Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA

Ginekomastia - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: OCT 20, 2019 Tinjau pada OCT 20, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.221.854 orang

Pembesaran payudara dengan peningkatan jaringan kelenjar payudara pada pria disebut dengan istilah ginekomastia. Pertumbuhan jaringan payudara ini bersifat jinak. Ginekomastia dapat terjadi pada anak usia dini, pubertas, atau usia yang lebih tua (60 tahun ke atas). Pria juga dapat mengalami ginekomastia karena perubahan hormon, atau efek samping obat. Kondisi ini bisa terjadi pada satu atau kedua payudara.

Sebagian besar kasus ginekomastia tidak memerlukan perawatan. Namun, karena alasan kosmetik, kondisi ini dapat mempengaruhi rasa percaya diri seseorang. Ginekomastia dapat diobati dengan obat-obatan, tindak pembedahan, atau dengan menghentikan penggunaan obat-obatan tertentu atau zat-zat ilegal.

Iklan dari HonestDocs
Beli MASKER N95 3M 8210 via HonestDocs

Gunakan masker ini untuk kegiatan sehari-hari pada waktu kepekatan polusi udara meningkat. Selain itu, masker ini dapat digunakan oleh pekerja konstruksi dan juga petugas kesehatan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Apakah Penyebab Ginekomastia?

Penyebab Ginekomastia Penurunan hormon testosteron disertai dengan peningkatan hormon estrogen menyebabkan sebagian besar kasus pembesaran payudara pada pria. Fluktuasi hormon ini dapat mempengaruhi segala umur dari bayi, anak-anak memasuki masa pubertas, atau pria berumur.

Berikut adalah penyebab lain yang dapat menyebabkan pembesaran payudara pada pria:

Andropause Andropause adalah fase dalam kehidupan pria yang mirip dengan menopause pada wanita. Selama andropause, produksi hormon seks pria, terutama testosteron, menurun selama beberapa tahun. Ini biasanya terjadi sekitar usia pertengahan. Ketidakseimbangan hormon yang dihasilkan dapat menyebabkan ginekomastia, rambut rontok, dan insomnia.

Masa pubertas Meskipun tubuh anak laki-laki memproduksi androgen (hormon seks pria), mereka juga memproduksi hormon estrogen wanita. Saat memasuki masa pubertas, mereka dapat menghasilkan lebih banyak estrogen daripada androgen. Hal ini dapat menyebabkan ginekomastia. Kondisi ini biasanya sementara dan mereda setelah kadar hormon kembali seimbang.

ASI Bayi dapat mengalami ginekomastia ketika minum ASI. Hormon estrogen hadir dalam ASI, sehingga bayi yang menyusui dapat mengalami sedikit peningkatan kadar estrogen.

Iklan dari HonestDocs
Beli MASKER N95 3M 8210 via HonestDocs

Gunakan masker ini untuk kegiatan sehari-hari pada waktu kepekatan polusi udara meningkat. Selain itu, masker ini dapat digunakan oleh pekerja konstruksi dan juga petugas kesehatan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Narkoba Obat-obatan seperti steroid dan amfetamin dapat menyebabkan kadar estrogen sedikit meningkat. Hal ini dapat menyebabkan ginekomastia

Kondisi Medis Lainnya Penyebab ginekomastia yang kurang umum adalah tumor testis, gagal hati (sirosis), hipertiroidisme, dan gagal ginjal kronis.

Gejala Ginekomastia

Gejala ginekomastia meliputi:

  • payudara bengkak
  • nyeri pada payudara
  • pembesaran satu atau lebih payudara
  • putting tertarik (retraksi)
  • keluarnya cairan dari puting
  • perubahan kulit payudara

Tergantung dari penyebabnya, gejala lain juga dapat timbul. Jika Anda memiliki gejala pembesaran payudara pria, segera konsultasikan dokter Anda sehingga dapat menentukan penyebab kondisi dan melakukan pencegahan dini.

Pencegahan Ginekomastia

Tindak pencegahan yang dapat dilakukan adalah menjaga hidup sehat, menjauhi narkoba dan alkohol. Hindari konsumsi obat yang memicu ginekomastia dalam jangka Panjang. Selain itu, diet sehat dan berolahraga secara rutin untuk menjaga berat badan ideal juga dapat mencegah terjadinya pembesaran payudara pria.

Apakah Pengobatan Ginekomastia?

Diagnosa

Untuk menentukan penyebab ginekomastia, dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan Anda dan riwayat kesehatan keluarga Anda. Pemeriksaan fisik untuk memeriksa payudara dan alat kelamin juga akan dilakukan. Pada ginekomastia, jaringan payudara akan berdiameter lebih dari 0,5 sentimeter.

Jika penyebab kondisi Anda tidak jelas, pemeriksaan tes darah untuk memeriksa kadar hormon akan dilakukan untuk membantu menentukan diagnosis. Selain tes darah, tes mammogram atau ultrasonografi untuk melihat jaringan payudara dan memeriksa adanya pertumbuhan abnormal juga dapat dilakukan.

Dalam beberapa kasus, tes lebih lanjut seperti pemindaian MRI, pemindaian CT, sinar-X, atau biopsi mungkin diperlukan.

Pengobatan

Ginekomastia biasanya tidak memerlukan perawatan dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, jika penyebab terjadinya ginekomastia disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya, pengobatan untuk mengobati kondisi medis tersebut harus dilakukan. Berikut adalah pengobatan yang dapat diberikan untuk mengatasi ginekomastia:

Operasi

Pembedahan dapat digunakan untuk menghilangkan kelebihan lemak payudara (liposuctiom) dan jaringan kelenjar. Jika diperlukan, dokter mungkin menyarankan bedah mastektomi yaitu operasi untuk mengangkat kelebihan jaringan. Setelah prosedur, pasien tetap harus menjaga gaya hidup sehat seperti menjaga berat badan ideal.

Obat-obatan

Obat-obatan yang mempengaruhi kadar hormon, seperti tamoxifen dan raloxifene, dapat digunakan untuk mengatasi gejala.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit