Sinusitis - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 568.000 orang

Apa itu Sinusitis?

Pernahkah Anda merasakan sakit kepala? Atau sakit tenggorokan yang disertai dengan hidung tersumbat? Atau nafas terasa berbau tidak sedap serta daya penciuman menjadi berkurang? Jika iya, maka mungkin anda terkena gejala penyakit sinusitis.

Sinusitis adalah inflamasi atau peradangan pada dinding sinus. Sinus adalah rongga kecil berisi udara yang terletak di belakang tulang pipi dan dahi. Sinusitis termasuk penyakit umum yang bisa menjangkiti orang-orang pada segala umur.

Penyakit sinusitis jika tidak ditangani dengan cepat, maka akan sangat berbahaya dan berdampak tidak baik bagi beberapa organ lainnya, terutama rongga kepala Anda.

Apa saja gejala Sinusitis?

Gejala utama sinusitis adalah nyeri, terutama pada sinusitis akut. Rasa nyeri bisa muncul pada bagian-bagian wajah yang berbeda, tergantung sinus mana yang terkena. Daerah utama yang menjadi lokasi nyeri sinus yaitu pada dahi, bagian atas rahang, gigi dan pipi, di antara kedua mata, kepala bagian atas, dan telinga. Gejala sinusitis lainnya meliputi:

  • Hidung buntu atau tersumbat
  • Indera penciuman menurun atau kehilangan kemampuan mencium bau
  • Lendir hijau atau kuning, yang dapat mengalir dari bagian belakang hidung menuju ke kerongkongan
  • Demam, terutama pada sinusitis akut

Gejala kurang umum lainnya dari sinusitis antara lain, rasa lelah, batuk, sakit tenggorokan, bau mulut (halositosis) dan sakit gigi.

Apa saja penyebab Sinusitis?

Sinusitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi pada selaput lendir di hidung atau saluran napas atas, misalnya influenza. Bila terkena influenza, selaput lendir akan bengkak dan akan memblokir bukaan sinus.

Lendir yang menumpuk di sinus terkadang berubah menjadi infeksi oleh bakteri dan menyebabkan gejala yang lebih parah. Hal ini disebut sinusitis bakteri. Sinusitis kronis sering disebabkan oleh iritasi dan alergi, yang mempengaruhi lapisan hidung dan sinus. Penyebabnya antara lain:

  • Alergen udara, seperti dari rumput dan serbuk sari
  • Asap dan polusi udara
  • Debu dan tungau
  • Semprotan yang mengandung bahan kimia

Sinus juga bisa tersumbat atau menyempit karena adanya pertumbuhan seperti polip hidung, atau jika wajah atau hidung Anda terluka. Jika Anda mengidap suatu kondisi kesehatan lain yang mempengaruhi saluran napas dan lendir, seperti cystic fibrosis, maka juga berisiko besar terkena sinusitis.

Bagaimana pengobatan pada Sinusitis?

Sinusitis akut biasanya membutuhkan waktu dua minggu untuk membaik. Banyak orang yang berhasil menangani gejala sinusitis sendiri di rumah tanpa perlu bantuan dari medis.

Tetapi perlu diingat bahwa bantuan dokter dapat membuat Anda lebih cepat mengenali dan menangani sinusitis yang Anda alami. Sinusitis biasanya disebabkan oleh virus, seperti influenza, sehingga seseorang tidak perlu diresepkan antibiotik.

Untuk meringankan gejala sinusitis, ada beberapa hal yang bisa dilakukan dirumah, antara lain:

  • Kompres hangat pada wajah, hal ini akan meringankan rasa nyeri dan memberi kenyamanan.
  • Semprot atau tetes hidung akan membantu meringankan hidung yang tersumbat. Menghirup udara hangat dan lembab juga dapat membantu. Semprotan dan tetes hidung dekongestan hidung dapat mengurangi pembengkakan dan peradangan yang disebabkan sinusitis. Semprot atau tetes hidung dekongestan tidak boleh digunakan lebih dari lima hari berturut-turut.
  • Pastikan minum cukup cairan dan cukup beristirahat.
  • Obat-obatan. Jika butuh obat penghilang rasa sakit, Anda dapat menggunakan obat seperti parasetamol dan ibuprofen. Ingatlah selalu baca keterangan dan cara penggunaan obat pada kemasannya, jika memang Anda tidak mengerti, tanyakan kepada dokter.

Baik sinusitis akut dan kronis, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat semprot hidung yang mengandung steroid. Meskipun umumnya tidak digunakan untuk mengobati sinusitis, dokter mungkin juga akan meresepkan antibiotik jika terjadi infeksi yang disebabkan bakteri.

Anda mungkin diberikan antibiotik apabila Anda memiliki masalah kesehatan lain, seperti penyakit jantung, yang akan menambah risiko infeksi.  

Mencegah lebih baik daripada mengobati

proses pencegahan lebih mudah dibandingkan dengan proses pengobatan terutama dari segi finansial. Untuk itu, sebelum sinusitis Anda kambuh, sebaiknya terlebih dahulu anda melakukan upaya pencegahan seperti:

  • Mandi air hangat sedikit lebih lama, karena uap hangat yang terembus dari air mandi ini akan mencairkan dahak yang kental dan sulit dikeluarkan. Mandi sauna juga sangat baik bagi penderita penyakit sinusitis.
  • Berhenti merokok bagi perokok aktif, karena rokok berefek mengeringkan selaput lendir lunak di dalam saluran lendir.
  • Penderita sinusitis perlu lebih cermat merawat kesehatan gigi dan gusi, karena ada kalanya kuman-kuman yang terdaat pada gigi dan gusi menyebrang ke area sinus.
  • Mengurangi beberapa aktivitas seperti perjalanan udara dan olahraga angkasa atau laut seperti terjun payung, menyelam, ski, berenang, dan selancar. Hal ini bertujuan agar tidak timbul perubahan tekanan di dalam kepala yang menyebabkan lendir sulit dikeluarkan.
  • Hendaknya selalu mencuci tangan, walaupun jarak antara tangan dan sinus relatif jauh. Sering terjadi, penyakit sinusitis berlangsung setelah seseorang menderita pilek atau alergi yang tidak sembuh-sembuh. Virus dari pilek ini sering terbawa tangan yang kotor.
  • Jika anda mempunyai alergi, cobalah untuk menghindari hal-hal yang menyebabkan timbulnya alergi tersebut.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit