Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Roseola: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: NOV 11, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 2.014.740 orang

Munculnya ruam pada anak-anak tentu membuat Anda sebagai orang tua merasa khawatir. Yang menjadi masalah adalah munculnya ruam pada anak-anak bisa disebabkan oleh berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah penyakit roseola infantum.

Apa itu roseola infantum?

Roseola infantum adalah infeksi virus ringan tapi cenderung menular. Roseola kadang-kadang dikenal sebagai 'campak pada bayi'.

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Cefspan 100mg cap 1

Secara umum, infeksi roseola infantum dapat menyebabkan demam dan ruam pada bayi maupun anak kecil. Roseola infantum disebabkan oleh virus dari kelompok herpes, tetapi tidak menyebabkan infeksi herpes pada umumnya. 

Roseola biasanya berlangsung sekitar empat hari dan hampir tidak pernah memerlukan perawatan medis. Kebanyakan gejala sangat ringan sehingga orang tua bahkan tidak menyadari anak mereka terinfeksi virus. Roseola umumnya menyerang anak-anak berusia antara 6 bulan sampai 2 tahun. Namun, sekitar 95% anak-anak telah terinfeksi roseola pada usia dua tahun. 

Mengenai roseola infantum

Penyebab

Penyebab roseola infantum yang paling utama adalah infeksi virus. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, roseola dapat terjadi akibat infeksi virus kelompok herpes. Namun, virus ini tidak menyebabkan herpes yang menjadi penyakit menular seksual.

Roseola termsuk penyakit menular, artinya dapat menyebar dari satu orang ke orang lain.Penyakit ini disebarkan melalui cairan di udara dari batuk atau bersin.

Anak-anak yang terkena roseola hanya dapat menyebarkan infeksi sebelum demam dan/atau saat ruam muncul. Setelah gejala roseola muncul, mereka tidak lagi berpotensi untuk menularkan penyakitnya pada anak-anak  yang lain.

Gejala

Jika anak Anda terkena roseola, mereka mungkin akan mengalami demam tinggi secara tiba-tiba. Kondisi ini umumnya berlangsung selama 3-5 hari. Setelah suhu tubuh anak kembali normal, biasanya timbul ruam merah pada lengan dan kaki anak. Ruam tersebut berlangsung selama 2 hari dan berubah menjadi putih (blanches) ketika ditekan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Namun, beberapa anak lainnya tidak mengalami ruam-ruam merah, meskipun tetap terkena demam tinggi. Bahkan, suhu tubuh anak bisa tiba-tiba mendadak tinggi dan menyebabkan kejang demam (stip akibat kejang). Jika kejang demam terjadi, segera bawa si kecil ke dokter anak terdekat untuk menghentikan kejang. Terutama jika anak Anda masih berusia di bawah 1 tahun. Sebab jika tidak, hal ini dapat menyebabkan gangguan fungsi otak anak di kemudian hari.

Pencegahan roseola

Roseola termasuk penyakit menular. Tahap penularan Roseola terjadi sebelum gejala muncul, sehingga sulit untuk mencegah penyebarannya ke orang lain.

Sayangnya, sampai saat ini belum diketahui dengan jelas cara mencegah penyebaran roseola. Begitu juga dengan vaksin, belum ada satupun vaksin yang dapat mengobati penyakit akibat infeksi ini.

Namun setidaknya, Anda dapat mengurangi penyebaran virus roseola pada anak dengan mengajarkannya soal kebersihan tubuh. Beri tahukan anak mengenai cara menjaga kebersihan tangan, terutama saat batuk atau bersin. Hindari menutupi mulut dengan tangan saat batuk atau bersin. Gunakan saputangan yang bersih untuk menutupi mulut.

Atau bisa juga dengan mengarahkan kepala ke bagian dalam lengan atau arah ketiak saat batuk maupun bersin. Cara ini dapat membantu mencegah penularan virus roseola dari satu anak ke anak yang lainnya.

Pengobatan roseola

Pada sebagian besar kasus, roseola tidak memerlukan perawatan medis. Pengobatannya biasanya hanya sebatas untuk meringankan gejala yang muncul. Salah satunya adalah pemberian paracetamol guna mengurangi demam tinggi. Dengan begitu, anak jadi lebih nyaman dan tidak rewel saat terkena roseola.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Selain itu, pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan anak Anda setiap hari. Caranya dengan memberikan air putih, ASI, atau susu formula supaya anak tetap terhidrasi saat demam.

Kebanyakan orang tua mungkin berpikir bahwa saat anak mengalami demam, maka mereka membutuhkan antibiotik. Tapi perlu diingat bahwa pada kasus infeksi roseola, antibiotik sebaiknya tidak diberikan. Antibiotik tidak mampu mengobati demam akibat infeksi virus.

Walaupun pada kebanyakan kasus roseola infantum tidak perlu diobati seperti yang dibahas diatas. Tetapi, ada baiknya segera bawa anak ke dokter untuk mencegah gejalanya semakin parah. Terlebih bila si kecil mengalami gejala berikut ini:

  • Lesu
  • Mudah mengantuk hingga sulit dibangunkan (sangat mengantuk, sulit untuk bangun)
  • Tidak mau minum
  • Demam tidak membaik setelah 48 jam
  • Kejang yang berlangsung kurang dari 5menit.

Sementara itu, jangan tunda lagi untuk panggil ambulans jika:

  • anak mengalami kejang yang berlangsung lebih dari 5 menit
  • anak tidak bangun setelah kejang
  • anak tampak sangat kesakitan setelah kejang.

Hati-hati saat si kecil sakit dengan gejala demam dan ruam kulit, yaitu berupa bintik-bintik merah terang atau memar yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, kemudian tidak berubah menjadi warna kulit (pucat) saat ditekan. Hal ini dikhawatirkan menjadi tanda infeksi meningokokus. Ruam merah juga bisa menjadi tanda DBD, sehingga harus diperiksakan ke dokter untuk memastikannya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit