Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Sinusitis - Gejala, Cara Menangani, dan Obat

Update terakhir: SEP 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.543.314 orang

Sinus adalah sebuah rongga pada tulang kepala yang berisikan udara. Rongga sinus bisa mengalami peradangan akibat infeksi bakteri. Peradangan tersebut dinamakan sinusitis. Lendir yang muncul akibat adanya infeksi bakteri atau virus menyebabkan penyumbatan pada ruang-ruang sinus di sekitar tulang kepala

Kondisi inigt;dapat mengakibatkan gangguan pernapasan akut. Di bawah ini anda akan mengenal lebih jauh tentang apa saja di balik penyakit sinusitis, dan apa saja gejala dan penanganan yang dapat anda lakukan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

Pada tulang kepala kita memiliki 4 rongga sinus yang berpasangan di sebelah kiri dan kanan. Sinus paling atas terletak di tengah dahi, di atas mata bagian dalam, bernama sinus frontalis. Di bawah sinus frontalis, terdapat rongga yang lebih kecil dinamakan sinus etmoidal dan sinus sfenoid. Rongga sinus di daerah pipi bernama sinus maksilaris. 

Keempat sinus ini dinamakan sinus paranasal. Fungsi utama dari rongga sinus adalah menyaring dan melembabkan udara saat kita bernapas. Jadi udara yang terhirup akan tersaring melalui rongga sinus. Rongga sinus juga berfungsi mengatur resonansi suara.

Sinusitis sendiri dibagi menjadi dua, yaitu sinusitis akut dan sinusitis kronis. Dua kondisi terebut memilki perbedaan dari  etiologi dan gejalanya. Simak perbedaanya.

Sinusitis Akut

Gejala sinusitis akut dikaitkan dengan lokasi nyeri. Nyeri muncul akibat adanya infeksi di rongga sinus yang terkena. Nyeri tersebut antara lain:

  1. Nyeri di dahi
  2. Nyeri sekitar bola mata
  3. Nyeri saat Menggerakan bola mata
  4. Nyeri di pipi
  1. Nyeri di daerah dahi disebebkan infeksi sinus terletak di daeraf frontalis ( rongga sinus di dahi). Nyeri juga diperberat saat membungkuk dan dapat menjalar hingga ke seluruh kepala
  2. Infeksi daerah sinus sfenoid mengakibatkan rasa sakit di daerah bola mata dan pelipis. Nyeri tersebut terkadang disertai vertigo.
  3. Infeksi sinus etmoid akan menyebabkan rasa nyeri saat menggerakan bola mata anda.
  4. Nyeri di daerah pipi disebabkan oleh adanya infeksi di sinus maksilaris.

Sinusitis akut adalah infeksi sinus yang terjadi selama kurang dari 3 bulan. Bakteri yang menyebabkan sinusitis akut adalah Streptokokus, Pneumokokus, Stafilokokus, dan H.Influenza. Beberapa virus juga berperan pada terjadinya sinusitis akut. 

Gejala yang timbul pada sinusitis akut yaitu:

  1. Demam
  2. Ingus Berbau
  3. Hidung Tersumbat
  4. Bengkak pada dahi dan pipi
  • Demam pada sinusitis akut biasa tidak terlalu tinggi, sekitar 38 derajat selsius
  • Infeksi pada sinus menyebabkan timbulnya cairan berbentuk pus atau dahak yang berbau tidak sedap sehingga terkadang menganggu indera penciuman.
  • Hidung tersumbat disebabkan karena adanya pus yang keluar dan menetap di rongga hidung sehingga menutup pernapasan.
  • Penumpukan pus dan dahak pada sinusitis mengakibatkan pembengkakan pada sisi wajah  akibat inflamasi di rongga sinus.

Sinusitis Kronis

Sinusitis kronis merupakan kondisi yang lebih berat. Gejalanya menetap selama lebih dari 3 bulan hingga sampai bertahun-tahun. Ini disebabkan karena kondisi sinusitis akut yang tidak diobati dengan sempurna. Beberapa mekanisme yang mengaitkan sinusitis kronik antara lain:

  1. Polusi udara
  2. Sumbatan yang terlalu lama akibat pus
  3. Penurunan imunitas tubuh
  4. Silia yang rusak
  5. Penyumbatan ostium (rongga pintu masuk antar sinus)
  6. Pengobatan sinusitis akut yang tidak sempurna.

Gejala dari sinusitis kronis tidak hanya bersarang di sinus, terkadang gejala tersebut timbul di organ-organ lain seperti:

  1. Batuk pada malam hari
  2. Gangguan pendengaran
  3. Pus di hidung yang berbau
  4. Infeksi pada mata
  5. Infeksi saluran pernapasan ( masuknya dahak ke paru-paru yang mengakibatkan infeksi)

Pemeriksaan untuk Sinusitis

Untuk memastikan adanya Sinusitis, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan dengan bantuan alat. Pemeriksaan yang dilakukan yaitu

  • Transluminasi

(Dokter mengggunakan cahaya pada dasar sinus di ruangan gelap untuk melihat perbedaan cahaya di sinus. Hasil yang terang menunjukan sinus baik, hasil yang gelap menunjukkan sinus tertutup pus.

  • Foto Rontgen Wajah
  • CT-Scan
  • MRI
  • Endoskopi
  • Nasoendoskopi

Pengobatan Sinusitis

Pengobatan sinusitis akut dapat disembuhkan dengan obat-obatan. Pemberian antibiotik sangat perlu untuk membasmi bakteri yang menetap di sinus. Antibiotik yang dipilih adalah amoksisilin-klavunalat selama 10 hingga 14 hari. Pemberian dekongestan ditambahkan untuk mengencerkan pus atau dahak. Antibiotik parasetamol juga dapat bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri pada sinus.

Pengobatan sinusitis kronis yang tidak dapat diobati dengan obat minum perlu dilakukan tindakan pembedahan agar dahak dapat keluar dan memperbaiki fungsi sinus. Tindakan awal yang sering dilakukan adalah irigasi. Tindakan tersebut dilakukan untuk mengangkat dahak yang menganggu. 

Jika tidak berhasil maka diperlukan pembedahan dengan antrostomi, etmoidektomi, atau FESS (Functional Endoscopic Sinus Surgery). 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit