HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. SCIENTIA INUKIRANA
Ditinjau oleh
DR. SCIENTIA INUKIRANA

Profungal: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 24, 2020 Tinjau pada Sep 2, 2019 Waktu baca: 5 menit

Profungal adalah obat anti jamur yang digunakan terutama untuk terapi kandidiasis vagina dan untuk dermatofitosis (jamur yang paling banyak menginfeksi tubuh). Profungal mengandung ketoconazole, obat yang termasuk golongan imidazole sintetik. Berikut ini adalah informasi lengkap profungal yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Mengenai Profungal

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

profungal dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Dos 5 x 10 tablet 200 mg
  • Profungal cream : tube 5 gram dan 15 gram cream 2 %
  • Profungal scalp : 80 ml scalp solution 2 %

Kandungan

tiap kemasan profungal mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Ketoconazole 200 mg / tablet
  • Ketoconazole 20 mg / gram cream
  • Ketoconazole 20 mg / ml scalp solution

Manfaat profungal

Berikut ini adalah beberapa kegunaan profungal (ketoconazole) :

  • Profungal (ketoconazole) digunakan sebagai obat anti jamur pada kulit dan selaput mukosa, seperti athlete’s foot, kurap, infeksi dermatofita pada kulit atau kuku tangan (tidak pada kuku kaki), kandidiasis (infeksi jamur atau sariawan), dan tinea versikolor.
  • Sebagai antijamur sistemik, obat ini memiliki aktivitas terhadap berbagai jenis jamur, seperti Candida, Histoplasma, Coccidioides, dan Blastomyces (meskipun tidak aktif terhadap Aspergillus). Namun, di beberapa negara tidak lagi dipilih sebagai obat anti jamur sistemik lini pertama, karena memiliki efek toksisitas lebih besar, penyerapan yang buruk, dan spektrum yang lebih terbatas.
  • Ketoconazole memiliki aktivitas sebagai antiandrogen dan efek antiglukokortikoid, yang telah digunakan sebagai pengobatan lini kedua untuk kanker prostat dan untuk menekan sintesis glukokortikoid dalam pengobatan cushing sindrom.
  • Dermatitis seboroik dan ketombe

Efek samping profungal

Berikut adalah beberapa efek samping profungal (ketoconazole) :

  • Efek samping ketoconazole yang umum diantaranya mual, muntah, nyeri perut.
  • Efek samping yang lebih jarang misalnya  sakit kepala, ruam, urtikaria (biduran), pruritus (gatal), trombositopenia, paresthesia (kesemutan), fotofobia (silau), alopesia (kebotakan), ginekomastia, pemanjangan gelombang jantung (QT), peningkatan serum hati dan oligospermia.
  • Pada Juli 2013, FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengeluarkan peringatan bahwa ketoconazole pil dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah dan masalah kelenjar adrenal. mereka menyarankan untuk tidak menggunakan obat ini sebagai pengobatan lini pertama untuk infeksi jamur apapun. Gunakan obat ini hanya jika terapi antijamur alternatif tidak tersedia atau tidak memberikan hasil yang baik.

Dosis profungal

Profungal (ketoconazole) diberikan dengan dosis sebagai berikut :

profungal tablet : 

  • Dewasa : 200 mg/hari. Durasi pengobatan untuk 2-3minggu atau hingga infeksi sembuh. Jika setelah 3 minggu setelah gejala tidak hilang kombinasi antijamur lain diperlukan. Dosis maksimal harian 400mg/hari.
  • Anak  lebih dari 2 tahun : 3-6,6 mg / kg bb / hari. Obat diberikan sebagai dosis tunggal atau dalam dosis terbagi.
  • Kandidiasis vaginal resisten yang kronis : 400 mg / hari. Pengobatan dilakukan minimal 5 hari. Evaluasi pengobatan hingga infeksi menghilang. pengobatan harus dilakukan kedua pasangan seksual.
  • Obat diberikan bersama makanan.

profungal cream :

  • Oleskan pada tempat infeksi 1-2 x sehari setelah mandi.
  • lama durasi pengobatan tergantung pada jamur penyebabnya
  • infeksi jamur ragi : 2-3 minggu, Tinea cruris (pada selangkangan, alat kelamin hingga bokong) 2-4minggu, Tinea corporis (seluruh tubuh) 3-4minggu, Tinea pedis (kaki) 4-6minggu.
  • Infeksi panu 2-3minggu

profungal Scalp solution :

  • seborrhoeic dermatitis dan ketombe : 2 x seminggu selama 2-4 minggu.
  • pitiriasis versicolor : 1 x sehari maksimum 5 hari.
  • Pengobatan dan pencegahan panu : oleskan di tempat infeksi 1 x sehari selama 5 hari.

Interaksi obat

Berikut adalah interaksi obat yang mengandung ketoconazole termasuk profungal dengan obat-obat lain :

  • Ketoconazole dapat meningkatkan konsentrasi plasma obat-obat berikut sehingga meningkatkan efek farmakologisnya dan berpotensi meningkatkan toksisitasnya : vardenafil, tadalafil, sildenafil, kortikosteroid, mometason inhalasi, budesonid oral dan inhalasi, metilprednisolon, ritonavir, indinavir, saquinavir, teofilin, alprazolam, midazolam, karbamazepin, fenitoin, silostazol, aripiprazol, loratadine, tolteradin, dihidropiridin, solifenasin, takrolimus, sirolimus, sinakalset, siklosporin, felodipin, mizolastin, mirtazepin, alfentanil, buprenorfin, erlotinib, imatinib, eletriptan, ivabradin, galantamin, dan eplerenon.
  • Jika diberikan bersamaan dengan obat-obat berikut, konsentrasi plasma ketoconazole berkurang sehingga menurunkan efek farmakologisnya : fenitoin, antimuskarinik, nevirapin, antagonis histamin H2, penghambat pompa proton dan sukralfatisoniazid, dan rifampisin.
  • Jika diberikan bersamaan dengan obat-obat berikut, konsentrasi plasma ketoconazole meningkat sehingga potensi efek sampingnya meningkat : amprenavir, dan ritonavir.
  • Ketoconazole meningkatkan resiko miopati jika diberikan bersamaan dengan simvastatin.
  • Ketoconazole meningkatkan efek antikoagulan kumarin.
  • Ketoconazole meningkatkan resiko aritmia ventrikular jika diberikan bersamaan dengan dofetilide, quinidine, pimozide, cisapride, metadon, disopiramid, dronedarone, ranolazine dan domperidon.
  • Bisa terjadi kegagalan kontrasepsi jika ketoconazole diberikan bersama estrogen.

Kontraindikasi

  • Jangan menggunakan ketoconazole untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif  (alergi) pada ketoconazole atau obat golongan imidazole lainnya.
  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki gangguan hati berat dan pasien yang sedang diterapi dengan terfenadin atau astemizol.
  • Tidak boleh digunakan untuk meningitis karena jamur.
  • kehamilan dengan sindroma cushing

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat ini adalah sebagai berikut :

  • Obat oral diberikan bersama makanan untuk memaksimalkan penyerapan.
  • Pemakaian harus dihentikan jika muncul ruam kulit atau tanda lain yang menunjukkan reaksi alergi.
  • Obat ini bisa menyebabkan pusing dan mengantuk, jangan mengemudi atau menyalakan mesin saat menggunakan obat ini.
  • Ketoconazole pada pemberian oral diabsorpsi jauh lebih baik dibandingkan dengan golongan imidazole lainnya. Namun obat ini memiliki efek hepatotoksisitas yang parah. Resiko terbentuknya hepatitis lebih besar jika diberikan lebih dari 14 hari. Untuk pemberian secara oral, diperlukan pengamatan klinik untuk memeriksa kondisi hati.
  • Ketoconazole telah diketahui ikut diekskresikan dalam air susu ibu. Ibu menyusui sebaiknya memilih obat anti jamur yang lebih aman.

Penggunaan Profungal oleh wanita hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan ketoconazole kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Penelitian pada hewan memang tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Namun fakta bahwa obat ini telah menunjukkan efek buruk pada janin hewan harus menjadi perhatian serius jika ingin menggunakan profungal untuk wanita hamil. Disarankan hanya digunakan jika tidak ada pilihan lain yang lebih aman.

Namun pada sediaan topikal seperti krim, shampoo, busa, dan gel yang diaplikasikan pada kulit, obat ini relatif aman digunakan oleh wanita hamil.

 


27 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Norris JF, Cunliffe WJ. Effect of Ketoconazole on Sebum Excretion Rate. Arch Dermatol. 1987;123(3):301. doi:10.1001/archderm.1987.01660270033010. JAMA Network. (https://jamanetwork.com/journals/jamadermatology/article-abstract/548033)
Ketoconazole: A Review of its Therapeutic Efficacy in Superficial and Systemic Fungal Infections. Springer Link. (https://link.springer.com/article/10.2165/00003495-198223010-00001)
Ketoconazole 2% w/w Shampoo - Summary of Product Characteristics. electronic medicines compendium (emc). (https://www.medicines.org.uk/emc/product/4559/smpc)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app