Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Kejang Demam - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: SEP 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.094.113 orang

Kejang Demam yang terjadi pada anak merupakan akibat dari kenaikan suhu tubuh yang terjadi secara mendadak dan drastis. 

Kondisi tersebut akan terjadi saat anak-anak menderita sebuah infeksi dan umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 3 tahun.

Kejang ini juga termasuk bagian dari respon otak anak terhadap demam. Biasanya akan terjadi saat hari pertama demam, tapi setelah demam sudah mencapai suhu tinggi maka risiko kejang akan mulai menurun. Dalam beberapa hal kejang ini akan membuat orang tua menjadi panik.

Kejang seperti ini juga termasuk kejang yang tidak membahayakan, tapi jika terlambat penanganannya akan berdampak fatal. 

Oleh karena itu sebagai orang tua baiknya mengetahui cara yang tepat untuk menangani penyakit yang terjadi pada anak tersebut.

Segera Bawa Anak Ke Dokter

Meskipun terlihat mengerikan, namun kejang demam bukanlah hal yang sangat berbahaya bagi anak Anda. Ada beberapa faktor juga yang memperbesar risiko tersebut. Seperti faktor keturunan dan faktor usia.

Oleh karena itu sebagai orang tua juga baiknya mengetahui cara tepat dalam penanganan hal tersebut. Salah satu cara dengan membawa anak ke dokter dan memeriksakannya. 

Karena pada banyaknya kasus, kejang demam dapat berhenti dengan sendiri setelah beberapa menit.

Namun untuk melindungi anak dari cedera selama anak masih mengalami kejang demam, selain membawa anak ke dokter, orang tua juga dapat melakukan beberapa penanganan lainnya. Seperti:

  • Membaringkan anak di lantai
  • Memiringkan posisi tubuh
  • Melonggarkan pakaian anak
  • Jangan menaruh apapun pada mulut anak
  • Hitung durasi saat terjadi kejang & perhatikan tingkah lakunya

Saat membaringkan anak di lantai, rebahkan pada pangkuan Anda dengan posisi wajah bayi yang menghadap ke atas dan jangan menahan bagian tubuh dari anak. 

Sedangkan saat memiringkan posisi tubuh anak dilakukan supaya lebih mudah muntah dan air liur dapat keluar dan mencegah lidah menyumbat saluran pernafasan.

Ketahui Penyebab Kejang Demam

Kejang demam sendiri terjadi karena adanya kenaikan atau lonjakan suhu tubuh anak secara drastis dan terjadi saat anak mengalami demam. Pemicu atau penyebab terjadinya kemungkinan karena imunisasi dan infeksi.

Pada beberapa anak yang diberikan imunisasi biasanya akan menimbulkan peningkatan suhu tubuh dan dapat memicu kejang demam yang terjadi pada anak. Sedangkan infeksi bisa diakibatkan oleh bakteri atau virus.

Untuk hasil diagnosis infeksi dari dokter dapat melalui hasil pemeriksaan fungsi lumbal, darah dan urine. Tapi untuk penderita yang sudah kompleks, 

biasanya dokter akan menambahkan metode pemeriksaan melalui EEG atau elektroensefalografi.

Kejang demam bisa dikategorikan menjadi 2, seperti kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks. Pada kejang demam sederhana akan memiliki durasi beberapa detik sampai kurang dari 15 menit. Kejang juga akan terjadi pada semua bagian tubuh dan tidak akan terulang setelah 24 jam.

Untuk kejang demam kompleks akan terjadi selama 15 menit atau lebih, hanya terjadi pada salah satu bagian tubuh serta dapat terulang kembali dalam 24 jam berikutnya.

Risiko Kejang Demam yang Lebih Besar

Kejang demam pada anak tergolong sering dan tidak jarang mengakibatkan kecacatan atau kerusakan otak. Kondisi tersebut juga bukan termasuk tanda-tanda dari penyakit epilepsi

Tapi pada anak yang sudah pernah mengalami kejang sebelumnya, maka risiko untuk kejang lagi menjadi lebih besar.

Mulai dari jeda awal demam dan terjadinya kejang menjadi lebih singkat. Pada kejang pertama, biasanya terjadi akibat demam ringan. 

Sedangkan anak akan mengalami kejang demam pertamanya saat usia 15 bulan ke bawah. Bisa juga akibat dari salah satu anggota keluarga yang sudah pernah mengalami kejang, jadi anak menjadi berisiko lebih besar terkena komplikasi.

Untuk ciri-cirinya dapat dilihat dari anak yang mulai berkeringat dan hilang kesadaran. Kaki dan tangannya kejang, demam tinggi atau mencapai 380°C dan terkadang akan keluar bisa dari mulut.

Matanya mulai terbalik dan setelah kejang demam mulai reda, anak akan terlihat mengantuk kemudian tertidur. Oleh karena itu orang tua harus mengetahui penyebab, gejala, ciri-ciri dan cara penanganannya yang tepat.


Referensi

Baby Center. Febrile seizures in babies.

Baby Center. Seizure.

Chung, S. (2014). Febrile seizures. Korean Journal of Pediatrics (italic). 57(9). pp. 384–395.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit