HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

Tanda-Tanda Ketidaknormalan Cairan Vagina

Dipublish tanggal: Sep 30, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Feb 21, 2020 Waktu baca: 3 menit

Ciri-ciri cairan yang normal pada vagina atau sering disebut dengan keputihan adalah tidak berwarna dan tidak berbau tajam. Fungsi dari cairan ini untuk menjaga keadaan vagina agar selalu bersih dan tidak terjadi infeksi. Gejala terjadinya gangguan pada organ intim bisa dilihat dari kondisi cairan vagina yang tidak normal contohnya berbau tajam. Dibawah ini adalah beberapa perubahan cairan pada vagina yang harus diwaspadai.

Cairan vagina yang normal ditandai dengan warna cairan yang bening atau keputihan dan tidak berbau. Sebenarnya adanya cairan vagina ini mempunyai peran penting untuk menjaga kebersihan organ intim yaitu dengan membawa sel mati dan bakteri keluar dari leher rahim dan sel mati. Biasanya cairan ini akan mengeluarkan bau berbeda saat masa menyusui , ovulasi, atau saat Anda terangsang secara seksual. 

Tetapi perlu diwaspadai ketika cairan vagina sudah sangaat berbau, kental, dan mengalami perubahan warna. Apalagi jika disertai dengan kondisi lain seperti rasa gatal, nyeri dan mengalami pendarahan.

Mengenali Ciri-ciri dan Penyebabnya

Perubahan pada cairan vagina dapat menandakan adanya infeksi vagina. Berhati-hatilah jika :

  • Cairan vagina mengalami perubahan warna yang biasanya berwarna putih dan berubah menjadi kuning kehijauan.
  • Menimbulkan bau yang tajam dan sangat menusuk.
  • Cairan vagina tiba-tiba jumlahnya meningkat dan menggumpal seperti keju.
  • Cairan vagina muncul dan disertai dengan rasa gatal atau nyeri pada bagian kemaluan.
  • Saat berhubungan seks dan saat belum waktunya menstruasi terjadi pendarahan.

Infeksi pada cairan vagina pada dasarnya di sebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri baik dan beberapa penyakit pada vagina. Beberapa dibawah ini menunjukkan secara jelas ketidaknormalan cairan vagina :

Infeksi ini juga dapat disebabkan karena sering menggunakan benda tertentu atau diakibatkan oleh penyakit seperti:

Jika sudah mengetahui ciri-ciri dan penyebab cairan vagina yang abnormal, sekarang Anda harus mengetahui apa saja yang perlu dilakukan selanjutnya.

Apa yang Harus Dilakukan?

Cara terbaik untuk mengetahui apa penyebab perubahan warna dan bau cairan vagina adalah berkonsultasi dengan dokter. 

Beberapa panduan di bawah ini merupakan gejala awal:

Cairan warna putih atau abu-abu dengan aroma amis

Jika Anda mengalami cairan vagina seperti ini, apalagi setelah penetrasi seksual, Anda bisa jadi mengalami vaginosis bakteri atau bacterial vaginosis (BV). Infeksi ini termasuk hal umum dan menyebabkan iritasi atau gatal. Kondisi ini dapat dicegah dengan pemberian antibiotik.

Cairan tebal atau berwarna putih yang diringi rasa gatal

Ini pada dasarnya disebabkan karena infeksi jamur yang mengaibatkan rasa gatal dan nyeri disekitar vagina. Ini tidak menular melalui hubungan seksual, walaupun pasangan akan merasa gatal pada pasangan Anda. Kondisi ini pasti pernah dialami hampir semua wanita dan dapat ditangani oleh obat jamur yang dijual bebas.

Cairan warna kuning, hijau, atau bahkan berbusa

Cairan ini ini pada dasarnya bervolume tinggi, berbau tidak sedap, dan disebabkan oleh trikomoniasis yang merupakan infeksi parasit. Gejala yang ditimbulkan adalah gatal, nyeri, keputihan berwarna kuning kehijauan dan bengkak di sekitar vagina, serta nyeri saat buang air kecil. Jika Anda merasakan gejala seperti di atas segera berkonsultasi ke dokter agar mendapatkan antibiotik.

Cairan vagina yang menyebabkan area di sekitar organ kelamin melepuh

Kondisi ini disebabkan oleh virus herpes yang bisa mengakibatkan nyeri dan kulit di vagina melepuh. Segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan pemeriksaan serta pengobatan yang tepat. 

Cairan abnormal dengan rasa nyeri atau pendarahan

Munculnya penyakit ini diakibatkan oleh klamidia atau gonore dan mengakibatkan nyeri pada kemaluan yang dirasakan pada saat buang air kecil. Setelah berhubungan seks Anda akan mengalami pendarahan. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan radang panggul, infeksi pada ovarium, tuba falopi, dan rahim. Cepat periksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Peringatan untuk Anda jika mengalami gejala seperti di atas dan gejala selalu muncul walupun sudah selesai pengobatan, segera ke dokter agar mendapat pemeriksaan dan pengobatan yang tepat. Dokter akan melakukan analisis cairan vagina agar mengetahui pengobatan seperti apa yang tepat.

Ketidaknormalan cairan vagina sebenarnya bisa diatasi dengan selalu menjaga kebersihan organ intim dengan cara alami. Selain itu gaya hidup sehat sangat diperlukan dalam menjaga kesehatan dan kebersihan organ intim. Menggunakan kondom saat berhubungan seks dan jangan berganti pasangan seksaul supaya tidak terkena penyakit menular seksual.


8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Why do I have so much discharge? 7 causes. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/327379.php)
Vaginal Discharge: Causes, Types, Diagnosis and Treatment. WebMD. (https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal)
WebMD (2018). Vaginal Discharge: What’s Abnormal? (https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app