Kenali ​Kurap Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Jun 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.328.152 orang

Begitu kamu mendengar nama Kurap, pastinya kamu langsung tahu bahwa kurap ialah salah satu penyakit kulit yang sering dan umum sekali terjadi di Indonesia. Ya, kurap, kudis, panu, dan sebagainya merupakan nama nama penyakit kulit yang memang sering menjangkiti hampir seluruh masyarakat Indonesia. 

Karena sifatnya yang umum dan sering terjadi, maka tidak heran apabila banyak orang yang menganggap remeh penyakit kulit satu ini dan tidak memiliki pengetahuan yang dalam mengenai apa itu penyakit kurap dan bagaimana bentuknya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Ketoconazole 200mg via HonestDocs

Ketoconazole Dexa merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi sistemik yang tidak efektif diberikan dengan antijamur topikal atau nystatin/griseofulvin. GRATIS ongkir ke seluruh Indonesia minimal pembelanjaan 50ribu!

Ketoconazole dexa 200mg tab 1

Untuk itu di artikel kali ini kita akan membahas mengenai penyakit kurap berserta segala macam serba serbinya.

Apakah Penyakit Kurap?

Banyak dari kamu yang sudah tahu bahwa kurap ialah salat satu penyakit kulit. Namun tahukah kamu apa itu kurap sebenarnya. Ya kurap yang memiliki istilah medis bernama Tinea, merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur, jamur sendiri biasanya lebih suka menyerang area kulit di bagian kepala, tubuh bagan atas, selangkangan dan kaki. 

Penyakit kurap juga merupakan penyakit yang tidak pandang bulu dimana penyakit ini dapat menyerang siapa saja baik pria maupun wanita, dan dapat menyerang manusia dari segala lapisan umur baik anak anak maupun  orang dewasa.

Apakah Penyebab Penyakit Kurap?

Penyebab

Penyebab kurap adalah jamur dermatofit yang dapat bertahan hidup di kulit. Pada dasarnya, jamur ini berasal dari keratin yang menjadi bahan dasar jaringan lapisan kulit, rambut, serta kuku manusia.

Penyebaran jenis jamur ini menular melalui kontak langsung dengan manusia, hewan, benda, atau bahkan tanah. Selain itu, faktor risiko yang meningkatkan penyebaran penyakit kurap adalah sebagai berikut:

  • riwayat diabetes tipe 1
  • mengalami aterosklerosis
  • pernah mengidap infeksi jamur sebelumnya
  • diabetes
  • sirkulasi darah buruk
  • sistem kekebalan menurun seperti pada penderita HIV

Tanda dan Gejala

Penyakit kurap juga memiliki beberapa ciri ciri dan gejala yang gampang dikenali yaitu munculnya ruam kemerahan yang bentuknya seperti cincin atau lingkaran dengan garis luar yang tidak beraturan.  

Ruam kemerahan ini juga umumnya kasar dan seperti sisik serta disertai rasa gatal. Lingkaran atau area cincin yang terbentuk ini juga bisa menyebar dan membesar serta muncul di beberapa tempat lainnya dalam tubuh pada waktu yang hampir bersamaan. 

Bila tidak segera diobati, maka pada penyakit kurap yang semakin parah, ruam yang berbentuk lingkaran tersebut akan membentuk tonjolan dan melepuh. 

Namun bila kurap terjadi di area wajah dan leher, maka si penderita biasanya tidak akan menimbulkan ruam dengan ciri ciri seperti lingkaran atau cincin namun ruam akan berbentuk kering dan berkerak disertai rasa gatalgt;bengkak pada area kulit wajah dan leher yang dijangkiti jamur kurap.

Penyakit kurap juga dapat ditemukan di area kulit kepala dimana kurap hadir ditandai dengan munculnya area kecil yang bersisik pada kult kepala dan terasa perih lalu secara perlahan menimbulkan kepitakan di salah satu area karena jamur yang menyerang kulit kepala tersebut membuat si penderita mengalami kerontokan di area tertentu yang disertai rasa gatal yang luar biasa. 

Bila tidak segera diobati, maka jamur ini akan menimbulkan luka kecil yang bisa mengeras dan bernanah hingga membesar dan  bengkak sampai menimbulkan demam dan pembengkakan pada area kelenjar getah bening.

Penyakit kurap juga sering ditemui pada area antara jari tangan maupun telapak tangan yang ditandai dengan kulit yang menebal di area tangan si penderita.  Selain area tangan, kurap juga sering ditemui di area kaki, kuku dan selangkangan seseorang.  

Bila kurap menyerang area selangkangan seseorang, maka akan muncul ruam merah kecoklatan yang terasa gatal dan muncul di area paha dalam dan sekitar pantat. Ruam juga akan disertai sisik yang mudah mengelupas dan menjadi luka yang bernanah.  

Kurap yang muncul di area kaki, layaknya seperti kurap yang muncul di area tangan yang banyak terjadi di area jari kaki, tumit kaki serta beberapa area kaki lainnya. Kurap di area ini tentunya juga akan menimbulkan rasa gatal dan kulit kaki yang mengering dan mengelupas. 

Lain halnya dengan kurap pada kuku yang umumnya ditandai dengan kuku yang menebal, mudah copot dan berubah warna.

Bagaimana Pengobatan Penyakit Kurap?

Diagnosis

Dalam penegakan diagnosis, dokter akan menanyakan riwayat medis, gejala dan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat kondisi. Selain pemeriksaan fisik, serangkaian tes penunjang juga dapat dilakukan termasuk:

  • Pemeriksaan sampel kulit - untuk mengetahui diagnosis dan faktor penyebab termasuk jenis jamur.
  • Tes larutan KOH-  untuk mengidentifikasi jamur sebagai penyebab ruam.
  • Sinar ultraviolet -  untuk mengetahui diagnosis.

Pengobatan

Untuk mengobati kurap sendiri,  penderita bisa membeli beberapa obat obatan yang dijual umum di pasaran seperti obat Ketoconazole, Miconazole, Sulconazole, Clotrimazole dan Terbafine yang berfungsi untuk membunuh jamur dermatofita yang merupakan jamur penyebab utama penyakit kurap.

Anda cukup mengoleskan salah satu dari obat salep diatas di area yang dijangkiti jamur, jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah mengoleskan obat salep pada area kurapmu. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit