Skizofrenia

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 730.152 orang

Apa itu Skizofrenia Paranoid ?

Sebenarnya ada banyak tipe skizofrenia yang sudah diketahui, namun pada pembahasan kali ini, kita akan membahas tentang Skizofrenia Paranoid. Skizofrenia paranoid merupakan skizofrenia yang paling sering terjadi, skizofrenia sendiri merupakan penyakit gangguan otak yang menyerang penderitanya dalam hal berpikir, merasakan, mempersepsikan lingkungan disekitarnya. Skizofrenia termasuk dalam penyakit berbasis kejiwaan. Skizofrenia paranoid adalah gangguan psikotik dimana penderitanya cenderung memiliki waham dan halusinasi. 

Penyebab

Penyebab Skizofrenia paranoid sampai saat ini belum dapat diketahui dengan pasti. Para ahli menduga bahwa kelainan saraf dan transmisi saraf pada otak serta gangguan sistem imun dapat menyebabkan skizofrenia. Namun skizofrenia sendiri sudah banyak dikaitkan dengan faktor faktor resiko, faktor resikonya antara lain:

            •Genetik.

            •Infeksi virus saat masa kandungan.

            •Trauma fisik ataupun psikis di usia muda.

            •Kekurangan oksigen saat proses persalinan.

Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala yang dapat ditimbulkan oleh skizofrenia paranoid adalah:

Gejala positif

            Waham adalah suatu keyakinan seseorang yang berdasarkan Penilaian realitas yang salah, keyakinan yang tidak konsisten dengan tingkat intelektual dan latar belakang budaya, ketidakmampuan merespons stimulus internal dan eksternal melalui proses interaksi/ informasi secara akuat. Jenis waham yang dapat terjadi antara lain:

            •Waham kendali. Yaitu kepercayaan bahwa penderita sedang dikendalikan oleh suatu hal, seperti oleh alien ataupun pemerintah ataupun hal lainnya.

            •Waham kejar. Yaitu kepercayaan bahwa penderita sedang dikejar-kejar oleh seseorang atau banyak orang. Khusus skizofrenia paranoid, maka waham yang paling sering muncul adalah waham kejar dengan keluhan seperti dimata-matai orang asing, perasaan akan dibunuh atau diikuti oleh orang lain, mencurigai pasangan berselingkuh dan lain lain.

            •Waham rujukan. Yaitu kepercayaan bahwa penderita memiliki suatu benda penting yang ditujukan khusus untuk dirinya.

            •Waham kebesaran. Yaitu kepercayaan bahwa penderita memiliki kemampuan luar biasa, posisi penting, atau kekayaan tidak terbatas.

            •Halusinasi adalah terjadinya persepsi dalam kondisi sadar tanpa adanya rangsang nyata terhadap indra. Kualitas dari persepsi itu dirasakan oleh penderita sangat jelas, substansial dan berasal dari luar ruang nyatanya. Contohnya adalah seperti mendengarkan bisikan-bisikan yang sebenarnya tidak ada, melihat benda yang sebenarnya tidak ada ataupun merasakan hal yang sebenarnya tidak ada. 

            •Gangguan perilaku. Penderita skizofrenia biasanya akan mengalami gangguan perilaku seperti cepat emosi, berpakaian tidak wajar, gangguan melakukan aktifitas sehari hari, dan lain lain.

Gejala Negatif seperti tidak ada respon emosi, ekspresi wajah datar, tidak berinteraksi sosial serta ide bunuh diri.

Pemeriksaan

Skizofrenia Paranoid sendiri merupakan penyakit yang harus diperiksakan secara langsung ke dokter guna memastikan apa penyebabnya. Adapun beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan seorang dokter bila Anda terkena skizofrenia paranoid: 

            •Wawancara psikiatri. Wawancara oleh dokter spesialis kedokteran jiwa atau SP.KJ biasanya merupakan langkah penting untuk menentukan diagnosa kejiwaan dikarenakan memang diperlukan pendekatan pendekatan khusus untuk menggali segala informasi yang menyebabkan kecenderungan terjadinya penyakit skizofrenia ini.

            •Pemeriksaan penunjang yang terkait. Tes seperti CT scan untuk melihat kelainan otak dan pembuluh darah otak, urine bila dugaan kecanduan obat-obatan, fungsi organ hati, jantung, ginjal, elektrolit, vitamin, sampai pemeriksaan kehamilan juga bisa dilakukan untuk menghindari kemungkinan penyebab lain.

Pencegahan

Dikarenakan penyebab Skizofrenia Paranoid yang belum diketahui secara pasti, sampai saat ini pencegahan spesifik masih belum diketahui. Namun, hal hal yang dapat dilakukan adalah:

            •Menerapkan pola hidup sehat. Mengonsumsi banyak buah dan sayur serta makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang infeksi.

            •Minum air putih minimal 8 gelas atau setara dengan 2 liter per harinya.

            •Hindari mengonsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol.

            •Kontrol stress.

            •Rutin berolahraga 3-4 kali seminggu dengan intensitas olahraga ringan sampai sedang dan dilakukan 30 – 45 menit sekali olahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

            •Rutin memeriksakan diri ke dokter untuk memeriksakan kesehatan anda secara menyeluruh.

Pengobatan

Pengobatan bagi penderita skizofrenia paranoid membutuhkan kerja sama baik dari pihak tenaga medis, keluarga dan pasien itu sendiri, pengobatannya pada umumnya akan berlangsung jangka panjang yang membutuhkan kontrol rutin untuk memantau perkembangan penyakit yang sedang diderita. Pengobatan yang akan dilakukan bisa berupa:

            •Obat anti-psikotik.

            •Generasi pertama (tipikal) seperti chlorpromazine, haloperidol, fluphenazine, dll bisa diberikan. Perlu diwaspadai efek samping gejala ekstrapiramidal yang dapat ditimbulkan seperti mulut kering, kaku otot, tremor, gerakan repetitif, dan tidak terkontrol. Hentikan pengobatan dan konsultasikan kembali dengan dokter Anda bila mengalami keluhan keluhan tersebut diatas.

            •Generasi kedua (atipikal) seperti clozapine, asenapine, risperidone, quetiapine, olanzapine. Generasi kedua ini lebih cenderung tidak mengalami efek samping gejala ekstrapiramidal.

            •Terapi kelompok. Merupakan terapi dimana dikumpulkan orang orang dari berbagai latar belakang dengan keluhan dan gejala yang sama, sehingga diharapkan saling sharing antar mereka akan membuat penderita skizofrenia dapat berinteraksi sosial dan tidak merasa terisolasi dari kehidupan luar. Tujuan dari terapi kelompok adalah meningkatkan kehidupan sosial sehingga diharapkan penderita skizofrenia dapat menjalani kehidupan seperti pada umumnya.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit