Sinusitis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: May 14, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 611.010 orang

Menurut National Institute of Allergy and Infectious Diseases, infeksi sinus atau sinusitis, adalah kondisi umum yang menyerang 30 juta orang di Amerika Serikat setiap tahun. Infeksi terjadi ketika terdapat radang pada sinus dan saluran di hidung Anda.

Sinus merupakan kantong udara kecil yang terletak di belakang dahi, hidung, tulang pipi, dan mata Anda. Sinus menghasilkan lendir, yang merupakan cairan seperti jeli yang melindungi tubuh dengan cara menjebak kuman-kuman. 

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Cefspan 100mg cap 1

Terkadang, bakteri atau alergen dapat menyebabkan terbentuknya lendir yang terlalu banyak, yang menghalangi pembukaan sinus Anda.

Kelebihan lendir sering terjadi jika Anda mengalami pilek atau alergi. Penumpukan lendir ini dapat membuat bakteri dan kuman untuk tumbuh di rongga sinus Anda, yang menyebabkan infeksi bakteri atau virus. 

Sebagian besar infeksi sinus disebabkan oleh infeksi virus, dan biasanya hilang dalam satu atau dua minggu tanpa pengobatan. Jika gejala Anda tidak membaik dalam beberapa minggu, Anda kemungkinan mengalami infeksi bakteri dan harus segera pergi berkonsultasi dengan dokter Anda.

Apa Jenis-Jenis Infeksi Sinus?

Sinusitis akut
Sinusitis akut memiliki durasi yang pendek. Infeksi virus yang disebabkan oleh flu dapat menyebabkan gejala-gejala yang berlangsung antara satu hingga dua minggu. Sedangkan dalam kasus infeksi bakteri, sinusitis akut dapat berlangsung hingga empat minggu.

Sinusitis subakut
Gejala sinusitis subakut dapat berlangsung hingga tiga bulan. Kondisi ini paling sering terjadi pada infeksi bakteri atau alergi musiman.

Sinusitis kronis
Gejala sinusitis kronis berlangsung selama lebih dari tiga bulan. Seringkali gejala sinusitis kronis ini tidak terlalu parah. Bakteri umumnya tidak bisa disalahkan dalam kasus ini. Sinusitis kronis paling sering terjadi bersamaan dengan alergi persisten atau masalah struktural hidung.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Siapa yang Beresiko Terkena Infeksi Sinus?

Siapa saja dapat mengalami infeksi sinus. Namun, kondisi kesehatan lain dan faktor risiko tertentu juga dapat meningkatkan peluang Anda mengembangkan infeksi sinus. 

Beberapa di antaranya adalah septum hidung yang deviasi (ketika dinding jaringan yang membagi lubang hidung Anda bergeser ke satu sisi), pertumbuhan tulang pada hidung, 

atau polip hidung (pertumbuhan non-kanker pada hidung). Jika Anda memiliki riwayat alergi atau kontak dengan jamur baru-baru ini, Anda juga  mungkin menderita sinusitis.

Sistem kekebalan yang lemah, merokok, atau infeksi saluran pernapasan atas baru-baru ini diketahui dapat menyebabkan sinusitis. Cystic fibrosis adalah suatu kondisi yang menyebabkan lendir kental menumpuk di paru-paru Anda. 

Infeksi gigi juga dapat meningkatkan kemungkinan infeksi sinus, seperti halnya perjalanan dengan pesawat terbang, yang membuat Anda terpapar kuman yang konsentrasi tinggi.

Apa Gejala-Gejala Infeksi Sinus?

Gejala-gejala sinusitis mirip dengan gejala flu biasa. Gejala-gejalanya termasuk penurunan indra penciuman, demam, hidung tersumbat, sakit kepala (karena tekanan atau kekakuan sinus), kelelahan, sakit tenggorokan, pilek, atau batuk.

Mungkin sulit bagi orang tua untuk mendeteksi infeksi sinus pada anak-anak mereka. Tanda-tanda infeksi termasuk gejala pilek atau alergi yang tidak membaik dalam 14 hari, 

demam tinggi (di atas 102,2 ° F), lendir kental dan gelap yang keluar dari hidung selama lebih dari 72 jam, atau batuk yang berlangsung lebih lama dari pada 10 hari.

Gejala infeksi sinus akut, subakut, dan kronis juga serupa. Namun, tingkat keparahan dan lamanya gejala Anda akan bervariasi.

Bagaimana Mendiagnosis Infeksi Sinus?

Untuk mendiagnosis infeksi sinus, dokter akan bertanya tentang gejala Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter mungkin akan memeriksa adanya pembengkakan dengan menekan jari tangan ke kepala dan pipi Anda. Dokter Anda mungkin juga memeriksa bagian dalam hidung Anda untuk mencari tanda-tanda peradangan.

Dalam kebanyakan kasus, dokter Anda dapat mendiagnosis infeksi sinus berdasarkan gejala Anda dan hasil pemeriksaan fisik. Namun, dalam kasus infeksi kronis, dokter Anda dapat merekomendasikan tes pencitraan untuk memeriksa saluran hidung dan sinus. Tes-tes ini dapat memperlihatkan penyumbatan lendir dan struktur abnormal, seperti polip.

CT scan memberikan gambaran 3 dimensi pada sinus Anda. Pemeriksaan dengan MRI menggunakan magnet yang kuat untuk membuat gambar struktur internal. Dokter Anda mungkin juga menggunakan fiber-optic scope, tabung fleksibel yang melewati hidung Anda dan dapat merekam gambar sinus Anda. 

Tes alergi dilakukan untuk mengidentifikasi iritan yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Tes darah juga dapat dilakukan untuk memeriksa penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV.

Apa Pilihan Pengobatan untuk Infeksi Sinus?

Hidung mampet
Hidung mampet adalah gejala paling umum dari infeksi sinus. Untuk mengurangi masalah hidung mampet dan mengosongkan sinus Anda, oleskan kain hangat dan lembab ke wajah dan dahi Anda beberapa kali sehari. Minumlah air dan jus agar tetap terhidrasi dan membantu mengencerkan lendir

Gunakan pelembab ruangan di kamar Anda untuk menambah kelembaban udara. Nyalakan shower dan duduk di kamar mandi dengan pintu tertutup untuk mengelilingi diri Anda dengan uap. Gunakan dekongestan atau obat tetes hidung yang dijual bebas.

Gunakan obat, seperti guaifenesin, yang dapat menipiskan lendir.

Obat Nyeri
Infeksi sinus dapat memicu sakit kepala atau tekanan sinus di dahi dan pipi Anda. Jika Anda merasa nyeri, obat-obatan bebas seperti acetaminophen dan ibuprofen dapat membantu mengatasi nyeri Anda.

Antibiotik
Jika gejala Anda tidak membaik dalam beberapa minggu, kemungkinan Anda memiliki infeksi bakteri dan harus mengunjungi dokter Anda. Anda mungkin perlu mengkonsumsi obat antibiotik jika mengalami pilek, hidung tersumbat, batuk yang tidak membaik setelah tiga minggu, sakit pada wajah atau sakit kepala, mata bengkak, atau demam.

Jika Anda mengkonsumsi obat antibiotik, Anda harus meminumnya selama tiga hingga 14 hari, tergantung pada instruksi dokter Anda. Jangan berhenti minum obat antibiotik tersebut tanpa anjuran dari dokter, karena tersebut dapat membuat infeksi kembali.

Dokter Anda akan menjadwalkan kunjungan lain untuk memantau kondisi Anda. Jika infeksi sinus Anda tidak juga membaik atau memburuk dengan kunjungan Anda berikutnya, dokter Anda mungkin akan merujuk Anda ke spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan. Dokter juga dapat menyarankan tes tambahan untuk menentukan apakah alergi yang memicu sinusitis Anda.

Operasi
Pembedahan dapat dilakukan untuk membersihkan sinus, memperbaiki septum yang deviasi, atau menghilangkan polip, jika infeksi sinus kronis Anda tidak kunjung membaik dengan waktu dan obat-obatan.

Bagaimana Saya Dapat Mencegah Infeksi Sinus?

Karena infeksi sinus dapat berkembang setelah terjadi pilek, flu, atau reaksi alergi, gaya hidup sehat dan mengurangi paparan kuman dan alergen dapat membantu mencegah infeksi tersebut. Untuk mengurangi risiko tersebut, dapatkan suntikan vaksin flu setiap tahun. 

Makan makanan sehat, seperti buah-buahan dan sayuran. Cuci tangan Anda secara teratur dan batasi paparan asap, bahan kimia, serbuk sari, dan alergen lainnya. Minumlah obat antihistamin untuk mengobati alergi dan pilek.

Apa Pandangan Jangka Panjang Infeksi Sinus?

Infeksi sinus umumnya dapat diobati, dan kebanyakan orang sembuh tanpa berkonsultasi dengan dokter atau minum antibiotik. Namun,diskusikan ke dokter Anda jika Anda memiliki infeksi sinus kronis atau berulang. Anda mungkin memiliki kondisi medis yang mendasarinya, seperti polip hidung.

Jika tidak diobati, infeksi sinus dapat menyebabkan komplikasi yang jarang terjadi, seperti abses (kumpulan nanah di rongga sinus), meningitis (infeksi yang mengancam jiwa yang dapat menyebabkan peradangan di otak), selulitis orbital (infeksi jaringan di sekitar mata), atau osteomielitis (infeksi tulang yang parah).

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit