Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR. VINA SETIAWAN

Kanker Payudara: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Update terakhir: SEP 18, 2019 Tinjau pada SEP 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.543.551 orang

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit ganas di dunia yang muncul pada jaringan payudara dan diderita oleh para wanita. Beberapa negara di benua Asia salah satunya Indonesia, telah tercatat sebagai negara yang penduduknya memiliki kasus kanker payudara dengan persentase yang cukup tinggi. 

Rendahnya pengetahuan masyarakat akan informasi dan pemeriksaan dini kanker payudara dapat menjadi faktor utama pemicu penyakit tersebut. Pengenalan mengenai kanker payudara dari dokter atau tenaga kesehatan secara dini memperbaiki kualitas hidup dengan pemeriksaan atau terapi dini. 

Gejala dan diagnosa sangat menentukan apakah sel kanker telah terbentuk dan apa saja penanganan yang perlu dilakukan.

Penyebab Kanker Payudara

Tidak asing didengar bahwa faktor pemicu kanker payudara adalah berawal dari adanya riwayat keluarga sebelumnya yang terkena kanker. Secara fakta dibenarkan bahwa mutasi gen berperan pada pembentukan sel kanker. 

Struktur genetika dari anggota keluarga dengan kanker payudara memicu munculnya kasus yang sama pada keturunan lain. Insiden lebih meningkat pada wanita usia sekitar 50 tahun keatas.

Faktor tersering kedua adalah lingkungan. Faktor lingkungan sekitar meningkatkan resiko kanker payudara mencapai 80%. Ini terkait oleh hormon estrogen yang meningkat pada wanita. 

Kelainan dasar yang dialami adalah menstruasi muda, menopause lambat, obesitas, melahirkan anak pada usia tua, alkohol, stres, dan konsumsi makanan berlemak.

Gejala Kanker Payudara

Secara singkat kanker dibagi menjadi 4 stadium dan tingkat metastase. Sel kanker yang tumbuh di payudara secara perlahan berkembang dan menyebar sesuai aliran darah menuju kelenjar getah bening, dan ke bagian tubuh lainnya. 

Beberapa gejala umum yang dirasakan bila seseorang terkena kanker payudara adalah teraba benjolan di payudara sisi depan atau samping yang keras dengan ukuran bervariasi. 

Kanker yang telah membesar dan menyebar ke kelenjar getah bening dekat ketiak akan terasa hangat dan keras yang berarti telah terjadi peradangan

Gejala lain yang dapat timbul antara lain, darah keluar dari puting susu, bercak merah sekitar puting susu, kerutan di kulit payudara, dan nyeri payudara ( kondisi ini jarang terjadi).

Pemeriksaan Kanker Payudara

Metode pemeriksaan kanker payudara didasari dua cara, yaitu dengan mengenal faktor resiko dan pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan peningkatan insiden kanker payudara

Cara lain adalah  melalui skrining payudara untuk memeriksa apakah ada sel kanker atau kelainan lain yang mungkin terjadi. Pada pemeriksaan fisik dokter akan memeriksa payudara anda untuk memastikan lokasi dan keras lunaknya kanker. 

Dokter akan menanyakan apakah ada keluhan lain diluar payudara. Ini dapat menjadikan diagnosis banding atau kecurigaan adanya penyebaran ke organ-organ lain.

Iklan dari HonestDocs
Beli MASKER N95 3M 8210 via HonestDocs

Gunakan masker ini untuk kegiatan sehari-hari pada waktu kepekatan polusi udara meningkat. Selain itu, masker ini dapat digunakan oleh pekerja konstruksi dan juga petugas kesehatan. GRATIS ongkir untuk minimal pembelanjaan Rp50.000!

Pemeriksaan skrining dilakukan dengan mamografi. Teknik mamografi menggunakan tenaga sinar X untuk mendiagnosa kanker payudara. Skrining dilakukan mulai usia 40 tahun dan dikerjakan pada hari pertama masa menstruasi

Metode skrining lain adalah dengan USG payudara yang dapat dikombinasikan dengan mamografi untuk memberikan presentasi akurasi lebih tinggi. Pencitraan lebih detil adalah dengan MRI dan CT-scan, sayangnya harga pemeriksaan terserbut  lebih mahal dan membutuhkan persiapan waktu yang lebih lama.

Pemeriksaan yang lebih kompleks adalah dengan teknik biopsi kelenjar sentinel dengan mengangkat kelenjar getah bening untuk dilakukan pemeriksaan patologi.  Teknik biopsi lain yang sering digunakan adalah biopsi jarum halus (FNAB) dan Core biopsy. 

Teknik skrining tersebut hanya dilakukan oleh dokter spesialis yang berpengalaman di bidang onkologi.

Penanganan Kanker Payudara

Bila ditemukan adanya sel kanker melalui pemeriksaan fisik dan skrining payudara, maka perlu penanganan segera sesuai dengan stadium kanker payudara yang sedang dialami. 

Penanganan kanker payudara perlu didasari status komprehensif dengan dokter bedah. Penanganan kanker payudara dapat saja menimbulkan efek samping yang dipertimbangkan dengan usia.

Teknik utama penanganan kanker payudara adalah dengan pembedahan atau mastektomi. Mastektomi dibedakan pula tekniknya sesuai dengan derajat kanker dan sampai mana penyebaran sel kanker itu terjadi. 

Selain mastektomi, terdapat teknik bernama BCT (Breast Conserving Therapy). Operasi BCT dilakukan dengan mempertahankan bentuk payudara.

Terapi dengan obat-obatan juga dapat dilakukan yakni dengan kemoterapi. Kombinasi obat-obatan antikanker dikonsumsi sesuai siklus tertentu. Obat kemoterapi terdiri dari kombinasi obat yang bekerja menekan sel kanker. Salah satu obat yang sering digunakan yaitu Cyclophospamide, Methotrexate, dan Doxorubin.

Tidak ada salahnya mengenali lebih dalam tentang infromasi mengenai kanker payudara, mulai dari faktor resiko hingga terapi yang perlu pertimbangan lebih lanjut. Menjaga kondisi kesehatan adalah cara awal yang untuk menjaga kualitas hidup yang lebih baik dan mengurangi resiko kanker payudara. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit