Oxycontin: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Dipublish tanggal: Apr 23, 2019 Update terakhir: Feb 20, 2020 Waktu baca: 4 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Oxycontin biasa digunakan untuk meredakan rasa nyeri sedang hingga berat serta mengurangi rasa sakit yang berkelanjutan, seperti pada perawatan penyakit kanker
  • Oxycontin yang mengandung bahan aktif Oxycodone yang termasuk dalam kategori obat analgesik opioid atau obat narkotik
  • Penggunaan Oxycontin hanya dapat dibeli dengan menggunakan resep dokter dan dijaga ketat agar tidak disalahgunakan
  • Oxycontin tersedia dalam kemasan tablet, kapsul, injeksi (IV) yang bisa digunakan oleh orang dewasa dan lansia seusai indikasi penggunaan
  • Efek samping ringan dapat berupa  mual, muntahkonstipasimulut kering, lemas, berkeringat, sakit kepala ringan, pusing, atau kantuk
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol di saat sedang menjalani pengobatan dengan bantuan obat Oxycontin 

Oxycontin adalah obat yang bisa digunakan untuk meredakan rasa nyeri sedang hingga berat. Oxycontin yang mengandung bahan aktif Oxycodone memiliki manfaat untuk membantu meringankan rasa sakit atau nyeri yang berkelanjutan, seperti saat menjalani perawatan kanker atau setelah menjalani operasi besar yang menimbulkan komplikasi.

Obat Oxycontin ini termasuk dalam kategori obat analgesik opioid atau obat narkotik sehingga penggunaannya tidak bisa sembarangan. Oxycontin hanya dapat dibeli dengan menggunakan resep dokter dan dijaga ketat agar tidak disalahgunakan. Penggunaan Oxycontin juga lebih ditekankan pada kasus nyeri sedang hingga berat yang membutuhkan pemakaian jangka panjang.

Mengenai Oxycontin

Golongan

Obat resep dokter golongan opioid

Kandungan

Oxycodone Hydrochloride

Kemasan

Oxycontin tersedia dalam kemasan tablet, kapsul, injeksi (IV)

Manfaat Oxycontin

Penggunaan Oxycontin lebih difokuskan untuk meredakan nyeri hebat yang bekerja di dalam otak dengan mengubah respons tubuh terhadap rasa sakit. Oxycontin bisa digunakan oleh orang dewasa dan lansia sesuai dengan indikasi penggunaan yang dianjurkan dokter.

Efek samping Oxycontin

Beberapa efek samping penggunaan Oxycontin dapat berupa mual, muntah, konstipasimulut kering, lemas, berkeringat, sakit kepala ringan, pusing, atau kantuk. Beberapa efek samping ini dapat berkurang setelah terbiasa menggunakan obat dalam jangka waktu tertentu. Tetapi jika salah satu dari efek ini bertahan atau memburuk, segera hubungi dokter atau apoteker.

Untuk mencegah sembelit, imbangi dengan makan makanan berserat, minum air putih yang cukup, dan berolahraga secara teratur. Jika tak kunjung membaik, mungkin perlu minum obat pencahar atau berkonsultasi dengan dokter. Sementara itu, untuk mengurangi risiko kepala pusing dan sakit kepala ringan, berdiri secara perlahan saat bangun dari posisi duduk atau berbaring.

Pada saat buang air besar (BAB), tak usah khawatir jika mungkin terdapat bekas kapsul kosong pada tinja. Hal ini mengindikasikan bahwa tubuh sudah menyerap obat. Penggunaan obat Oxycontin yang diresepkan dokter sebaiknya memiliki nilai manfaat yang jauh lebih besar daripada risiko efek samping yang mungkin terjadi karena sebagian besar orang yang menggunakan obat ini tidak mengalami efek samping yang serius.

Beberapa efek samping serius dapat berupa:

Jika mengalami efek samping yang sangat serius, seperti pingsan, kejang, pernapasan lambat/dangkal, kantuk parah/kesulitan bangun, segera periksakan diri ke dokter. Selain itu, reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini termasuk ruam, gatal/bengkak terutama pada wajah/lidah/tenggorokan, pusing parah, kesulitan bernapas mungkin terjadi tapi sangat jarang. 

Dosis Oxycontin

Minum obat Oxycontin sesuai jadwal rutin yang diarahkan oleh dokter dengan atau tanpa makanan, biasanya setiap 12 jam sekali. Jika mengalami mual setelah mengonsumsi obat, tanyakan ke dokter cara konsumsi yang tepat (seperti berbaring selama 1-2 jam dengan gerakan seminimal mungkin).

Dosis Oxycontin sesuai jenis sediaan:

  • Oxycontin tablet atau kapsul
    • Dewasa: 5 mg setiap 4-6 jam sekali (Maksimal 400 mg/hari)
    • Lansia: Disesuaikan (Mulai dari dosis terkecil sampai nyeri terkontrol)
  • Oxycontin injeksi (IV)
    • Dewasa: 1-10 mg setiap suntikan (durasi 1-2 menit) dan bisa diulang minimal 4 jam sekali. Bila dilarutkan dalam infus, dosis bisa dimulai dari 2 mg/hari dan bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan
    • Lansia: Disesuaikan (Mulai dari dosis terkecil sampai nyeri terkontrol)

Jika tidak sengaja melewatkan waktu minum obat, jangan minum dosis yang sudah terlewat. Cukup melanjutkan dosis berikutnya pada waktu yang tepat, jangan menggandakan dosis.

Penggunaan Oxycontin yang tepat harus mendapatkan persetujuan dari dokter karena setiap orang memiliki kondisi yang berbeda dan harus disesuaikan dengan indikasi penggunaan obat.

Obat Oxycontin juga harus disimpan pada suhu kamar yang jauh dari cahaya dan tempat lembap. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Untuk menghindari kemungkinan overdosis, hindari untuk menghancurkan obat. Telan secara utuh bersama dengan makanan atau air putih. Beberapa pengguna Oxycontin juga biasanya diberikan naloxone yang digunakan jika terjadi overdosis opioid. 

Interaksi Oxycontin

Penggunaan obat Oxycontin diperkirakan dapat berinteraksi jika dikonsumsi bersamaan dengan obat lain, seperti: Butorphanol, Nalbuphine, Naltrexone, dan Pentaazocine. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko efek samping serta ketidakmampuan obat untuk bekerja secara maksimal.

Kontraindikasi

Beberapa orang mungkin mengalami hipersensitivitas terhadap kandungan pada Oxycontin, yakni:

  • Anak-anak di bawah usia 11 tahun
  • Memiliki masalah pernapasan atau asma
  • Mengalami penyumbatan di perut atau usus

Overdosis obat

Gejala overdosis juga meliputi gangguan pernapasan, perlambatan detak jantung, dan koma. Jika penderita mengalami overdosis dan memiliki gejala serius lain seperti pingsan atau kesulitan bernapas, maka berikan naloxone jika tersedia atau langsung segera membawanya ke rumah sakit untuk diberikan penanganan.

Perhatian

  • Obat ini bisa menyebabkan pusing atau mengantuk. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi untuk sementara waktu
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol dan penggunaan obat harus digunakan secara wajar karena dapat menyebabkan ketergantungan
  • Sebelum menjalani operasi, beritahu dokter tentang semua obat yang dikonsumsi termasuk obat resep, obat non resep, dan produk herbal
  • Orang dewasa terutama yang memasuki usia lanjut mungkin akan lebih sensitif terhadap efek samping obat ini, terutama menimbulkan kebingungan, pusing, kantuk, dan pernapasan lambat
  • Obat Oxycontin termasuk dalam kategori C, sehinggga Ibu hamil perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter karena penggunaan obat selama kehamilan mungkin dapat membahayakan bayi
  • Obat ini dapat masuk ke dalam ASI dan mungkin memiliki efek berbahaya pada bayi yang menyusu. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat dan segera periksakan diri ke dokter jika bayi mengalami kantuk yang tidak biasa, sulit makan, atau sulit bernapas

25 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Michael J Brennan, Ernest A Kopecky, Ann Marseilles, Melinda O'Connor, and Alison B Fleming. The comparative pharmacokinetics of physical manipulation by crushing of Xtampza® ER compared with OxyContin®. Pain Management 2017 7:6, 461-472. (https://www.futuremedicine.com/doi/full/10.2217/pmt-2017-0030)
OxyContin Addiction Treatment. American Addiction Centers. (https://americanaddictioncenters.org/oxycontin-treatment)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app