Asam Urat - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 12, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 471.809 orang

Berikut ini akan dibahas beberapa penyebab atau factor-faktor terjadinya penyakit gout atau yang lebih dikenal dengan penyakit “Asam Urat”

Hiperurisemia
Hiperurisemia (kadar uric acid yang tinggi di dalam darah) dianggap sebagai faktor risiko yang paling utama pada perkembangan gout. Dalam penelitian terhadap 3.185 orang dewasa berusia di atas 30 tahun di Taiwan, ditemukan orang-orang dengan kadar Uric acid (asam urat) yang tinggi.

Faktor genetik
Faktor genetik seringkali dikaitkan dengan berbagai jenis penyakit, termasuk pada penyakit gout. Ditemukannnya Kode gen SLC22A12 untuk transporter urat manusia 1

(URAT1) pada orang-orang dengan penyakit Gout ini.

  • Faktor Makanan
  • Obesitas

Makanan yang menyebabkan kadar asam urat dalam darah tinggi sudah diketahui sejak 1 abad yang lalu. Makanan akan menambah asupan purin contoh makanan yang dimaksud adalah makanan kaya protein seperti daging,jeroan, biji-bijian, kacang-kacangan, kembang kol, dan lain-lain, jumlah purin yang beredar di dalam tubuh. 

secara teknis, penambahan purin yang beredar di dalam darah tergantung pada jumlah purin yang berasal dari makanan. Artinya, semakin banyak mengkonsumsi purin, semakin tinggi kadar asam urat (produk akhir metabolisme purin) dalam tubuh. 

Dan semakin tinggi kadar asam urat dalam tubuh akan semakin tinggi kemungkinannya terjadi penumpukan kristal di persendian.

Penggunaan obat-obatan golongan diuretik
Penggunaan diuretik merupakan faktor risiko yang signifikan untuk menimbulkan gejala asam urat. Tapi hal ini kadang membingungkan, 

antara penggunaan diuretic secara langsung dapat meningkatkan resiko terkena gout atau hanya berkaitan dengan penyakit-penyakit yang membutuhkan terapi diuretik, seperti hipertensi, 

penyakit ginjal dan gagal jantung, yang mungkin juga merupakan predisposisi asam urat. Namun secara langsung Diuretic memang dapat menyebabkan hiperuricemia melalui penghambatan ekskresi urin ginjal pada transporter urat asimetris rendah, organik transporter anion 4 (OAT4).

Dehidrasi
Pada dasarnya semua cairan itu adalah pelarut. Namun, daya larut setiap cairan berbeda-beda. Sehingga kekurangan cairan didalam tubuh akan menghambat ekskresi asam urat. Air yang memiliki daya larut paling tinggi adalah air putih.

Air putih dapat melarutkan semua zat yang larut di dalam cairan, termasuk asam urat. Air di butuhkan untuk melarutkan asam urat yang di keluarkan melalui ginjal bersama urin. 

Jika tubuh seseorang mengalami kekurangan air, maka ini akan menghambat ekskresi asam urat sehingga memicu peningkatan asam urat. 

Saat volume cairan tubuh kurang, maka sampah sisa metabolisme pun akan menumpuk. Penumpukan asam urat dan sisa metabolisme itulah yang menimbulkan rasa nyeri di persendian.

Adanya Penyakit ginjal kronis
Ginjal adalah alat penyaring berbagai benda asing untuk diekskresi keluar tubuh. Oleh karena itu, gangguan yang timbul pada organ ini akan memengaruhi metabolisme tubuh dan menimbulkan berbagai jenis penyakit. Salah satunya penyakit yang bisa ditimbulkan adalah hiperurisemia.

Pasca-operasi
Seseorang yang telah melakukan kegiatan operasi beresiko mengalami kenaikan kadar asam urat sesaat. Karena penurunan jumlah air yang mereka konsumsi setelah operasi menyebabkan ekskresi asam urat terhambat untuk sementara waktu.

Faktor usia
Penyakit ini umumnya dialami oleh pria dan wanita dewasa yang berusia diatas 40 tahun. Pria memiliki resiko gout lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. 

Jumlah total penderita gout pada pria lebih banyak dibandingkan dengan kaum wanita. Ketika memasuki usia paruh baya, jumlahnya menjadi sebanding antara pria dan wanita. 

Resiko terkena penyakit ini mencapai puncaknya pada saat seseorang akan berusia 75 tahun, setelah berusia di atas 75 tahun, resiko gout semakin menurun, 

bahkan tidak ada resiko sama sekali. Kecuali, jika penyakit tersebut merupakan perkembangan dari penyakit gout kronis yang sebelumnya telah dialami.

Konsumsi alkohol
Sejumlah studi mengatakan konsumsi alkohol memiliki pengaruh sangat besar dalam meningkatkan prevalensi gout pada penggemar alkohol. 

Dikatakan bahwa penderita obesitas yang gemar mengkonsumsi akohol dipastikan mengalami gout. Jadi, dampak buruk alkohol akan semakin nyata pada individu yang mengalami obesitas.

Obesitas berkaitan erat dengan semua faktor-faktor diatas, karena saat seseorang mengalami obesitas, metabolisme orang tersebut akan terganggu, 

Orang tersebut juga akan rentan terkena berbagai macam penyakit yang mendasari terjadinya penyakit gout ini seperti darah tinggi dan gagal ginjal. 

Yang paling erat kaitannya adalah dengan faktor makanan, karena seseorang yang obesitas cenderung lebih suka memakan-makanan tinggi kalori seperti gorengan atau daing-daging yang kita ketahui sebelumnya memiliki kadar purin yang tinggi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit