7 Tanda Orang Dewasa Pengidap ADHD

Dipublish tanggal: Jun 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 12, 2019 Waktu baca: 2 menit
7 Tanda Orang Dewasa Pengidap ADHD

ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disoder acap dialami oleh anak-anak. Memang ADHD pada anak jauh lebih mudah untuk dilakukan dideteksi, dan sulit untuk berkonsentrasi pada suatu tindakan ataupun hal, hiperaktif, atau sikap berlebihan yang mudah diamati pada anak daripada dewasa. 

Namun, kenyataannya, ADHD ini bisa dialami juga oleh orang dewasa. Gejala pada orang dewasa kerap kali tidak tampak, sehingga banyak orang dewasa yang mengidap ADHD tidak terdiagnosis dan memperoleh pengobatan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Orang dewasa yang mengidap ADHD acap mempunyai ADHD ketika berusia anak-anak. Ketika sebagian anak sembuh dari kondisi tersebut, sekitar 60 persen anak tetap mempunyainya ketika beranjak dewasa. 

Untuk memperjelas tanda yang seringkali ditemukan ADHD pada orang dewasa, kami sudah menuliskan uraian, sebagai berikut.

Tidak bisa Rileks atau Santai

Anak yang mengidap ADHD kerap terlihat hiperaktif dan tidak bisa diam. Hal ini akan sulit diamati ketika ADHD diidap oleh orang dewasa. Meskipun tidak terlihat hiperaktif, orang dewasa dengan ADHD sering sulit untuk rileks dan bersantai. Orang lain bakal menilai penderita sebagai orang yang tidak tenang atau selalu tegang.

Tidak Bisa Hidup Teratur

ADHD yang diidap oleh orang dewasa bisa menyebabkan tidak bisa atau sulit untuk menjalankan berbagai macam tanggung jawab seperti mengatur anak, pekerjaan, membayar pajak, dan lain sebagainya.

Suka Ugal-ugalan Ketika Menyetir

ADHD menyebabkan seseorang sulit untuk fokus untuk mengerjakan sesuatu, seperti menyetir kendaraan. Dampaknya adalah, orang dewasa dengan ADHD kerap menyetir ugal-ugalan dan menyebabkan kecelakaan sehingga kehilangan izin mengemudi.

Perhatian Gampang Teralihkan

Bagi orang dewasa pengidap ADHD akan sulit bertahan di dunia pekerjaan yang dinamis dan rumit seperti sekarang ini. Dampaknya adalah kinerja di lingkungan kerja memburuk, sebanyak separuh penderita ADHD kesulitan untuk bertahan di tempat kerja, dan acapkali memperoleh gaji yang lebih kecil daripada rekan kerja karena kemampuannya yang buruk. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Orang dengan ADHD kerap merasakan jika telepon ataupun email yang masuk ketika bekerja mengganggu dan membuat mereka sulit menyelesaikan tugas yang belum terselesaikan.

Permasalahan Rumah Tangga

Banyak pasangan suami-istri tanpa ADHD yang mempunyai permasalahan rumah tangga, sehingga pernikahan yang tak harmonis bukan menjadi tanda jika pasangan memiliki ADHD. 

Namun, ada beberapa masalah rumah tangga yang dikarenakan ADHD, umumnya orang dewasa dengan ADHD yang tak terdiagnosis suka mengeluh jika pasangan sulit menjaga komitmen dan kerap acuh. 

Kalau Anda adalah orang dewasa dengan ADHD, mungkin tidak akan tahu kenapa pasangan kecewa, dan merasakan jika Anda disalahkan oleh hal yang bukan menjadi kesalahan Anda.

Tidak Memikirkan Skala Prioritas

Acapkali penderita tidak mampu memprioritaskan hal yang wajib dilakukan. Dampaknya adalah mereka kerap bekerja melewati batas waktu, padahal mereka hanya melakukan kegiatan yang tidak begitu penting dan sebenarnya dapat ditunda.

Kemampuan Pendengaran Berkurang

Mungkin Anda pernah melamun ketika sedang rapat. Atau, pasangan Anda lupa menjemput anak padahal sudah Anda ingatkan melalui telepon. Kesulitan memberikan perhatian membuat orang dewasa yang mengidap ADHD mempunyai kemampuan mendengar yang kurang, dampaknya adalah menimbulkan miskomunikasi dan masalah di lingkungan kerja maupun sosial.

Meski tidak membahayakan kesehatan bagi penderita ADHD pada orang dewasa, bisa saja gejala ini mengganggu produktivitas dan kualitas hidup. Kalau Anda mempunyai tanda yang sudah kami tuliskan di atas, jangan ragu-ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis.

27 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Low blood glucose (hypoglycemia). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/preventing-problems/low-blood-glucose-hypoglycemia.
Hyperthyroidism (overactive). American Thyroid Association. https://www.thyroid.org/hyperthyroidism/.
Mitchell JT, et al. Mindfulness meditation training for attention-deficit/hyperactivity disorder in adulthood: Current empirical support, treatment overview, and future direction. Cognitive and Behavioral Practice. 2015;22:172.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app