5 Jenis Obat untuk Penanganan Gangguan Kejiwaan

Dipublish tanggal: Mar 8, 2019 Update terakhir: Mar 10, 2022 Tinjau pada Agu 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
5 Jenis Obat untuk Penanganan Gangguan Kejiwaan

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Antidepresan adalah obat yang dapat meningkatkan kadar serotonin dan atau norepinephrine untuk menangani depresi;
  • Obat jenis antipsikotik digunakan untuk menangani gejala psikosis, salah satu contohnya pada kasus schizophrenia;
  • Golongan obat benzodiazepine efektif digunakan sebagai hipnotika, anti cemas, anti kejang, pelemas otot, dan amnesiak;
  • Mood stabilizer termasuk salah satu jenis obat untuk gangguan kejiwaan yang sering digunakan, contohnya Lithium;
  • Stimulan merupakan obat yang mampu merangsang sistem saraf pusat serta meningkatkan kewaspadaan dan perhatian, digunakan untuk menangani ADHD;
  • Klik untuk membeli obat saraf dan otak dari rumah Anda melalui HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Gangguan jiwa masih merupakan kodisi yang membawa banyak stigma. Padahal, pada dasarnya, gangguan kejiwaan sama seperti penyakit lainnya karena dapat ditangani. Salah satunya dengan obat untuk gangguan kejiwaan sesuai resep dokter.

Daftar obat untuk gangguan kejiwaan

Perlu diingat bahwa semua obat yang digunakan untuk menangani gangguan kejiwaan merupakan obat yang hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. Pasalnya, penanganan gangguan kejiwaan dilakukan secara spesifik, tergantung kondisi pasien dan jenis gangguan kejiwaan yang dialami. 

Berikut ini sejumlah obat untuk gangguan kejiwaan yang dapat diresepkan dokter:

1. Antidepresan

 Depresi sendiri ditandai oleh berkurangnya nafsu makan, sulit tidur, dan merasa tidak menikmati hal-hal yang biasanya disukai. Lebih parahnya, gejala depresi bisa berupa munculnya keinginan untuk bunuh diri.

Penanganan depresi sering melibatkan obat antidepresan. Jenis obat ini bekerja dengan meningkatkan kadar serotonin dan atau norepinephrine. 

Golongan-golongan antidepresan yang sering digunakan sebagai obat untuk gangguan jiwa adalah:

  • Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs): Menghambat reabsorpsi (penyerapan kembali) serotonin sehingga menyebabkan meningkatnya kadar serotonin;
  • Tricyclic Antidepressants (TCAs): Menghambat penyerapan kembali dari serotonin dan norepinephrine;
  • Monoamine Oxidase Inhibitors (MAOIs): Menghambat enzim monoamine oxidase dan sering dipakai untuk menangani depresi atipikal.

Selain ketiga golongan obat tersebut, ada pula antidepresan golongan Serotonin-norepinephrine Reuptake Inhibitors (SNRIs), Norepinephrine-Dopamine Reuptake Inhibitors (NDRIs), dan Noradrenergic and Specific Serotonergic Antidepressant (NaSSa). 

Beberapa contoh obat antidepresan antara lain adalah Fluoxetine (SSRI), Paroxetine (SSRI), Citalopram (SSRI), Escitalopram (SSRI), Sertraline (SSRI), Duloxetine (SNRI), Venlafaxine (SNRI), Bupropion (NDRI), Mirtazapine (NaSSa), Isocarboxazid (MAOI), Phenelzine (MAOI), dan Tranylcypromine (MAOI).

Baca selengkapnya: Waktu yang Tepat untuk Mengonsumsi Obat Antidepresan

2. Antipsikotik

Obat jenis antipsikotik digunakan untuk menangani gejala psikosis. Salah satu contohnya pada kasus schizophrenia, yakni kondisi ketika penderita mengalami halusinasi dan waham.

Antipsikotik atipikal juga digunakan sebagai penstabil suasana hati (mood stabilizer) pada penanganan gangguan bipolar. Selain itu, antipsikotik sering juga disebut sebagai obat-obatan neuroleptik. 

Terdapat 2 golongan obat antipsikotik, yaitu antipsikotik generasi kedua serta antipsikotik atipikal. Contoh obat-obatan antipsikotik tipikal antara lain adalah Chlorpromazine, Haloperidol, Perphenazine, Thloridazine, Thiotixene, Flupenthixol, dan Trifluoperazine. Sedangkan contoh obat antipsikotik atipikal antara lain adalah Aripiprazole, Clozapine, Lurasidone, Olanzapine, Paliperidone, Quetlapine, Risperidone, Zotepine, dan Ziprasidone.

Baca juga: Kenali 3 Jenis Psikosis yang Paling Umum dan Gejalanya

3. Anxiolytic (anti cemas) dan hipnotika

Golongan obat benzodiazepine merupakan golongan obat yang efektif digunakan sebagai hipnotika, anti cemas, anti kejang, pelemas otot, dan amnesiak. Jenis obat untuk gangguan kejiwaan ini lebih banyak digunakan dibandingan dengan obat-obatan golongan barbiturat

Contoh obat golongan benzodiazepine antara lain Contoh obat golongan Benzodiazepine antara lain adalah Alprazolam, Chlordiazepoxide, Clonazepam, Dazepam, dan Lorazepam yang memiliki efek anti cemas, serta Nitrazepam dan Temazepam yang merupakan hipnotika. 

Sementara itu, Z-drugs mmemiliki efek serupa dengan golongan benzodiazepine. Jenis obat ini sering digunakan untuk menangani insomnia (kesulitan tidur). Contoh obat-obatan yang termasuk Z-drugs antara lain Eszopiclone, Zolpidem, Zaleplon, dan Zopiclone.

4. Mood stabilizers

Mood stabilizer termasuk salah satu jenis obat untuk gangguan kejiwaan yang sering digunakan, contohnya Lithium. Beberapa obat anti kejang dan golongan antipsikotik atipikal memiliki efek menstabilkan mood. 

Secara umum, cara kerja mood stabilizers belum dipahami secara jelas. Beberapa contoh mood stabilizers antara lain adalah:

  • Lithium carbonate
  • Carbamazepine (anti kejang dan mood stabilizer)
  • Oxcarbazepine (anti kejang dan mood stabilizer)
  • Asam valproat (anti kejang dan mood stabilizer)
  • Lamotrigine (anti kejang atipikaldan mood stabilizer)
  • Gabapentin (anti kejang atipikal dan mood stabilizer)
  • Pregabalin (anti kejang atipikal dan mood stabilizer)
  • Topiramate (anti kejang atipikal dan mood stabilizer)
  • Olanzapine (antipsikotik atipikal dan mood stabilizer)

5. Stimulan

Stimulan merupakan obat yang mampu merangsang sistem saraf pusat serta meningkatkan kewaspadaan, perhatian, dan stamina. Golongan obat ini digunakan untuk menangani Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). 

Baca selengkapnya: 7 Tanda Orang Dewasa Pengidap ADHD

Namun, perlu diperhatikan bahwa obat untuk gangguan kejiwaan ini dapat menimbulkan kecanduan. Maka dari itu, penggunaannya harus diawasi dan mungkin dipertimbangkan pula alternatif obat non-stimulan untuk mengatasi gangguan kejiwaan dasar yang diderita pasien. 

Beberapa contoh obat stimulan antara lain:

  • Methylphenidate
  • Dexmethylphenidate
  • Mixed Amphetamine Salts
  • Dextroamphetamine
  • Lisdexamphetamine
  • Methamphetamin

Perlu diingat bahwa penanganan gangguan kejiwaan memerlukan pendekatan yang holistik. Ada berbagai faktor pertimbangan dan tidak selalu dengan obat untuk gangguan kejiwaan saja. Setiap obat juga memiliki aturan minum dan risiko efek samping masing-masing sehingga membutuhkan pengawasan ketat dari dokter.


49 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Zuckerbrot RA, et al. (2018). Guidelines for adolescent depression in primary care (GLAD-PC): Part I. Practice preparation, identification, assessment, and initial management. (https://pediatrics.aappublications.org/content/141/3/e20174081)
Thoma MV, et al. The effect of music on the human stress response. (2013). DOI: (http://www.doi.org/10.1371/journal.pone.0070156)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app