11 Penyebab Kurap di Selangkangan, Badan, dan Kulit Lainnya

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Feb 25, 2022 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
11 Penyebab Kurap di Selangkangan, Badan, dan Kulit Lainnya

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Kurap adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur dermatofit dan sangat mudah menular;
  • Kulit yang selalu basah dan lembab akibat keringat sangat berisiko terkena kurap, apalagi setelah menggunakan baju yang sama selama beberapa hari;
  • Penyebab kurap juga bisa karena infeksi jamur lainnya, kekebalan tubuh yang lemah, hingga obat-obatan tertentu;
  • Untuk mencegah kurap, pastikan untuk memakai handuk dan pakaian sendiri dan rajinlah mencuci tangan;
  • Klik untuk mendapatkan obat kulit ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Munculnya kurap pada kulit bukan cuma mengganggu aktivitas, tapi juga bikin tidak percaya diri. Apalagi penyakit ini cenderung menular sehingga perlu segera ditangani agar tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sebelum itu, penting juga untuk mencari tahu penyebab kurap agar penyakit ini bisa diatasi hingga tuntas.

Apa itu kurap?

Kurap adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur dermatofit. Dermatofit merupakan sebutan untuk sekelompok jamur yang 'doyan' menginfeksi kulit karena jamur-jamur ini menggunakan keratin dan sel-sel kulit mati sebagai makanan utamanya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Kulit via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 6

Ada 3 dermatofit yang bertanggung jawab menjadi penyebab kurap, yaitu:

  • Trichophyton (T.)
  • Microsporum (M.)
  • Epidermophyton (E)

Jamur-jamur penyebab kurap ini akan tumbuh subur apabila kondisi lingkungannya mendukung. Misalnya kondisi kulit yang lembab, sering basah, berkeringat, atau jarang dibersihkan. Tak heran jika kurap lebih banyak terjadi di daerah selangkangan atau lipat paha, paha, kulit kepala, sekitar ketiak, badan, dan kaki.

Ketika kulit mulai terinfeksi oleh jamur penyebab kurap, maka akan muncul bercak merah dan gatal. Dari situlah, kurap bisa berkembang dengan mudah dan menginfeksi area tubuh yang lebih luas.

Jika tidak diobati, maka kurap akan menyebar dengan cepat untuk menutupi kulit yang lebih besar lagi. Pada tahap ini, Anda mungkin tidak hanya merasakan gatal, tapi bisa menjadi sangat tidak nyaman dan rentan terhadap infeksi yang lebih serius.

Baca juga:

Penyebab kurap pada kulit

Sebelum ditangani, Anda perlu memastikan dulu penyebab kurap yang dialami:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

1. Kontak

Spora jamur dermatofit dapat bertahan di permukaan kulit selama berbulan-bulan. Selain itu, jamur tersebut juga bisa bertahan di handuk, sisir, tanah, dan benda rumah tangga lainnya.

Ketika kulit orang yang normal bersentuhan dengan kulit penderita yang jamuran (kurap) atau benda-benda yang tercemar dengan jamur tersebut, maka risiko penularan bisa terjadi. Hal ini bisa diperparah jika kulit yang terkena tersebut begitu cocok untuk pertumbuhan jamur.

Jadi, untuk menghindari terjadinya kurap, pastikan untuk memakai handuk dan pakaian sendiri (tidak meminjam atau berbagi pakai). Selain itu, rajinlah mencuci tangan atau bagian tubuh yang terkena hewan atau benda-benda yang dicurigai menjadi media penularan kurap.

2. Keringat berlebihan

Kulit yang selalu basah dan lembab akibat keringat sangat berisiko terkena kurap. Terlebih ketika baju atau pakaian digunakan berulang-ulang selama beberapa hari.

3. Pakaian ketat

Tidak hanya keringat, pakaian yang ketat pun membuat jamur penyebab kurap mudah tumbuh di kulit. Alasannya, pakaian ketat membuat kulit yang ditutupinya tidak bisa 'bernapas' dengan lega hingga menyebabkan panas, keluarnya keringat, dan lembab.

Nah, kondisi inilah yang sering menjadi penyebab terjadinya kurap di selangkangan atau lipat paha, pantat, sekitar ketiak, dan bagian tubuh lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

4. Jarang ganti kaos kaki

Kebiasaan memakai kaos kaki yang itu-itu saja ternyata tidak hanya menimbulkan masalah bau, tetapi juga memicu timbulnya kurap pada kaki, lho! Hal ini bisa berupa kurap maupun kutu air, karena keduanya sama-sama disebabkan oleh jamur dermatofit.

Maka itu, rajinlah mengganti kaos kaki jika sudah dipakai seharian. Hilangkan kebiasaan meletakkan kaus kaki di dalam sepatu setelah menggunakannya, tetapi langsung letakkan ke dalam keranjang pakaian kotor agar segera dicuci. Setelah itu, gunakan kaos kaki bersih lainnya jika ingin beraktivitas kembali.

5. Penyakit jamur di bagian tubuh lainnya

Jamur kurap menular melalui kontak, baik kulit ke kulit ataupun benda ke kulit. Ketika bagian tubuh lainnya mengalami kurap atau mengalami infeksi jamur serupa, seperti jamur kuku, maka jamur tersebut bisa tumbuh di bagian kulit lainnya dan menimbulkan kurap baru.

Agar itu tidak terjadi, hindari menggunakan kuku yang jamuran untuk menggaruk bagian kulit lainnya. Jika ada kurap di area tubuh lainnya, jangan digaruk atau disentuh berulang kali, kecuali jika Anda segera mencuci tangan setelah melakukannya. 

Baca juga: Obat Jamur Kuku Paling Ampuh Agar Hilang Tuntas

6. Kondisi lingkungan yang hangat dan lembab

Hal ini menjadi penyebab kurap yang paling sering. Maka itu, berhati-hatilah ketika musim panas, sering-sering mengganti pakaian saat berkeringat agar kulit tidak terlalu lembap dan memicu kurap.

7. Kekebalan tubuh yang lemah

Orang-orang tertentu dengan sistem imun yang lemah berisiko lebih besar untuk mengembangkan jenis infeksi oportunistik apapun, seperti kurap (tinea) dan lainnya. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh tidak mampu melawan pertumbuhan jamur secara efektif.

Misalnya pada orang dengan diabetes melitus dan HIV/AIDS. Pada kondisi demikian, kebersihan harus lebih dijaga dan berusaha menghindari setiap penyebab kurap.

8. Obat-obatan penurun kekebalan tubuh

Tidak hanya karena penyakit, kekebalan tubuh juga dapat menurun akibat penggunaan obat imunodepresan. Contohnya obat dari golongan steroid.

Obat tersebut memang bertujuan untuk menekan respon imun guna mengobati berbagai penyakit peradangan dan alergi. Namun, di sisi lain, obat tersebut juga bisa menjadi faktor penyebab terjadinya kurap pada kulit dan berbagai jenis infeksi lainnya akibat kekebalan tubuh yang tak dapat menghentikan pertumbuhan jamur.

9. Genetik

Meskipun sistem kekebalan tubuhnya baik, faktor genetik bisa membuat seseorang lebih mudah terkena kurap. Jika itu terjadi, penderitanya tentu harus lebih ekstra menjaga kebersihan diri agar tidak mudah terinfeksi bakteri penyebab kurap.

10. Anak-anak

Meskipun bisa menyerang siapa saja, anak-anak ternyata lebih rentan terserang kurap. Anak-anak cenderung suka bermain dengan bebas dan sering berkontak fisik dengan teman sebayanya. Nah, hal inilah yang membuat kurap sangat mudah menular, meskipun awalnya hanya ada satu anak yang memiliki kurap.

11. Pria

Faktanya, kurap di selangkangan paling sering terjadi pada pria di segala usia. Penyebabnya karena daerah selangkangan ini lebih lembab dan hangat pada pria sehingga jamur penyebab kurap menyukainya. 

Baca juga: Ciri-Ciri Jamur di Selangkangan dan Cara Mengobati

Setelah mengetahui penyebab kurap, pastikan untuk selalu menghindari menggunakan celana dalam atau celana yang ketat. Selain itu, mandilah setidaknya 2 kali sehari dan segera keringkan agar tubuh tidak lembap yang bisa memicu kurap. Bukan cuma untuk pria, hal ini juga penting dilakukan oleh wanita.

20 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Ringworm: Treatment, symptoms, and pictures. medicalnewstoday.com. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/158004.php)
Ringworm risk and prevention. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/fungal/diseases/ringworm/risk-prevention.html.
Goldstein AO, et al. Dermatophyte (tinea) infections. https://www.uptodate.com/contents/search.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app