HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN
Pengobatan

Mengenai Terapi Infus

Dipublish tanggal: Agu 15, 2019 Update terakhir: Feb 25, 2020 Tinjau pada Feb 25, 2020 Waktu baca: 3 menit

Infus mengacu pada pemberian obat-obatan langsung ke dalam pembuluh darah melalui jarum atau kateter. Terapi infus adalah praktik menggunakan infus untuk mengobati pasien yang kondisinya sangat parah sehingga perawatan oral atau injeksi secara berkala tidak efektif.

Penggunaan terapi infus yang paling umum adalah untuk mengobati dehidrasi melalui infus dari kantong berisi air yang mengandung air, garam terlarut, dan elektrolit

Penggunaan lain dari terapi infus termasuk pemberian antibiotik, vitamin, obat antivirus dan obat anti jamur untuk kondisi non-kronis.

Mengapa diberikan obat melalui infus?

Banyak obat infus untuk kondisi kronis dianggap sebagai obat khusus. 

Obat-obatan khusus biasanya memerlukan perawatan khusus untuk hal-hal seperti transportasi dan penyimpanan, dan kebanyakan memiliki harga yang cukup mahal sehingga perawatan ekstra dilakukan untuk memastikan bahwa mereka ditangani dan dikelola dengan baik untuk menghindari penyalahgunaan dan biaya yang akan ditimbulkan untuk pasien, penyedia atau penanggung.

Penyedia obat menyediakan layanan yang sangat pribadi termasuk asupan dan penilaian pasien, pelatihan dan pendidikan tentang obat-obatan yang akan digunakan pasien dan dukungan telepon selama perawatan pasien. 

Peralatan khusus seperti jarum infus, tabung, dan banyak persediaan administrasi (seperti set Intravena, jarum suntik, yang diperlukan untuk terapi infus.

Jenis obat infus

Beberapa contoh obat yang biasa diberikan melalui terapi infus yang sesuai dengan jenis penyakit meliputi:

Proses pemberian infus

Cairan diberikan ke dalam vena melalui set infus yang mencakup plastik atau botol vakum kaca atau kantung yang berisi larutan dan tabung yang menghubungkan botol ke kateter atau jarum di vena pasien.

Instruksi pemberian obat harus diikuti untuk persiapan dan pemberian semua obat tersebut. Cairan yang akan diinfuskan dan laju aliran adalah dengan resep dokter. Dengan infus obat intravena, bahaya ketidakcocokan obat pada pasien dapat berakibat fatal.

Seperti pada pencampuran obat harus dilakukan secara ketat oleh dokter atau praktisi kesehatan yang berpengalaman. Seperti Antibiotik intravena harus dicampur hanya dengan elektrolit. 

Karena efek iritasi lokal pada vena, dosis larutan kalium klorida dan dekstrosa dengan konsentrasi lebih dari 10 persen tidak boleh diberikan melalui vena perifer.

Efek samping bengkak pada area infus

Pembengkakan pada bagian di sekitar dan distal ke tempat injeksi dapat menunjukkan bahwa ujung kateter atau jarum berada di jaringan subkutan dan bukan di vena.

Cairan mungkin menyusup ke ruang jaringan. Kondisi ini diperlukan penarikan dan jarung dikeluarkan. 

Efek samping seperti kemerahan, pembengkakan, panas, dan nyeri di sekitar vena di tempat injeksi atau proksimal dapat mengindikasikan tromboflebitis. Infus harus dihentikan dan kondisi peradangan diobati, serta pemberian infus harus dilakukan di vena lainnya.  

Infus intravena harus dihentikan atau cairan infus diisi kembali ketika larutan yang diberikan habis. Pembekuan darah di kateter dapat terjadi ketika infus kosong atau tidak dialiri cairan.

Efek samping lainnya

Efek samping lainnya pada pemberian infus dapat timbul pada jenis obat berbeda, Tetapi pada kasus yang ditemukan seperti adanya infeksi. 

Infeksi merupakan efek samping yang dapat berakibat fatal karena aliran tumpangan darah yang juga membawa cairan obat yang masuk melalui infus dapat menyebar ke pembuluh darah disekitar dan ke seluruh tubuh yang menyebabkan bengkak dan demam

Maka itu diperlukan peralatan steril dan pemantauan kebersihan melalui praktisi kesehatan lainnya guna mencegah infeksi.

Efek samping lainnya yaitu berupa penggumpalan darah yang dapat merusak jaringan terutama pada pemberian obat dengan kepadatan yang tinggi. Resiko trombosis vena dalam menjadi persoalan baru pada terapi infus yang harus dihindari. 


17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Preparing for IVIG Infusion Therapy. The American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI). (https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/immune-deficiencies-library/ivig)
What Is Infusion Therapy? Altus Infusion. (https://www.altusinfusion.com/what-is-infusion-therapy/)
IV Drug Infusion FAQs: Guidelines, Treatment, Conditions. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/iv_drug_infusion_faqs/article.htm)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app