Sinusitis - Gejala, Cara Menangani, dan Obat

Dipublish tanggal: Mar 4, 2019 Update terakhir: Mar 24, 2020 Waktu baca: 3 menit

Sinus adalah rongga pada tulang kepala yang berisikan udara. Fungsi utama dari rongga sinus adalah menyaring dan melembabkan udara saat kita bernapas. Rongga sinus juga berfungsi mengatur resonansi suara.

Manusia memiliki 4 rongga sinus yang berpasangan di sebelah kiri dan kanan tulang kepala. Keempat rongga ini dinamakan sinus paranasal. Sinus paling atas adalah sinus frontalis yang terletak pada tengah dahi, di atas mata bagian dalam. Di bawah sinus frontalis, terdapat rongga lebih kecil bernama sinus etmoidal dan sinus sfenoid. Rongga sinus di daerah pipi disebut sinus maksilaris. 

Rongga sinus biasanya mengalami peradangan akibat infeksi bakteri. Peradangan tersebut disebut sinusitis. Lendir yang muncul akibat infeksi bakteri atau virus dapat menyebabkan penyumbatan pada rongga sinus di sekitar tulang kepala. Kondisi ini dapat mengakibatkan gangguan pernapasan akut

Jenis-Jenis Sinusitis

Sinusitis sendiri dibagi menjadi 2 jenis, yaitu sinusitis akut dan sinusitis kronis. Kedua kondisi tersebut memiliki perbedaan etiologi dan gejalanya. 

Sinusitis Akut

Sinusitis akut adalah infeksi sinus yang terjadi selama kurang dari 3 bulan. Bakteri yang menyebabkan sinusitis akut antara lain Streptokokus, Pneumokokus, Stafilokokus, dan Haemophilus influenzae. Beberapa virus juga dapat menyebabkan sinusitis akut. 

Gejala sinusitis akut bergantung pada lokasi nyerinya. Nyeri yang muncul akibat adanya infeksi di rongga sinus antara lain:

  1. Nyeri di daerah dahi disebabkan oleh infeksi sinus frontalis (rongga sinus di dahi). Nyeri bertambah parah saat membungkuk dan dapat menjalar hingga ke seluruh kepala.
  2. Nyeri di sekitar bola mata. Infeksi sinus sfenoid dapat mengakibatkan rasa sakit di daerah bola mata dan pelipis. Nyeri tersebut terkadang disertai vertigo.
  3. Nyeri saat menggerakan bola mata. Infeksi sinus etmoid akan menyebabkan rasa nyeri saat menggerakan bola mata Anda.
  4. Nyeri di daerah pipi disebabkan adanya infeksi pada sinus maksilaris.

Gejala yang timbul pada penderita sinusitis akut:

  1. Demam, biasanya tidak terlalu tinggi, sekitar 38 °C.
  2. Infeksi pada sinus menyebabkan timbulnya cairan berbentuk pus atau dahak yang berbau tidak sedap sehingga terkadang menganggu indera penciuman.
  3. Hidung tersumbat karena adanya pus yang keluar dan tersangkut di rongga hidung sehingga menutup saluran pernapasan.
  4. Penumpukan pus dan dahak pada sinusitis mengakibatkan pembengkakan pada sisi wajah  akibat inflamasi di rongga sinus.

Sinusitis Kronis

Sinusitis kronis merupakan kondisi yang lebih parah. Gejalanya bertahan selama lebih dari 3 bulan sampai bertahun-tahun. Hal ini disebabkan oleh kondisi sinusitis akut yang tidak diobati dengan sempurna. Beberapa hal yang menyebabkan sinusitis kronis antara lain:

  1. Polusi udara
  2. Sumbatan yang terlalu lama akibat pus
  3. Penurunan imunitas tubuh
  4. Silia yang rusak
  5. Penyumbatan ostium (rongga pintu masuk antar sinus)
  6. Pengobatan sinusitis akut yang tidak sempurna.

Gejala yang timbul pada penderita sinusitis kronis:

  1. Batuk pada malam hari
  2. Gangguan pendengaran
  3. Pus di hidung yang berbau
  4. Infeksi pada mata
  5. Infeksi saluran pernapasan (masuknya dahak ke paru-paru sehingga mengakibatkan infeksi)

Pemeriksaan Sinusitis

Untuk memeriksa apakah seseorang menderita sinusitis, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan dengan bantuan alat berikut:

  • Transluminasi. Dokter mengggunakan cahaya pada dasar sinus di ruangan gelap untuk melihat perbedaan cahaya di sinus. Hasil yang terang menunjukan sinus baik, hasil yang gelap menunjukkan sinus tertutup pus.
  • Rontgen Wajah
  • CT-Scan
  • MRI
  • Endoskopi
  • Nasoendoskopi

Pengobatan Sinusitis

Sinusitis akut dapat disembuhkan dengan obat-obatan. Pemberian antibiotik sangat diperlukan untuk membasmi bakteri yang menetap di sinus, contohnya menggunakan amoksisilin klavunalat selama 10-14 hari. Pemberian dekongestan ditambahkan untuk mengencerkan pus atau dahak. Parasetamol juga dapat bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri pada sinus.

Sinusitis kronis tidak dapat diobati menggunakan obat-obatan, perlu dilakukan tindakan operasi agar dahak bisa keluar dan sinus dapat berfungsi normal. Tindakan awal yang sering dilakukan adalah irigasi. Tindakan tersebut dilakukan untuk mengangkat dahak yang menganggu. Apabila tidak berhasil maka diperlukan pembedahan dengan antrostomi, etmoidektomi, atau FESS (Functional Endoscopic Sinus Surgery). 


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Sinupret + by Bionorica AG. Natural Medicines. https://naturalmedicines.therapeuticresearch.com.
Wyler B, et al. Sinusitis update. Emergency Medicine Clinics of North America. 2019;37:41.
Sinus infection. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/antibiotic-use/community/for-patients/common-illnesses/sinus-infection.html.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app