HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Penyakit Uremia - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Apr 17, 2019 Update terakhir: Mar 17, 2020 Waktu baca: 3 menit

Uremia terjadi ketika ginjal menjadi rusak. Racun-racun dan produk limbah tubuh, yang biasanya dikeluarkan ginjal dalam bentuk urine akan berada di aliran darah. Racun ini dikenal sebagai kreatinin dan urea.

Uremia adalah kondisi serius dan, jika tidak diobati, dapat mengancam jiwa. Uremia merupakan gejala utama dari kondisi gagal ginjal. Uremia juga merupakan tanda tahapan terakhir pada penyakit ginjal kronis.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Apakah penyebab Uremia?

Uremia disebabkan oleh kerusakan ekstrem dan bersifat ireversibel pada organ ginjal. Kondisi ini biasanya merupakan akibat dari penyakit ginjal kronis. 

Ginjal tidak lagi dapat menyaring limbah dari tubuh dan membuangnya melalui urin. Akan tetapi, limbah tersebut masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan kondisi yang berpotensi mengancam jiwa.

Penyebab penyakit ginjal kronis dapat meliputi:

Tanda dan gejala Uremia

Pada awal penyakit ginjal kronis, Anda mungkin tidak melihat gejala apa pun. Namun, pada saat terdapat kondisi uremia, hal ini menandai bahwa ginjal sudah sangat rusak. Uremia dapat menyebabkan beberapa gejala umum, seperti berikut:

  • kelelahan ekstrim
  • kram di kaki
  • nafsu makan sedikit atau tidak ada
  • sakit kepala
  • mual
  • muntah
  • kesulitan berkonsentrasi

Pengobatan Uremia

Pada saat Anda menderita uremia, hal ini menandai bahwa organ ginjal sudah sangat rusak. Dialisis adalah pilihan pengobatan utama untuk uremia. Terdapat dua jenis dialisis, yaitu:

  • Hemodialisis: Mesin digunakan untuk menghilangkan zat-zat racun dan kotoran dari darah Anda.
  • Dialisis peritoneal: Kateter (tabung kecil) dimasukkan ke dalam perut kemudian cairan dialisis mengisi perut Anda. Cairan ini menyerap limbah dan cairan ekstra lainnya kemudian dibuang keluar tubuh.

Pilihan lainnya adalah transplantasi ginjal yang dianjurkan pada penderita yang telah mencapai gagal ginjal stadium akhir. Transplantasi ginjal adalah ketika ginjal yang sehat diambil dari donor yang hidup atau meninggal dan ditempatkan ke dalam tubuh Anda. 

Anda akan diberikan obat anti-jangka panjang untuk mencegah tubuh menolak ginjal donor.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Pencegahan Uremia

Cara terbaik untuk mencegah uremia jika Anda mengalami gagal ginjal stadium akhir adalah dengan menjalani perawatan dialisis secara teratur. Prosedur ini akan membuat limbah tersaring keluar dari darah Anda.

Selain itu, Anda juga harus menghindari makanan yang mengandung natrium, fosfor, dan kalium tinggi. Perbaiki pola makan yang sehat dan berolahraga rutin.

Karena uremia disebabkan oleh penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal, Anda dapat mencegah penyakit uremia dengan mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyakit ginjal. Beberapa cara untuk mencegah penyakit ginjal meliputi:

  • mengendalikan diabetes
  • menjaga tekanan darah yang sehat
  • mengambil langkah-langkah untuk menjaga kesehatan jantung
  • tidak merokok
  • mempertahankan diet yang sehat dan rencana olahraga untuk menghindari obesitas

Adapun beberapa faktor risiko seperti usia dan riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, yang dapat membuatnya lebih sulit untuk mencegah penyakit ginjal.

Komplikasi

Komplikasi untuk uremia dapat bersifat parah dan, jika tidak diobati dengan dialisis atau transplantasi, pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.

Namun, bahkan ketika Anda sedang dirawat dengan dialisis, masih ada beberapa komplikasi yang dapat timbul, termasuk:

  • masalah kardiovaskular
  • serangan jantung yang menyebabkan kematian
  • gatal parah akibat ketidakseimbangan mineral
  • amiloidosis, penyakit langka yang menyebabkan persendian terasa sakit dan kaku serta menahan cairan
  • depresi

Penting untuk berbicara dengan dokter Anda tentang komplikasi yang mungkin dialami. Mengikuti rencana perawatan yang ditetapkan oleh tim medis Anda dapat membantu mengurangi atau mungkin menghilangkan beberapa komplikasi ini.


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Uremia and Uremic Syndrome: Symptoms, Diagnosis, Treatment. WebMD. (https://www.webmd.com/a-to-z-guides/uremia-uremic-syndrome)
Uremia: Treatment, symptoms, and causes. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/320398.php)
Uremia: Causes, Symptoms, and Treatments. Healthline. (https://www.healthline.com/health/uremia)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app