Kenali ​Leukositosis Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 753.484 orang

Topik yang akan kita bahas kali ini ialah mengenai salah satu nama penyakit atau kondisi medis yang bernama Leukositosis. Sebelum kita membahas mengenai leukositosis lebih lanjut, 

apakah diantara kamu ada yang tahu apa itu kondisi medis yang dinamakan leukositosis ? Bila belum, silahkan simak baik baik artikel satu ini untuk menambah informasi dan ilmu pengetahuanmu akan apa itu leukositosis dan faktor apa saja yang menyebabkan seseorang bisa terkena kondisi medis tersebut.

Leukositosis dan Serba Serbinya

Leukositosis ialah suatu keadaan atau kondisi medis dimana sel darah putih atau leukosit yang ada pada tubuh seseorang meningkat terlalu banyak dan melebihi jumlah sel darah putih dalam batasan wajar atau normalnya.

Sel darah putih atau leukosit sendiri memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting dan vital pada tubuh manusia yaitu sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh setiap manusia dalam melindungi tubuh dari berbagai serangan infeksi dan sebagai benteng pertahanan dalam menangkal bakteri, virus, kuman, dan kotoran lain yang memicu penyakit yang melemahkan tubuh. 

Leukosit atau sel darah putih dalam tubuh manusia dapat melindungi dari penyakit dengan cara fagositosis atau memakan penyakit tersebut. Sel darah putih juga banyak diproduksi di sumsum tulang belakang setiap individu manusia.

Dalam menentukan seseorang terkena leukositosis ataupun tidak, sebenarnya tergantung dari berapa usia orang tersebut karena jumlah leukosit atau sel dara putih setiap orang berbeda beda tergantung usia dari orang tersebut. Berikut ialah penjelasan mengenai berapa banyak kadar normal atau jumlah standard sel darah putih seseorang berdasarkan usianya, 

bayi hingga batita (bayi usia dibawah 3 tahun) yang baru lahir umurmnya memiliki jumlah sel darah putih sebanyak 9400 hingga 34ribu sel per microliter darah  (sel/µL darah), batita hingga balita (atau anak usia 3 hingga 5 tahun) biasanya memiliki sel darah putih sebanyak 4rb hingga 12ribu sel per microliter darah  (sel/µL darah), 

anak berusia remaja dengan kisaran umur dibawah 15 tahunan biasanya memiliki sel darah putih sebanyak 3500 hingga 9ribu sel per microliter darah  (sel/µL darah), dan dewasa atau seseorang diatas usia 15 tahunan normalnya memiliki sel darah putih dengan ukuran standard 3500 hingga 10500 sel per microliter darah  (sel/µL darah). Bila tubuh seseorang memproduksi nilai diatas jumlah standar umurnya maka orang tersebut positif mengalami leukositosis.   

Ada beberapa gejala maupun ciri ciri yang juga dapat menandakan bahwa seseorang terkena leukositosis yaitu badan yang terasa lemas, nyeri dan letih, munculnya demam disertai rasa pusing dan terus berkeringat di malam hari, terjadinya memar atau pendarahan, sering merasa kesemutan baik di kaki, tangan dan perut, nafsu makan yang menurun sehingga berat badanpun ikut menurun, adanya gangguan pernafasan serta gangguan berfikir dan melihat.

Leukostosis juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti :

  • Sel darah putih yang meningkat untuk melawan infeksi pada tubuh seseorang
  • Pengaruh obat obatan penambah sel darah putih
  • Infeksi bakteri dan virus
  • Alergi
  • Adanya gangguan di sumsum tulang belakang sehingga produksi sel darah putih terganggu
  • Adanya kelainan sistem kekebalan tubuh
  • Kebiasaan merokok
  • Stress dan depresi
  • Adanya penyakit TBC atau tuberkolosis disertai batuk parah
  • Akibat meminum obat kortikosteroid dan epinephrine
  • Kerusakan beberapa jaringan di dalam tubuh

Dalam mengobati keadaan leukostosis tergantung dari penyebab terjadinya leukositosis itu sendiri. Leukositosis yang banyak disebabkan oleh efek meminum obat obatan tertentu dan infeksi akan sembuh dengan sendirinya bila penyebabnya sudah disembuhkan. Namun bila penyebabnya bukan karena 2 faktor tersebut, 

umumnya dokter yang memeriksamu akan memberikan obat obatan berupa obat pengurang radang dan kadar asam dalam tubuh dan urin, cairan infus intravena untuk menambah kadar elektrolit dalam tubuh paisen serta melakukan tindakan leukapheresis guna mengurangi jumlah sel darah putih yang berlebih dalam tubuh si pasien tersebut.

Untuk itu perlu kamu ingat agar selalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat seperti buah dan sayuran dan higienis, hindari minuman yang disertai pemanis buatan seperti sirup, berolahraga setiap hari dan beristirahat dengan cukup agar metabolisme dalam tubuh bisa terjaga keseimbangannya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit