Serviks Stroberi (Trikomoniasis) - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 27, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.015.194 orang

Serviks atau mulut rahim adalah bagian bawah rahim Anda yang sedikit menonjol ke dalam vagina. Serviks stroberi adalah suatu kondisi akibat infeksi menular seksual dimana permukaan serviks menjadi teriritasi dan diselimuti titik-titik merah kecil.

Titik-titik merah yang tampak pada serviks stroberi sebenarnya adalah pendarahan pembuluh darah kecil (kapiler). Ketika ini terjadi pada leher rahim, istilah medis untuk serviks strawberi adalah "colpitis macularis."

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Serviks stroberi bukanlah sesuatu yang dapat Anda lihat sendiri. Bahkan, dokter Anda mungkin tidak dapat mengidentifikasi hal itu saat melakukan pemeriksaan panggul rutin. Kondisi ini dapat dilihat dengan bantuan alat pembesar khusus yang dinamakan colposcope. 

Dokter Anda dapat melakukan kolposkopi untuk memeriksa gejala seperti keputihan yang tidak biasa.

Apa yang menyebabkan terjadinya Serviks Stroberi?

Serviks stroberi adalah manifestasi klinis dari trikomoniasis yang disebabkan oleh protozoa Trichomonas vaginalis (T. vaginalis). Kondisi ini adalah penyakit menular seksual yang cukup sering ditemukan di seluruh dunia. Waktu antara terpapar parasit dan muncul gejala infeksi dapat berkisar 5 hingga 28 hari.

Risiko Anda mengalami serviks stroberi meningkat jika Anda memiliki:

  • riwayat infeksi menular seksual sebelumnya
  • banyak pasangan seksual
  • hubungan seks tanpa kondom

Gejala lain yang berhubungan dengan Serviks Stroberi

Beberapa wanita mengalami serviks stroberi tanpa mengalami gejala lain. Ketika gejala muncul, gejalanya meliputi:

  • Muncul keputihan berwarna kuning, abu-abu, atau kehijauan
  • Keputihan seperti krim atau berbusa
  • Keputihan yang berbau busuk atau amis
  • Sensasi gatal atau terbakar pada vagina
  • Perdarahan selama atau setelah melakukan hubungan intim
  • Rasa sakit saat berhubungan intim
  • Serviks sensitif (serviks rapuh)
  • Peradangan serviks (servisitis)
  • Peradangan vagina (vaginitis)
  • Kemerahan pada vulva
  • Sering buang air kecil atau nyeri saat buang air kecil
  • Sakit perut bagian bawah

Gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh beberapa kondisi yang berbeda, jadi penting untuk memeriksakan diri ke dokter untuk menentukan diagnosis yang akurat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Bagaimana cara mencegah terjadinya Serviks Stroberi?

Serviks stroberi adalah tanda klinis yang khas dari penyakit menular seksual trikomoniasis. Tentu saja kondisi ini dapat dicegah dengan menjalani aktivitas seksual yang aman. 

Anda dapat melakukan aktivitas seksual yang aman dengan cara tidak berganti-ganti pasangan dan menggunakan kondom untuk mencegah tertular atau menularkan kondisi ini.

Bagaimana cara mengatasi Serviks Stroberi?

Diagnosa

Serviks stroberi jarang ditemukan selama pemeriksaan panggul rutin tetapi dapat dideteksi selama kolposkopi. Kolposkopi dapat membantu memberikan tampilan leher rahim yang lebih jelas.  Pada saat yang sama, dokter mungkin akan menyeka vagina untuk mengambil sampel cairan vagina untuk dikirim ke laboratorium.

Pemeriksaan cairan vagina dapat membantu dokter untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain yang memiliki gejala serupa dengan trikomoniasis.

Serviks stroberi adalah gejala khas dari trikomoniasis. Namun untuk mengkonfirmasi bahwa gejala serviks stroberi dan gejala lainnya tidak disebabkan oleh kondisi lain, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium. 

Pemeriksaan laboratorium yang dapat membantu menegakkan diagnosis trikomoniasis adalah :

  • Pemeriksaan pH: Trikomoniasis biasanya (walaupun tetapi tidak selalu), dapat menyebabkan tingkat pH naik (basa).
  • Pemeriksaan penciuman (whiff test): Pada sekitar setengah dari cairan vagina wanita yang menderita trikomoniasis akan mengeluarkan bau amis yang khas.
  • Wet mount: Dokter akan memeriksa cairan vagina di bawah mikroskop. Jika cairan vagina mengandung sel epitel vagina skuamosa dengan batas yang jelas, dengan inti yang terlihat, dan penampilan yang relatif bersih, maka ini menunjukkan trikomoniasis. Terkadang parasit Trichomonas vaginalis itu sendiri bisa terlihat.

Tes-tes ini juga dapat membantu mengesampingkan kondisi lain, seperti vaginosis bakterial dan kandidiasis vulvovaginal, yang menunjukkan gejala yang serupa dengan trikomoniasis.

Pengobatan Trikomoniasis

Trikomoniasis diobati dengan antibiotik oral metronidazole atau tinidazole : Obat-obatan ini dapat diambil dalam satu dosis besar. Jika tubuh tidak merespons terhadap pengobatan, dokter mungkin akan meresepkan dosis yang lebih tinggi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah mengkonsumsi obat adalah :

  • Alkohol tidak boleh dikonsumsi selama 24 hingga 72 jam setelah minum obat.
  • Metronidazole adalah obat pilihan yang digunakan selama kehamilan.
  • Anda harus menghindari hubungan seksual sampai semua gejala Anda hilang. Untuk mencegah infeksi ulang, pasangan seksual Anda harus diuji dan diobati, bahkan jika mereka tidak memiliki gejala.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit