Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI
Kesehatan Fisik

Penyebab Utama Leher Kaku dan Cara Mengatasinya

Update terakhir: SEP 21, 2019 Tinjau pada SEP 21, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.586.207 orang

Penyebab Utama Leher Kaku dan Cara Mengatasinya

Leher Kaku, suatu gejala yang tidak boleh diabaikan atau dianggap remeh ketika Anda mengalaminya. Hal ini terkait dengan penyebab leher kaku itu sendiri, memang sebagian ringan dan tidak berbahaya namun ada kondisi medis tertentu yang berbahaya yang dapat menyebabkan kaku pada laher yaitu meningitis atau radang selaput otak.

Jika seseorang mengalami kaku pada leher biasanya ditandai dengan rasa sakit dan kesulitan menggerakkan leher, terutama ketika mencoba untuk menoleh kepala ke samping kanan kiri. Kaku leher juga dapat disertai dengan sakit kepala, sakit leher, nyeri bahu dan / atau nyeri lengan, dan tentu hal ini akan sangat menyiksa.

Gejala kaku leher biasanya berlangsung selama beberapa hari atau minggu bergantung pada penyebab dan keparahannya. Berikut penyebab utama leher kaku:

Regangan otot atau Keseleo

Sejauh ini penyebab tersering leher kaku adalah keseleo atau regangan otot-otot leher, terutama pada otot levator skapula. Otot ini terletak di bagian belakang sisi kanan kiri yang menghubungkan tulang belakang leher (leher) dengan bahu. Otot ini dikendalikan oleh saraf servikal ketiga dan keempat (C3, C4).

Gejala leher kaku yang ditimbulkannya dapat mengenai satu sisi (sebelah) dapat juga mengenai kedua sisi.

Regangan atau keseleo pada otot otot di leher ini dapat disebabkan oleh aktifitas sehari-sehari seperti:

  • Tidur dalam posisi yang buruk. Baca: Penyebab Leher Kaku Setelah Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya.
  • Setiap kegiatan yang berulang kali memutar kepala dari sisi ke sisi.
  • Postur tubuh yang buruk, seperti membungkuk saat melihat monitor komputer dalam waktu yang lama.
  • Stres yang berlebihan, yang dapat menyebabkan ketegangan di leher.
  • Memeluk telepon antara leher dan bahu.

Meningitis (Radang Selaput Otak)

Gejala Leher kaku yang disebabkan oleh meningitis dikenal dengan istilah kaku kuduk, yang disertai dengan demam tinggi, sakit kepala, mual atau muntah, mengantuk dan gejala lain. Pada kaku kuduk karena infeksi biasanya leher tidak dapat ditekuk kedepan menyentuh dada bagian depan karena adanya tahanan. Infeksi yang menyebabkan kakukuduk diantaranya virus, bakteri, jamur dan parasit yang menginfeksi cairan dan selaput pembungkus otak dan tulang belakang.

Setiap kali seseorang mengalami leher kaku yang disertai dengan demam, disarankan untuk segera periksa ke dokter untuk memeriksa kemungkinan ini.

Gangguan Tulang Belakang Leher

Masalah-masalah yang terjadi pada tulang belakang leher dapat menyebabkan leher kaku. Sebagai contoh, herniated disc cervical atau osteoarthritis cervical dapat menyebabkan leher kaku, hal ini terjadi karena struktur dan jalur syaraf di tulang belakang leher semuanya saling berhubungan sehingga masalah pada satu bidang dapat menyebabkan kejang otot dan / atau kekakuan otot leher.

Bagaimana Cara mengatasi leher kaku?

Hal ini sangat bergantung pada penyebabnya, misalnya leher kaku karena keseleo maka harus mengubah posisi leher yang baik, peregangan leher, minum obat pereda nyeri, dan kompres dengan air hangat, latihan fisioterapi, akupuntur (baca: mengobati leher sakit dan kaku).

Kapan harus ke dokter?

  • leher kaku tidak mereda setelah satu minggu, maka periksakan ke dokter.
  •  Dengan cedera traumatis,
  • kaku kuduk disertai demam tinggi
  • tidak membaik dengan pengobatan antinyeri
  • intensitas berat dan tidak membaik dengan istirahat

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit