Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI

Asam Urat - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Apr 26, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.093.562 orang

Berikut ini akan dibahas beberapa penyebab atau faktor-faktor terjadinya penyakit gout atau yang lebih dikenal dengan penyakit “Radang sendi Gout

Hiperurisemia Hiperurisemia (kadar asam urat yang tinggi di dalam darah) dianggap sebagai faktor risiko yang paling utama pada perkembangan Gout. Dalam penelitian terhadap 3.185 orang dewasa berusia di atas 30 tahun di Taiwan, ditemukan orang-orang dengan kadar asam urat yang tinggi.

Faktor genetik Faktor genetik seringkali dikaitkan dengan berbagai jenis penyakit, termasuk pada penyakit gout. Ditemukannnya Kode gen SLC22A12  yang mengangkut asam urat disel tubuh

Faktor Makanan

Makanan yang menyebabkan kadar asam urat dalam darah tinggi sudah diketahui sejak 1 abad yang lalu. Makanan akan menambah asupan purin contoh makanan yang dimaksud adalah makanan kaya protein seperti daging,jeroan, biji-bijian, kacang-kacangan, kembang kol, dan lain-lain, jumlah purin yang beredar di dalam tubuh. 

secara teknis, penambahan purin yang beredar di dalam darah tergantung pada jumlah purin yang berasal dari makanan. Artinya, semakin banyak mengkonsumsi purin, semakin tinggi kadar asam urat (produk akhir metabolisme purin) dalam tubuh. 

Dan semakin tinggi kadar asam urat dalam tubuh akan semakin tinggi kemungkinannya terjadi penumpukan kristal di persendian.

Obesitas

Obesitas berkaitan erat dengan semua faktor-faktor diatas, karena saat seseorang mengalami obesitas, metabolisme orang tersebut akan menjadi lebih lambat. 

Penggunaan obat-obatan golongan diuretik Diuretik diduga dapat menyebabkan hiperuricemia melalui penghambatan ekskresi urin ginjal pada transporter urat asimetris rendah, organik transporter anion 4 (OAT4).

Penggunaan diuretik sebagai keterlibatan penumpukan asam urat masih berupa dugaan. Hal tersebut disebabkan penggunaan diuretik pada penyakit-penyakit yang membutuhkan terapi diuretik, seperti hipertensi, penyakit ginjal dan gagal jantung.

Sedangkan penyakit tersebut merupakan predisposisi asam urat.

Dehidrasi Pada dasarnya semua cairan itu adalah pelarut. Namun, daya larut setiap cairan berbeda-beda. Sehingga kekurangan cairan didalam tubuh akan menghambat ekskresi asam urat. Air yang memiliki daya larut paling tinggi adalah air putih.

Air putih dapat melarutkan semua zat yang larut di dalam cairan, termasuk asam urat. Air di butuhkan untuk melarutkan asam urat yang di keluarkan melalui ginjal bersama urin. 

Jika tubuh seseorang mengalami kekurangan air, maka ini akan menghambat ekskresi asam urat sehingga memicu peningkatan asam urat. 

Saat volume cairan tubuh kurang, maka sampah sisa metabolisme pun akan menumpuk. Penumpukan asam urat dan sisa metabolisme itulah yang menimbulkan rasa nyeri di persendian.

Adanya Penyakit ginjal kronis Ginjal adalah alat penyaring berbagai benda asing untuk diekskresi keluar tubuh. Oleh karena itu, gangguan yang timbul pada organ ini akan memengaruhi metabolisme tubuh dan menimbulkan berbagai jenis penyakit. Salah satunya penyakit yang bisa ditimbulkan adalah hiperurisemia.

Pasca-operasi Seseorang yang telah melakukan kegiatan operasi beresiko mengalami kenaikan kadar asam urat sesaat. Karena penurunan jumlah air yang mereka konsumsi setelah operasi menyebabkan ekskresi asam urat terhambat untuk sementara waktu.

Faktor usia Penyakit ini umumnya dialami oleh pria dan wanita dewasa yang berusia diatas 40 tahun. Pria memiliki resiko gout lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. 

Jumlah total penderita gout pada pria lebih banyak dibandingkan dengan kaum wanita. Ketika memasuki usia paruh baya, jumlahnya menjadi sebanding antara pria dan wanita. 

Resiko terkena penyakit ini mencapai puncaknya pada saat seseorang akan berusia 75 tahun, setelah berusia di atas 75 tahun, resiko gout semakin menurun, 

bahkan tidak ada resiko sama sekali. Kecuali, jika penyakit tersebut merupakan perkembangan dari penyakit gout kronis yang sebelumnya telah dialami.

Konsumsi alkohol Sejumlah studi mengatakan konsumsi alkohol memiliki pengaruh sangat besar dalam meningkatkan prevalensi gout pada penggemar alkohol

Orang tersebut juga akan rentan terkena berbagai macam penyakit yang mendasari terjadinya penyakit gout ini seperti darah tinggi dan gagal ginjal

Dikatakan bahwa penderita obesitas yang gemar mengkonsumsi akohol dipastikan mengalami gout. Jadi, dampak buruk alkohol akan semakin nyata pada individu yang mengalami obesitas.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit