Tips Mengentalkan Sperma untuk Mengatasi Gangguan Kesuburan pada Pria

Beberapa tips ini dapat Anda terapkan untuk meningkatkan kekentalan sperma dan memperbaiki kesuburan pria:
Dipublish tanggal: Sep 4, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Apabila Anda dan istri sedang merencanakan program kehamilan, sperma sangat berperan untuk mendukung keberhasilan program. Kualitas sperma yang sehat dan normal tentu juga ditentukan oleh kesehatan organ reproduksi pria. Masalah reproduksi yang sering dialami oleh pria adalah sperma encer

Ciri-ciri penurunan kualitas sperma yaitu tekstur air mani yang encer dan berwarna bening. Padahal sperma yang normal ialah berwarna kelabu pucat, kental, dan memiliki aroma khas seperti bunga akasia. Jangan khawatir jika saat ini Anda mengalaminya, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli AFOLAT TAB 100S via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Afolat tab 100s 1

Kekentalan sperma

Saat terjadinya ejakulasi, seharusnya air mani mempunyai kekentalan yang cukup dan menjadi lebih encer setelah 15 sampai 20 menit setelahnya. Normalnya, jumlah air mani yang dikeluarkan sekitar ½ hingga 1 sendok teh atau sekitar 2-6 milimeter. 

Apabila di bawah itu maka jumlah sperma yang dibutuhkan untuk membuahi sel telur akan mengalami kekurangan, sedangkan lebih dari itu akan membuat sperma menjadi encer.

Tiga kriteria sperma yang mempunyai kualitas sehat adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah sperma yang dikeluarkan setiap 1 ml air mani memiliki sekitar 15 juta sperma.
  2. Setidaknya 40% sperma dalam air mani mampu bergerak dan sekitar 25% sperma harus memiliki gerakan maju yang cepat.
  3. Setidaknya 30% dari jumlah total sperma harus berbentuk normal dengan memiliki kepala yang berbentuk lonjong dan ekor yang panjang untuk mendukung gerakan ke depan.

Tips mengentalkan sperma

Beberapa tips ini dapat Anda terapkan untuk meningkatkan kekentalan sperma dan memperbaiki kesuburan pria:

1. Menerapkan pola makan dan hidup yang sehat

Sudah saatnya Anda mulai menerapkan pola makan dan hidup yang sehat. Mulailah mengatur menu makanan Anda dan kurangi makanan cepat saji. Asupan nutrisi ANda harus tercukupi agar kualitas sperma Anda juga meningkat. 

Anda bisa menambahkan daging tanpa lemak, kacang-kacangan, protein, dan sayuran ke dalam menu makanan. Selain itu, cukupi kebutuhan cairan dalam tubuh Anda.

Iklan dari HonestDocs
Beli AFOLAT TAB 100S via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Afolat tab 100s 1

Selain pola makan yang sehat, menerapkan pola hidup yang sehat juga dapat membantu meningkatkan kualitas sperma Anda. 

Orang yang mempunyai kelebihan berat badan (obesitas)  mempunyai kualitas sperma yang kurang baik jika dibandingkan dengan pria yang memiliki berat badan ideal dan mempunyai perut yang tidak buncit. 

Selain itu, Anda dianjurkan untuk menghindari stres atau depresi. Solusinya, Anda dianjurkan untuk melakukan olahraga secara rutin atau dengan melakukan yoga, meditasi, dan olahraga lainnya.

2. Memperbanyak asupan mineral zinc

Kekurangan mineral zinc dapat mempengaruhi kesuburan dan kualitas sperma. Mineral zinc bermanfaat untuk menjaga kesehatan testis dan menjaga jumlah serta bentuk sperma. 

Pasangan suami-istri yang sedang merencanakan program kehamilan, disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan zinc seperti, kacang almond,  bayam, kerang, atau daging sapi dan domba. 

Selain itu, untuk meningkatkan kesuburan pria, Anda bisa mengkonsumsi makanan yang mengandung asam amino, asam folat, kalsium, dan vitamin D.

Iklan dari HonestDocs
Beli AFOLAT TAB 100S via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Afolat tab 100s 1

3. Mengkonsumsi susu dan kurma

Apakah Anda tahu bahwa kombinasi antara susu dan kurma mampu meningkatkan kebugaran dan meningkatkan kualitas sperma? Kandungan dalam kurma seperti karbohidrat, serat, vitamin B1, B2, B3, dan B5 terbukti efektif dalam meningkatkan stamina dan memperbaiki kualitas mani yang encer. 

Rendamlah 507 buah kurma kering dalam satu mangkok susu dan diamkan selama 2-3 jam sampai kurma tersebut terasa lunak.

4. Mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin E

Selain beberapa makan  yang sudah disebutkan diatas, Vitamin E bermanfaat dalam menyemimbangkan ormon dan memperbaiki kualitas sperma menjadi sehat dan normal kembali. Anda bisa mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin E seperti telur, sereal, lobak hijau, bayam, dan kacang-kacangan.

5. Mengkonsumsi suplemen herbal

Suplemen herbal yang memberi manfaat meningkatkan kualitas sperma sudah banyak ditemukan di pasaran. Anda bisa mengkonsumsi suplemen herbal yang mengandung purwoceng dan ginseng korea (panax ginseng)

Tetapi Anda harus berhati-hati dalam memilih produk suplemen herbal, pastikan produk tersebut mempunyai izin dari BPOM.

6. Mengurangi frekuensi ejakulasi

Terlalu sering mengalami ejakulasi dalam sehari dapat mempengaruhi sperma menjadi lebih encer. Apabila ANda cukup aktif secara seksual atau seing mastrubasi setiap hari, hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas dan penampilan fisik serma. 

Cobalah untuk mengurangi ejakulasi, berilah tubuh waktu untuk memproduksi sperma yang sehat dan normal.

Jangan cemas jika air mani Anda berubah menjadi encer. Anda bisa menerapkan beberapa tips di atas untuk mengentalkan sperma. Apabila Anda masih ragu, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter andrologi.


41 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Wein AJ, et al., eds. Male reproductive physiology. In: Campbell-Walsh Urology. 11th ed. Philadelphia, Pa.: Elsevier; 2016. https://www.clinicalkey.com.
WHO laboratory manual for the examination and processing of human semen. World Health Organization. http://www.who.int/reproductivehealth/publications/infertility/9789241547789/en/.
Evans-Hoecker EA, et al. Major depression, antidepressant use, and male and female fertility. Fertility and Sterility. 2018;109:879.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app