5 Penyakit yang Mengintai Para Jemaah Haji, Plus Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Agu 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit
5 Penyakit yang Mengintai Para Jemaah Haji, Plus Cara Mengatasinya

Memasuki musim haji, pemerintah tidak pernah lelah mengingatkan para jemaah haji untuk menjaga kesehatannya. Selain supaya aktivitas ibadah haji jadi maksimal, tubuh yang sehat dan prima akan membuat Anda terhindar dari berbagai penyakit saat ibadah haji.

Penyakit saat ibadah haji yang paling sering terjadi

Beribadah haji di tanah suci merupakan dambaan bagi seluruh umat Islam di dunia. Itulah kenapa setelah mendapatkan kesempatan ini, Anda wajib menjaga kesehatan supaya nantinya bisa fokus beribadah dengan maksimal.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Tubuh yang fit dan sehat juga memungkinkan Anda terhindar dari berbagai penyakit. Berikut sejumlah penyakit saat ibadah haji yang paling sering terjadi, di antaranya:

1. Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)

Para jemaah haji rentan mengalami infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, mulai dari faktor debu hingga ramainya suasana saat beribadah di tanah suci, sehingga tubuh rentan terpapar bakteri atau virus dari orang lain.

Dari sekian banyak jenis ISPA, pneumonia menjadi penyakit saat ibadah haji yang cukup sering terjadi. Pneumonia, atau lebih dikenal dengan sebutan paru-paru basah, adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumonia.

Selain pneumonia, para jemaah haji juga rentan terkena influenza musiman dan bronkitis. Disinilah pentingnya memakai masker atau sapu tangan untuk menutupi hidung saat batuk maupun bersin. Begitu juga ketika Anda berada di tempat padat dan ramai.

2. Gangguan pencernaan

Meskipun pihak penyelenggara ibadah haji telah mempersiapkan makanan khas Indonesia, tidak sedikit jemaah haji yang mengalami diare, sembelit, mual, hingga muntah.

Penyakit saat ibadah haji ini cukup sering terjadi. Bahkan bisa diperparah jika Anda tidak menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi atau tidak cuci tangan terlebih dahulu sebelum makan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

3. Mata kering

Mata kering juga banyak dikeluhkan oleh para jemaah selama menjalani aktivitas ibadah haji. Mata kering biasanya ditandai dengan mata merah, gatal, perih, dan tidak nyaman.

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab mata kering saat ibadah haji. Namun, penyakit saat ibadah haji ini biasanya karena kombinasi udara kering, paparan debu, faktor usia, atau dipengaruhi oleh kondisi medis lainnya seperti diabetes dan alergi.

4. Kepanasan (heat stroke)

Kondisi Mekkah yang panas membuat setiap orang berisiko mengalami heat stroke saat ibadah haji. Bahkan jika tubuhnya tidak kuat dan diabaikan terus-menerus, heat stroke dapat mengancam jiwa.

Serangan panas atau heat stroke adalah kondisi ketika suhu tubuh seseorang melebihi ambang batas, yaitu lebih dari 40°C, dalam waktu singkat. Panasnya suhu lingkungan ditambah lagi dengan aktivitas ibadah haji yang padat dapat meningkatkan risiko heat stroke.

Menurut The Egyptian Journal of Internal Medicine tahun 2017, heat stroke menjadi kondisi atau penyakit saat ibadah haji yang paling banyak menyebabkan kematian pada jemaah haji. Terutama jika ibadah haji jatuh pada musim panas.

Itu sebabnya, jemaah haji yang mengalami heat stroke perlu segera ditangani. Sebab jika tidak, seseorang bisa kehilangan kesadaran mendadak bahkan sampai stroke akibat serangan panas.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Baca Selengkapnya: Kenali Tanda-Tanda Serangan Panas (Heat Stroke) dan Cara Pencegahan

5. Kelelahan

Ibadah haji terdiri dari sejumlah tahapan yang harus diselesaikan dari awal sampai akhir. Padatnya aktivitas ini membuat para jemaah haji rentan mengalami kelelahan, terutama yang berusia lanjut.

Ditambah lagi, jemaah haji harus lebih banyak berjalan saat tawaf dan sa'i (berlari-lari kecil) sehingga risiko kelelahan jadi semakin besar. Namun biasanya, rasa lelah ini tidak terasa dan tertutupi oleh semangatnya melaksanakan ibadah haji.

Tips menjaga kesehatan bagi para jemaah haji

Nah, sekarang Anda tahu apa saja penyakit saat ibadah haji yang mengintai diri Anda dan keluarga selama di tanah suci. Anda tentu tidak ingin mengalami salah satunya, kan?

Supaya tubuh Anda dan keluarga tetap sehat, berikut berbagai tips menjaga kesehatan saat ibadah haji, di antaranya:

1. Perbanyak minum air putih

Teriknya cuaca di tanah suci membuat Anda rentan mengalami dehidrasi, mata kering, dan kelelahan. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan selama beribadah, yaitu dengan memperbanyak minum air putih.

Tidak hanya mencegah dehidrasi, pemenuhan kebutuhan cairan tubuh juga dapat membantu menjaga stamina. Tubuh Anda akan terasa lebih segar dan kembali bersemangat melanjutkan ibadah haji.

2. Perhatikan makanan sebelum dikonsumsi

Diare bisa terjadi kapan saja selama Anda berada di tanah air. Oleh karena itu, perhatikan setiap makanan sebelum dikonsumsi oleh Anda dan keluarga.

Pastikan makanan tersebut benar-benar matang, bersih, dan tidak terkontaminasi lalat atau serangga lainnya. Jangan lupa cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan.

3. Pakai kacamata dan masker

Supaya terhindar dari penyakit saat ibadah haji berupa mata kering atau ISPA, sebaiknya selalu gunakan kacamata dan masker ketika beribadah haji. Cara ini dapat membantu menghalau debu mengiritasi mata atau hidung selama beraktivitas.

Bila perlu, gunakan payung untuk melindungi diri dari kepanasan dan menghindari risiko heat stroke.

4. Perhatikan kondisi kesehatan diri sendiri

Yang paling penting, selalu perhatikan kemampuan diri sendiri selama beribadah haji. Terkadang, tidak sedikit jemaah yang memaksakan diri beribadah sehingga rentan jatuh sakit. Akibatnya, aktivitas ibadah malah jadi terhambat dan membuat Anda tidak nyaman.

Hanya Andalah yang bisa mengetahui kondisi kesehatan diri sendiri, kapan Anda merasa kuat dan kapan merasa lemas hingga butuh istirahat. Mintalah bantuan pemandu atau petugas kesehatan jika Anda merasa kurang sehat.

Jangan lupa selalu bawa obat-obatan di dalam tas selama beribadah. Minumlah obat sesuai dosis dan jadwal yang ditentukan oleh dokter Anda.

Baca Selengkapnya: Persiapan Kesehatan Dalam Menjalankan Ibadah Haji

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Saad, Ahmed. (2017). Health issues during Hajj. The Egyptian Journal of Internal Medicine. 29. 37. 10.4103/ejim.ejim_31_17. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/319105415_Health_issues_during_Hajj)
Health conditions for travellers to Saudi Arabia for the pilgrimage to Mecca (Hajj). World Health Organization (WHO). (https://www.who.int/ith/updates/20170408/en/)
The annual Hajj pilgrimage-minimizing the risk of ill health in pilgrims from Europe and opportunity for driving the best prevention and health pro... . National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27343984)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app