Penyakit Juvenile Idiopathic Arthritis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 24, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 180.529 orang

Artritis adalah peradangan sendi. Hampir 300.000 anak-anak di Amerika Serikat menderita radang sendi. Artritis bisa berlangsung dalam jangka pendek, beberapa minggu atau bulan atau bisa kronis dan berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. 

Dalam sekitar setengah kasus peradangan sendi, kondisi ini bisa bertahan seumur hidup.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Juvenile idiopathic arthritis (JIA) juga dikenal sebagai juvenile rheumatoid arthritis adalah bentuk peradangan sendi yang paling sering terjadi pada anak-anak (JRA). Juvenile idiopathic arthritis sangat berbeda dengan penyakit rematik pada orang dewasa.

JIA biasanya muncul pada anak-anak berusia antara 6 bulan hingga 16 tahun.  Menurut Arthritis.go ada enam jenis JIA:

1. JIA sistemik. Peradangan sendi yang mempengaruhi seluruh persendian tubuh. Gejalanya meliputi:

2. Oligoartritis. Peradangan sendi yang mempengaruhi kurang dari empat persendian, seringkali terjadi pada lutut atau pergelangan kaki. Gejalanya meliputi rasa sakit, kaku, atau bengkak pada persendian. Dua jenis oligoartritis, persistent dan luas, ditentukan oleh berapa banyak persendian yang terlibat.

3. Artritis polyarticular dengan faktor reumatoid negatif.

4. Artritis polyarticular, dengan faktor reumatoid positif. Jenis JIA ini paling mirip dengan rheumatoid arthritis dewasa. Anak-anak dengan JIA poliartikular berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan sendi permanen daripada JIA bentuk lain.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

5. Artritis psoriatik. Artritis yang disertai dengan munculnya ruam psoriasis (ruam merah bersisik yang dapat muncul di belakang telinga, kelopak mata, siku, lutut, atau kulit kepala, kuku)

6. Artritis terkait enesitis. Jenis artritis ini sering menyerang kaki dan tulang belakang. Artritis tipe ini berkaitan dengan peradangan sendi yang berhubungan dengan penyakit peradangan usus (penyakit Crohn dan kolitis ulserativa).

Apa penyebab penyakit Juvenile Idiopathic Arthritis?

Tidak diketahui persis apa yang menyebabkan JIA pada anak-anak. Penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini adalah penyakit autoimun. Pada penyakit autoimun, sel darah putih tidak dapat membedakan sel sehat dan benda asing seperti bakteri dan virus. 

Sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melindungi tubuh dari patogen, malah melepaskan bahan kimia yang dapat merusak jaringan sehat dan menyebabkan peradangan dan rasa sakit.

Gejala penyakit Juvenile Idiopathic Arthritis

Tanda-tanda awal artritis adalah nyeri pada pergelangan tangan, jari, atau lutut. Sendi bisa tiba-tiba membengkak dan tetap membesar. Kekakuan pada leher, pinggul, atau persendian lainnya juga bisa terjadi.

Peradangan iris (area berwarna pada mata) dapat terjadi dengan atau tanpa gejala peradangan sendi pada semua jenis JIA. Peradangan ini, lebih mungkin terjadi pada anak perempuan daripada anak laki-laki, disebut iridocyclitis, iritis, atau uveitis. 

Anak-anak dan remaja dengan JIA harus mengunjungi dokter spesialis mata (dokter mata) secara teratur untuk memeriksanya.

Apakah penyakit Juvenile Idiopathic Arthritis dapat dicegah?

Pada saat ini, karena penyebab JIA belum dapat diidentifikasi secara pasti, tidak ada metode yang dapat dilakukan untuk mencegah perkembangan JIA. Untuk mengelola dan meminimalkan efek peradangan sendi secara efektif, diagnosis dini yang akurat sangat penting

Dengan memahami gejala dan karakteristik dari masing-masing jenis JIA, Anda dapat membantu anak Anda mempertahankan gaya hidup aktif dan produktif.

Bagaimana penanganan Juvenile Idiopathic Arthritis?

Diagnosa

Untuk mendiagnosis JIA, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai gejala dan mencari tahu apakah anggota keluarga lainnya memiliki masalah yang sama. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. 

Dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang untuk menyingkirkan kemungkinan terjadinya kondisi medis atau infeksi lain, seperti penyakit Lyme, yang dapat menyebabkan gejala serupa atau terjadi bersamaan dengan artritis.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:

  • CBC (pemeriksaan hitung darah lengkap)
  • Kultur darah
  • Biopsi sumsum tulang
  • Tingkat sedimentasi eritrosit
  • C-reactive protein (CRP)
  • Sebuah tes untuk faktor rheumatoid (RF) dan cyclic citrullinated peptide antibody (CCP)
  • ANA (antibodi antinuklear), tes darah untuk mendeteksi penyakit autoimun.
  • X-ray dari sendi yang mengalami masalah, dan kadang-kadang MRI, untuk mendeteksi perubahan pada tulang dan sendi untuk mengevaluasi penyebab tulang dan nyeri sendi yang tidak dapat dijelaskan.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan merujuk ke dokter ahli bedah ortopedi untuk memeriksa sendi anak Anda dan mengambil sampel cairan sendi atau sinovium (lapisan sendi) untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian.

Perawatan

Dalam banyak kasus, JIA dapat ditangani dengan kombinasi obat, terapi fisik, dan olahraga. Dalam beberapa kasus, seorang anak mungkin memerlukan suntikan kortikosteroid ke dalam sendi. Dalam kasus yang sangat jarang, anak-anak dan remaja mungkin perlu dioperasi. 

Penyedia perawatan kesehatan, termasuk dokter perawatan primer, rheumatologist, dan terapis fisik, akan bekerja sama untuk memberikan metode perawatan yang terbaik.

Tujuan pengobatan adalah untuk menghilangkan rasa sakit dan peradangan, memperlambat atau mencegah kerusakan sendi, dan memulihkan penggunaan fungsi sendi untuk meningkatkan pertumbuhan, aktivitas fisik, dan perkembangan sosial dan emosional yang optimal.

Obat-obatan

Untuk peradangan dan rasa sakit, dokter atau rheumatologist anak dapat meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Jika NSAID tidak mengendalikan peradangan sendi, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat lain seperti metotreksat.

Terapi fisik

Program terapi fisik yang tepat sangat penting untuk pengelolaan semua jenis radang sendi. Terapi fisik dapat dilakukan untuk mengembalikan rentang gerak dan meningkatkan kekuatan otot Anda.

Olahraga rutin

Melakukan olahraga teratur penting untuk tumbuh kembang anak. Dengan berolahraga teratur dapat meningkatkan kekuatan otot. Otot harus tetap kuat dan sehat sehingga dapat membantu dan melindungi sendi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit