Sakit Kepala saat Bersetubuh

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 1 menit
Sakit Kepala saat Bersetubuh

Gejala sakit kepala mungkin acap dialami banyak orang. Dari sekedar akibat masuk angin, efek dari sakit pilek atau pun sakit kepala karena telat makan. Tentunya serangan sakit kepala akan amat mengganggu aktivitas yang tengah di jalani.

Beberapa serangan sakit kepala memang tidak merujuk sakit yang serius. Tetapi beberapa diantaranya sebenarnya harus diwaspadai dengan cukup cermat. Karena bisa saja gejala tersebut merupakan alarm tubuh untuk menunjukan adanya kelainan pembuluh darah dalam otak. Apalagi serangan sakit kepala yang disebabkan atau dialami kala beraktivitas seksual. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Sakit kepala saat bersetubuh terbagi menjadi dua:

  • Tiba-tiba menyerang tepat beberapa saat sebelum terjadi orgasme. Sakit kepala terasa menusuk dan berdenyut.
  • Diawali dengan rasa nyeri pada kedua sisi rahang lalu otot leher dan rahang menjadi kaku. Terjadi dalam beberapa tahapan selama beberapa menit sebelum orgasme.

Sakit kepala kala bersetubuh biasanya berlangsung sekitar 30 menit atau mungkin lebih. Apabila terjadi terus menerus bahkan hingga menahun, apalagi disertai  gejala mual baiknya segera konsultasikan masalah ini.

Setiap rupa aktivitas seksual yang mengakibatkan orgasme, seperti masturbasi, oral seks dan bersetubuh dapat memicu sakit kepala. Hal ini disebabkan karena tarikan otot leher selama beraktivitas seksual. Selain merupakan gangguan dari kakunya otot leher, sakit kepala kala bersetubuh bisa juga terjadi sebab:

  • Pendarahan di dalam otak.
  • Efek samping dari pil kontrasepsi
  • Infeksi sinus
  • Jantung koroner
  • Diabetes

Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi intensitas sakit kepala adalah dengan cara menghentikan sejenak kegiatan seksual saat sakit kepala mendera atau mengurangi sedikit pergerakan dalam aktivitas seksual. Mengonsumsi obat tekanan darah tinggi atau obat pengurang rasa sakit dapat dilakukan untuk mengatasi gejala sakit kepala ini, tapi konsumsi dalam jangka panjang sangat tidak disarankan. 

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Headache: Hope through research. National Institute of Neurological Disorders and Stroke. http://www.ninds.nih.gov/disorders/headache/detail_headache.htm#142883138.
Cutrer FM. Primary headache associated with sexual activity. http://www.uptodate.com/home.
Longo DL, et al. Harrison's Principles of Internal Medicine. 18th ed. New York, N.Y.: The McGraw-Hill Companies; 2012. http://www.accessmedicine.com/resourceTOC.aspx?resourceID=4.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app