergi ke ruangan gelap dengan tingkat cahaya rendah.

Jika cuaca hangat, bawalah segelas air dan handuk dingin yang lembab. Letakkan di atas mata dan dahi Anda selama beberapa menit. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen.

4. Gula Darah Rendah

Gula darah rendah, juga disebut hipoglikemia, juga dapat menyebabkan sakit kepala setelah berolahraga. Gula darah mengacu pada glukosa, yang merupakan salah satu sumber energi utama tubuh Anda. Jika Anda tidak makan cukup sebelum berolahraga, tubuh Anda dapat membakar glukosa berlebihan dan menyebabkan hipoglikemia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Cara Mengatasinya : Jika Anda memiliki gejala gula darah rendah, cobalah untuk makan atau minum sesuatu yang mengandung 15 gram karbohidrat, seperti segelas jus buah atau sepotong kecil buah.  Pastikan untuk mengkonsumsi karbohidrat kompleks setelahnya, seperti mengkonsumsi sepotong roti gandum, untuk menghindari hipoglikemia lagi.

5. Gerakan yang Salah

Berolahraga dengan gerakan yang salah juga dapat menyebabkan ketegangan otot, yang dapat menyebabkan sakit kepala, terutama jika Anda menggunakan otot leher dan bahu. 

Cara Mengatasinya : Cobalah untuk lakukan beberapa gerakan pemanasan sebelum berolahraga dan gerakan pendinginan sesudahnya. Jika dengan melakukan pemanasan dan pendinginan tidak berhasil, Anda juga dapat menggunakan obat anti inflamasi non steroid seperti ibuprofen.

Meskipun sakit kepala setelah berolahraga biasanya tidak perlu dikhawatirkan, pertimbangkan untuk tetap memeriksakan diri Anda ke dokter jika sakit kepala terjadi secara tiba-tiba.

Misalnya, jika Anda telah melakukan latihan rutin yang sama selama berbulan-bulan tanpa masalah, tetapi tiba-tiba sakit kepala muncul tanpa alasan yang jelas, segera pergi ke dokter untuk memastikan kondisi Anda tidak disebabkan oleh gangguan lain.

8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app