Pengertian dan Jenis Penyakit Autoimun Yang Sering Terjadi

Dipublish tanggal: Agu 31, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 31, 2020 Waktu baca: 3 menit
Pengertian dan Jenis Penyakit Autoimun Yang Sering Terjadi

Pengertian penyakit autoimun adalah gangguan kesehatan yang disebabkan karena sistem kekebalan menyerang sel-sel sehat dalam tubuh itu sendiri. 

Hal ini tentu berlawanan dengan fungsi utama imun, yang semestinya melindungi tubuh dari serangan kuman penyebab penyakit. 

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores celery 7000 120 1

Ketika seseorang mengidap penyakit autoimun, tentu saja itu akan berdampak buruk pada hampir seluruh bagian tubuh. Karenanya tak heran kalau kondisi ini rata-rata menunjukkan gejala serupa, walaupun jenisnya mungkin ada 80 penyakit. 

Faktor risiko Penyakit Autoimun

Sayangnya lagi, penyebab mengapa seseorang bisa kena penyakit autoimun juga belum diketahui. Namun ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih beresiko terkena penyakit autoimun, seperti:

  • Genetik
  • Lingkungan, misalnya sering terpapar zat kimia tertentu seperti merkuri, asbes, perak, emas
  • Pola makan kurang sehat
  • Hormon, khususnya pada wanita saat ia hamil, melahirkan, atau masuk usia menopause
  • Infeksi
  • Faktor gender dimana lebih cenderung menyerang wanita
  • Kebiasaan merokok

Jenis penyakit Autoimun

Nah, di bawah ini adalah beberapa jenis penyakit autoimun yang sering terjadi:

1.Rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis muncul ketika sistem imun memproduksi antibodi yang justru menyerang pelapis sendi. Efek serangan antibodi tersebut menyebabkan peradangan, bengkak, hingga nyeri sendi

Kalau reaksi radangnya cukup parah, maka bukan tidak mungkin itu juga merusak bagian tubuh lainnya seperti mata, kulit, hingga paru-paru. 

Rheumatoid arthritis sebaiknya segera ditangani agar tidak berujung pada kerusakan sendi permanen. Umumnya, penderitanya harus minum obat atau memperoleh injeksi agar aktivitas sistem kekebalan tubuhnya dapat diminimalisir. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Pendukung Gizi & Nutrisi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 8

2.Multiple sclerosis (MS)

MS muncul ketika imun tubuh menyerang sel-sel saraf. Tak hanya menyebabkan nyeri, otot kejang, tremor, atau gangguan koordinasi tubuh saja, multiple sclerosis juga dapat menimbulkan berbagai gejala menakutkan semacam:

  • Kebutaan
  • Kebas/ mati rasa pada area tungkai
  • Sulit bicara
  • Lumpuh
  • Sulit berjalan
  • Ketegangan otot
  • Mudah lelah 

Multiple sclerosis biasanya diatasi dengan obat-obatan untuk menekan aktivitas sistem imun. Metode pengobatan MS lainnya bisa juga melalui fisioterapi dan terapi okupasi

Tujuannya untuk memudahkan penderitanya agar mampu beraktivitas senormal mungkin dalam kehidupan sehari-hari.

3.Diabetes tipe 1

Penyakit yang umumnya sudah bisa terdeteksi sejak usia kecil atau muda ini juga dipicu oleh serangan sistem imun, khususnya pada sel-sel pankreas yang tugasnya menghasilkan insulin. 

Gangguan ini otomatis memengaruhi produksi insulin sehingga kadar gula darah jadi tak terkontrol.

Sama seperti rheumatoid arthritis, diabetes tipe 1 juga berpotensi merusak organ lainnya seperti ginjal, mata, jantung, pembuluh darah, bahkan otak. 

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Itu kalau penyakit ini tak segera memperoleh perawatan yang memadai. Upaya mengatasinya umumnya adalah dengan pemberian suntikan insulin, pengecekan kadar gula darah rutin, serta menjalani gaya hidup sehat. 

4.Psoriasis

Saat sel T (sel darah dalam sistem kekebalan tubuh) terlalu aktif, maka itu bisa menumpuk di kulit dan membuatnya beregenerasi lebih cepat dari biasanya. 

Kondisi inilah yang disebut dengan psoriasis. Gejalanya antara lain meliputi timbulnya bercak pada kulit yang bersisik, hingga kulit mengelupas dan meninggalkan lapisan putih mengkilap.

Pemberian obat kortikosteroid atau terapi cahaya merupakan 2 metode yang biasanya dipakai untuk mengatasi psoriasis.

5.Penyakit Graves

Gangguan kesehatan ini timbul ketika kelenjar tiroid terlalu aktif sehingga memicu gejala seperti:

  • Insomnia
  • Gampang marah
  • Berat badan turun tanpa alasan jelas
  • Mata menonjol
  • Terlalu sensitif pada hawa panas
  • Otot melemah
  • Tremor (gemetar)
  • Gangguan haid

Umumnya, penderita penyakit Graves diobati dengan beberapa cara berikut:

6.Lupus

SLE (Systemic Lupus Erythematosus) atau yang lebih dikenal dengan lupus muncul ketika antibodi menyerang hampir keseluruhan jaringan tubuh. Umumnya area tubuh yang paling sering jadi sasaran adalah: 

  • Sendi
  • Ginjal
  • Kulit
  • Pembuluh darah
  • Paru-paru
  • Jaringan penghubung tubuh Sumsum tulang
  • Jaringan saraf. 

Yang memprihatinkan adalah belum ada obat yang mampu menyembuhkan penyakit lupus. Treatment yang ada pun biasanya hanya untuk menekan kekebalan tubuh saja agar peradangan berkurang dan kerusakan organ lebih lanjut bisa dicegah. 

Jadi itulah tadi penjabaran singkat mengenai pengertian dan jenis penyakit autoimun yang paling umum terjadi. 

Saran dari kami, segeralah periksa kalau Anda atau ada kenalan yang mengalami gejalanya. Ingat, penanganan cepat sangat dianjurkan demi mencegah munculnya komplikasi lanjutan.  

17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Stiemsma L, et al. (2015). The hygiene hypothesis: Current perspectives and future therapies. DOI: (https://www.dovepress.com/the-hygiene-hypothesis-current-perspectives-and-future-therapies-peer-reviewed-article-ITT)
Ritchlin CT, et al. (2017). Psoriatic arthritis. DOI: (https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMra1505557)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app