Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN
Kesehatan Mental

Obat-obat untuk Penanganan Gangguan Kejiwaan

Update terakhir: NOV 14, 2019 Tinjau pada NOV 14, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.544.629 orang

Obat-obat untuk Penanganan Gangguan Kejiwaan

Gangguan jiwa masih merupakan kodisi yang membawa banyak stigma walaupun pada dasarnya gangguan kejiwaan seperti penyakit lainnya dapat ditangani, salah satunya denan menggunakan obat-obatan. 

Penggunaan bahan obat dalam bidang kesehatan jiwa sangat luas dan ada baiknya untuk kita pelajari bersama berbagai golongan obat dan penggunaannya.

Penanganan gangguan kejiwaan menggunakan obat-obatan cukup umum walaupun bukan merupakan satu-satunya cara penanganan yang tersedia. Penggunaan obat bersama dengan psikoterapi pun sering dijumpai. 

Secara umum, obat-obatan yang digunakan dalam bidang kesehatan jiwa digolongkan sesuai peruntukannya, yaitu sesuai dengan gangguan kejiwaan yang hendak ditangani. 

Artikel ini akan membahas beberapa golongan obat yang cukup sering diresepkan untuk mereka yang menderita gangguan kejiwaan. Perlu diingat bahwa semua obat yang dipakai dalam penanganan gangguan kejiwaan merupakan obat yang hanya dapat diperoleh dengan resep karena penanganan gangguan kejiwaan tentu sangat individual dan memerlukan pertimbangan dan penanganan oleh dokter yang merawat.

Antidepresan

Antidepresan merupakan golongan obat yang digunakan untuk menangani depresi. Depresi sendiri terutama ditandai oleh berkurangnya nafsu makan, adanya kesulitan tidur dan tidak menikmati hal-hal yang biasanya disukai. 

Gejala lebih berat merupakan munculnya ide bunuh diri. Penanganan depresi sering melibatkan obat-obat antidepresan yang cara kerjanya meningkatkan kadar serotonin dan atau norepinephrine

Golongan-golongan antidepresan yang sering digunakan adalah Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs), Tricyclic Antidepressants (TCAs) dan Monoamine Oxidase Inhibitors (MAOIs). 

SSRIs menghambat reabsorpsi (penyerapan kembali) serotonin sehingga menyebabkan meningkatnya kadar serotonin. Cara kerja mayoritas TCAs adalah menghambat penyerapan kembali dari serotonin dan norepinephrine sedangkan MAOIs bekerja dengan menghambat enzim Monoamine Oxidase dan sering dipakai pada penanganan depresi atipikal. 

Selain ketiga golongan obat ini ada pula antidepresan golongan Serotonin-norepinephrine Reuptake Inhibitors (SNRIs), Norepinephrine-Dopamine Reuptake Inhibitors (NDRIs)  dan Noradrenergic and Specific Serotonergic Antidepressant (NaSSa). 

Beberapa contoh obat antidepresan antara lain adalah Fluoxetine (SSRI), Paroxetine (SSRI), Citalopram (SSRI), Escitalopram (SSRI), Sertraline (SSRI), Duloxetine (SNRI), Venlafaxine (SNRI), Bupropion (NDRI), Mirtazapine (NaSSa), Isocarboxazid (MAOI), Phenelzine (MAOI) dan Tranylcypromine (MAOI).

Antipsikotik

Obat-obat antipsikotik digunakan untuk menangani gejala psikosis seperti pada schizophrenia di mana penderita antara lain menderita halusinasi dan waham.

Antipsikotik atipikal juga digunakan sebagai mood stabilizer pada penanganan gangguan bipolar. Selain itu, antipsikotik sering juga disebut sebagai obat-obatan neuroleptik. 

Terdapat 2 golongan obat antipsikotik yaitu antipsikotik generasi kedua serta antipsikotik atipikal. Contoh obat-obatan antipsikotik tipikal antara lain adalah Chlorpromazine, Haloperidol, Perphenazine, Thloridazine, Thiotixene, Flupenthixol, dan Trifluoperazine. Lebih lanjut, contoh obat antipsikotik atipikal antara lain adalah Aripiprazole, Clozapine, Lurasidone, Olanzapine, Paliperidone, Quetlapine, Risperidone, Zotepine dan Ziprasidone.

Anxiolytic (Anti cemas) dan Hipnotika

Golongan obat Benzodiazepine merupakan golongan obat yang efektif sebagai hipnotika, anti cemas, anti kejang, pelemas otot dan amnesiak dan saat ini banyak digunakan dibandingan dengan obat-obatan golongan barbiturat

Z-drugs merupakan golongan obat yang memiliki efek serupa dengan golongan benzodiazepine dan sering digunakan untuk menangani insomnia (kesulitan tidur). 

Contoh obat golongan Benzodiazepine antara lain adalah Alprazolam, Chlordiazepoxide, Clonazepam, Dazepam, dan Lorazepam yang memiliki efek anti cemas, serta Nitrazepam dan Temazepam yang merupakan hipnotika. Contoh Z-drugs antara lain adalah Eszopiclone, Zolpidem, Zaleplon dan  Zopiclone.

Mood Stabilizers

Mood Stabilizer yang sering digunakan adalah Lithium, beberapa obat anti kejang dan golongan antipsikotik atipikal yang memiliki efek menstabilkan mood. 

Secara umum, cara kerja mood stabilizers belum dipahami secara jelas. Beberapa contoh mood stabilizers antara lain adalah Lithium carbonate, Carbamazepine (anti kejang dan mood stabilizer), Oxcarbazepine (anti kejang dan mood stabilizer), Asam Valproat (anti kejang dan mood stabilizer), Lamotrigine (anti kejang atipikaldan mood stabilizer), Gabapentin (anti kejang atipikal dan mood stabilizer), Pregabalin (anti kejang atipikal dan mood stabilizer), Topiramate (anti kejang atipikal dan mood stabilizer), dan Olanzapine (antipsikotik atipikal dan mood stabilizer).

Stimulan

Stimulan merupakan obat yang merangsang sistem saraf pusat, meningkatkan kewaspadaan, perhatian dan stamina. Golongan obat ini digunakan untuk menangani Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). 

Obat golongan ini dapat menimbulkan kecanduan dan karenanya penggunaannya harus diawasi dan mungkin dipertimbangkan pula alternatif obat non-stimulan untuk mengatasi gangguan kejiwaan dasar yang diderita pasien. Beberapa contoh obat stimulan antara lain adalah Methylphenidate, Dexmethylphenidate, Mixed Amphetamine Salts, Dextroamphetamine, Lisdexamphetamine, dan Methamphetamine.

Demikian sudah kita pelajari bersama beberapa golongan obat yang sering digunakan dalam bidang kesehatan jiwa. Perlu diingat bahwa penanganan gangguan kejiwaan memerlukan pendekatan yang holistik,yaitu meliputi berbagai segi dan tidak dengan obat-obatan saja. 

Penanganan gangguan kejiwaan juga sangat individual dan sering membutuhkan peran serta dokter ahli terutama bila diperlukan penanganan dengan obat-obatan karena masing-masing obat yang disebut dalam artikel ini tentu memiliki kemungkinan efek samping dan juga cara penggunaan dan pengawasan yang spesifik. 

Mari kita belajar untuk menghapus stigma yang melekat pada gangguan kejiwaan dan membantu mendorong mereka yang menderita gangguan kejiwaan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini