Staphylococcal Scalded Skin Syndrome : Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: May 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 783.252 orang

Penyakit Staphylococcal Scalded Skin Syndrome atau disingkat SSSS merupakan penyakit inflamasi kulit kronik akibat infeksi bakteri Staphylococcus aureus. 

Penyakit ini menimbulkan jenis kulit yang seperti terbakar dan mengelupas di hampir seluruh bagian tubuh. Penyakit ini banyak muncul pada bayi dan anak-anak akibat pengeluaran toksin bakteri.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Staphylococcus aureus merupakan infeksi yang mudah sekali masuk ke dalam tubuh dan dapat menjadi penyakit. Infeksi yang berkembang tidak hanya menyerang organ di dalam tubuh tetapi juga menyerang kulit. 

Terdapat banyak jenis penyakit kulit akibat infeksi Staphylococcus aureus, Penyakit Staphylococcal Scalded Skin Syndrome merupakan salah satu jenis penyakit yang paling berat.

Bakteri yang masuk ke dalam kulit dapat berjalan dari organ yang sering terinfeksi hidung, telinga, dan mata. Bakteri Staphylococcus aureus mengeluarkan 2 jenis toksin yaitu toksin epidermolitik A dan B. 

Dalam sel epitel  kulit terdapat desmosome sebagai penyambung sel-sel lainnya. Toksin dari bakteri akan mengikat molekul desmosome bernama desmoglein 1.

Saat infeksi bakteri mulai mengikat sel-sel lainnya di kulit, eksotoksin bekerja dengan menginfeksi setiap lapisan kulit sehingga kulit dapat terlihat melepuh. Penyakit ini terjadi pada balita dan anak-anak dan terjadi akibat beberapa faktor resiko antara lain:

  • Imunitas yang lemah
    Balita dan anak-anak masih memiliki daya tahan tubuh yang cukup lemah sehingga rentan sekali terkena infeksi. 
  • Infeksi berulang
    Infeksi bakteri berulang yang terletak di organ lainnya dapat berdampak pada terjadinya infeksi kulit seperti pada Penyakit Staphylococcal Scalded Skin Syndrome   

Gejala Penyakit Staphylococcal Scalded Skin Syndrome

Gejala pada Penyakit Staphylococcal Scalded Skin Syndrome dirasakan mulai di permukaan kulit. Kulit diawali dengan perubahan kulit berupa ruam warna kemerahan yang mulai terlhat di lipatan kulit dan dengan cepat menjadi lepuhan yang berisi cairan. Kulit semakin lama akan mengelupas dan membentuk lapisan merah. Gejala lain yang dapat disertai pada Penyakit Staphylococcal Scalded Skin Syndrome yaitu:

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Thiamycin 500 mg kapsul 1
  • Demam
  • Anak terihat rewel
  • Kemerahan pada kulit yang menetap
  • Cepat lelah
  • Nyeri pada perabaan kulit

Diagnosis Penyakit Staphylococcal Scalded Skin Syndrome

Dokter akan melakukan anamnesis terkait kelihan yang terjadi terutama di kulit dan apakah ada riwayat terkait infeksi sebelumnya. Pemeriksaan dimulai dengan melakukan inspeksi jenis ruam dan lama terjadinya lepuhan di kulit. Dokter juga perlu melakukan beberapa pemeriksaan penunjang lainnya untuk mendapatkan diagnosis pasti berupa:

  • Pemeriksaan darah
    Pemeriksaan darah lengkap dilakukan untuk menlihat adanya perubahan laju endap darah serta peningkatan sel darah putih terkait infeksi. 
  • Biopsi Kulit
    Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel dari kerokan jaringan kulit intraepidermal agar dapat diperiksa di laboratorium untuk melihat jenis bakterinya.

  • Kultur bakteri
    Kultur bakteri dapat dilakukan melalui sampel kulit, darah, dan urin. Munculnya infeksi Penyakit Staphylococcal Scalded Skin Syndrome pada bayi baru lahir dapat ditentukan dengan kultur melalui tali pusat. 

  • PCR
    Pemeriksaan dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) merupakan suatu proses enzimatik untuk mengamplifikasikan urutan DNA. Pemeriksaan ini sangat cocok untuk mendeteksi munculnya eksotoksin Staphylococcus aureus.

Pengobatan Penyakit Staphylococcal Scalded Skin Syndrome

Pengobatan pada Penyakit Staphylococcal Scalded Skin Syndrome didasari oleh usia, riwayat penyakit, keparahan gejala, serta adanya komplikasi yang membatasi kualitas hidup. 

Penanganan pada Penyakit Staphylococcal Scalded Skin Syndrome sebaiknya dilakukan di rumah sakit agar ketersediaan alat dan tenaga medis lebih memadai.

 Pemberian antibiotik menjadi yang paling utama pada kasus infeksi bakteri. Pemberian obat antibiotik dilakukan melalui selang infus untuk mempercepat farmakologi kerja obat untuk membasmi infeksi bakteri.

Pemberian hidrasi diperlukan untuk mencegah dehidrasi dengan pemberian cairan melalui infus. Pemberian makanan juga diberikan melalui pipa nasogastrik dari mulut menuju ke lambung.

Tatalaksana diatas dilakukan hingga kondisi kesehatan membaik atau hingga anak dapat makan. Untuk mengatasi ruam kulit diberikan salep kulit antibiotik. Pemberian obat antinyeri juga dapat diberikan atas indikasi. 

Menjaga kebersihan menjadi salah satu pencegahan utama agar tidak terjadi kekambuhan penyakit atau perkembangan infeksi di dalam tubuh. 


Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit