Thiothixene: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 20, 2019 Update terakhir: Mei 21, 2020 Tinjau pada Jun 25, 2019 Waktu baca: 4 menit

Neuroleptik atau obat anti-psikotik adalah obat yang biasa diresepkan di Amerika Serikat. Secara umum, ada 2 generasi dalam pembagian obat-obatan antipsikotik yang digunakan oleh masyarakat luas.

Yaitu generasi pertama dan generasi kedua. Generasi pertama dibagi menjadi enam golongan kimia umum berdasarkan struktur. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Ada fenotiazin, yang kemudian dibagi lagi menjadi alifatik (klorpromazin), piperazin (trifluoperazine), dan piperidin (thioridazine); butyrophenones (haloperidol); thioxanthines (thiothixene); dibenzoxazepines (loxapine); dihydroindolones (molindone); dan diphenylbutylpiperidine (pimozide).

Karena nama-nama obat tersebut cukup rumit untuk dilafalkan, apalagi untuk diingat, maka pada artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengenai penggunaan obat neuroleptik Thioxanthines. 

Oleh karena itu mari disimak artikel yang satu ini untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai penggunaan, dosis dan efek samping dari penggunaan Thioxanthines.

Mengenai Thiothixene

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Kapsul, injeksi

Kandungan:

Obat antipsikotik

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apakah kegunaan dari obat ini?

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, Thiothixene adalah obat antipsikotik, oleh karenanya, obat ini digunakan untuk mengobati gangguan mental / mood tertentu (seperti skizofrenia). 

Obat ini membantu Anda berpikir lebih jernih, merasa tidak gugup, dan lebih peka dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan obat ini bisa mengurangi agresi dan keinginan untuk menyakiti diri sendiri / orang lain. 

Penggunaan obat ini juga dapat membantu mengurangi halusinasi (seperti mendengar / melihat hal-hal yang tidak ada). Thiothixene adalah obat kejiwaan (tipe antipsikotik) yang bekerja dengan membantu mengembalikan keseimbangan zat alami tertentu (seperti dopamin) di otak.

Dosis dan cara penggunaan obat Thiothixene

Perhatian : Obat ini hanya tersedia dengan resep dokter, obat ini tersedia dalam sediaan:

  • Kapsul: 1 mg, 2 mg, 5 mg, 10 mg, 20 mg
  • Suntikan: 2 mg / ml, 5 mg / ml, 10 mg / ml
  • Konsentrat oral: 5 mg / ml (7% alkohol)

Untuk mengatasi Agitasi (gelisah) akut pada Dewasa: pemberiannya dapat dilakukan dengan cara: 4 mg secara intramuskular. Dengan dosis maksimum adalah 30 mg I.M.(suntikan pada otot) setiap hari. Setelah mencapai dosis maksimal, segera alihkan dengan penggunaan obat minum.

Untuk mengatasi Psikosis (masalah kejiwaan) ringan sampai sedang. Dewasa: dosis awal yang diberikan adalah tablet, 2 mg 3 kali sehari, dapat meningkat secara bertahap menjadi 15 mg setiap hari. Dosis maksimum adalah 60 mg setiap hari.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Untuk mengatasi psikosis berat. Dewasa: Dosis Awal yang diberikan adalah tablet 5 mg 2 kali sehari. Dan dapat meningkat secara bertahap hingga 20 hingga 30 mg setiap hari. Dosis maksimum yang disarankan adalah 60 mg setiap hari.

Pada keadaan apa obat ini tidak bisa digunakan?

Obat ini memiliki Kontraindikasi pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap obat dan pada mereka yang mengalami , koma, depresi Sistem Saraf Pusat (SSP), atau diskrasia darah.

Gunakan secara hati-hati pada pasien geriatrik atau pasien yang lemah; pada mereka dengan riwayat gangguan kejang, penyakit jantung, paparan panas, glaukoma, atau hiperplasia prostat; dan pada mereka yang memiliki gejala kecanduan alkohol.

Apa efek samping yang dihasillkan dari penggunaan obat Thiotixene?

Efek samping yang dihasilkan dari penggunaan obat Thiotixene berbeda-beda tergantung pada sistem-sistem organ di tubuh manusia. Contohnya :

Interaksi obat 

Obat thiotixene dapat berinteraksi dengan obat-obatan lainnya, termasuk:

  • Obat-obatan. Depresan SSP: Meningkatkan depresi SSP. Hindari penggunaanan Thiotixene bersamaan dengan obat lain yang dapat menyebabkan depresi SSP
  • Ramuan obat. Biji Pala: Dapat menyebabkan hilangnya kontrol gejala
  • Obat-makanan. Kafein: Meningkatkan metabolisme obat
  • Obat-gaya hidup. Penggunaan alkohol: Meningkatkan depresi SSP
  • Merokok berat: Meningkatkan metabolisme obat
  • Paparan sinar matahari: Dapat meningkatkan reaksi fotosensitifitas

Perhatian

  • Formulasi cair dan injeksi dapat menyebabkan ruam jika bersentuhan dengan kulit
  • Sebaiknya diminum sesudah makan
  • Encerkan konsentrat dalam 2 hingga 4 ons (60 hngga 120 ml) cairan, sebaiknya diencerkan dengan air putih
  • Suntikan I.M. dapat menyebabkan kerusakan kulit
  • Solusi untuk injeksi mungkin sedikit berubah warna. Jangan gunakan jika terlalu banyak berubah warna atau jika endapan terlihat jelas
  • Lindungi formulasi cairan dari cahaya
  • Penyesuaian dosis mungkin diperlukan saat mengubah dari penggunaan suntikan. ke obat minum atau sebaliknya
  • Obat menyebabkan hasil tes positif palsu untuk porfirin, urobilinogen, amilase, dan asam 5-hidroksiindoleasetat kemih karena penggeluran urin oleh metabolit; sehingga dapat menyebabkan efek kehamilan urin positif palsu dalam tes menggunakan human chorionic gonadotropin sebagai indikator
  • Pantau tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian obat
  • Obat harus dihentikan secara bertahap. Setelah penghentian terapi jangka panjang yang tiba-tiba, pasien mungkin mengalami gastritis, mual, muntah, pusing, tremor, perasaan hangat atau dingin, diaforesis, takikardia, sakit kepala, dan insomnia
  • Periksa pasien secara teratur untuk pergerakan tubuh yang tidak normal (setidaknya sekali setiap 6 bulan)

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Cardoso D, Wakeham J, Shaw PA, Dutton B, Wildman L. Chlorpromazine versus thiothixene for people with schizophrenia. Cochrane Database of Systematic Reviews 2017, Issue 9. Art. No.: CD012790. DOI: 10.1002/14651858.CD012790. Cochrane Library. (https://www.cochranelibrary.com/cdsr/doi/10.1002/14651858.CD012790/full)
Thiothixene (thiothixene) dose, indications, adverse effects, interactions. PDR.net. (https://www.pdr.net/drug-summary/Thiothixene-thiothixene-2297)
Side Effects of Navane (Thiothixene Hcl), Warnings, Uses. RxList. (https://www.rxlist.com/navane-side-effects-drug-center.htm)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Buka di app