Glipizide: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 701.268 orang

Glipizide adalah salah satu jenis obat yang digunakan untuk mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh. Obat ini berguna untuk mengendalikan gula darah yang tinggi pada penyakit diabetes melitus tipe 2. Obat glipizide dapat membantu mencegah resiko buruk akibat diabetes melitus tipe 2 seperti penyakit jantung atau stroke.

Farmakologi Obat Glipizide

Obat glipizide merupakan obat golongan sulfonylurea generasi kedua. Obat ini digunakan pada diabetes melitus tipe 2 atau non-insulin-dependent diabetes mellitus. 

Obat glipizide menstimulasi sekresi insulin di sel beta apda jaringan pankreatik dan fungsi sel beta di pankreas. Obat ini dapat meningkatkan efek insulin postprandial secara perlahan dan terus-menerus selama 6 bulan terapi, teteapi tidak meningkatkan insulin masa puasa (fasting).

Obat glipizide mengikat reseptor pottasium channel ATP sensitif di permukaan sel pankreas. Menurunkan konduksi potasium dan menyebabkan depolarisasi. Obat ini meningkatkan konsentarasi ion kalsium yang akan meningkatkan sekresi insulin.

Manfaat Obat Glipizide

Obat glipizide merupakan jenis obat yang digunakan untuk mengontrol diabetes melitus tipe 2.

Diabetes Melitus Tipe 2

Penyakit diabetes melitus menjadi salah satu penyakit tidak menular yang membahayakan. Kebiasaan hidup yang buruk menjadi penyebab utama yang dapat muncul mulai anak-anak dan orang dewasa. 

Penyebab terjadinya diabetes melitus tipe 2 adalah akibat makanan manis, kurangnya berolahraga, memiliki riwayat genetik terkait penyakit diabetes, obesitas, serta usia 40 tahun keatas.

Gejala yang ditimbulkan pada diabetes muncul dengan lambat. Banyak orang tidak merasakan bahwa adanya peringatan pada peningkatan gula darah di dalam tubuhnya. Beberapa gejala yang dikeluhkan yang menjadi tanda awal diabetes melitus antara lain:

  • Sering haus
  • Sering lapar
  • Badan cepat lemas
  • Penglihatan kabur
  • Sering sakit kepala
  •  Bibir kering
  •  Berat badan menurun perlahan meskipun makan banyak
  •  Sering kencing (terlebih pada malam hari)

Penyebab diabetes melitus tipe 2 antara lain:

  • Pola makan yang buruk seperti makanan manis yang tidak terkontrol
  • Kurang berolahraga

Adanya riwayat keluarga yang mengidap diabetes melitus tipe 2:

  • Usia muda hingga tua
  • Obesitas
  • Riwayat hipertensi

Efek Samping Obat Glipizide

Efek samping yang mungkin saja timbul pada penyakit diabetes melitus tipe 2 antara lain:

  • Rasa terbakar
  • Kesemutan
  • Pandangan kabur
  • Keringat dingin
  • Depresi
  • Nyeri kepala
  • Kaku pada kaki
  • Kram otot
  • Mual
  • Gerakan otot involunter
  • Konstipasi
  • Diare

Interaksi Obat Glipizide

Beberapa interaksi obat yang dapat berpegaruh pada obat glipizide yaitu:

  • Obat golongan NSAID seperti ibuprofen
  • Obat aspirin
  • Obat rosuvastatin
  • Obat antidiabetik glyburide
  • Obat diuretik seperti furosemide
  • Obat atrovastatin
  • Obat pregabalin
  • Obat pengencer darah clopidogrel

Perhatian Khusus Terkait Konsumsi Obat Glipizide

Informasi penting yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi obat glipizide antara lain:

  • Berpengaruh pada penderita gangguan kelenjar adrenal yang kurang akti
  • Pada penderita ketoasidosis
  • Tidak boleh diberikan pada obat diabetes melitus tipe 2
  • Memiliki riwayat penyakit ginjal
  • Memiliki gangguan saluran cerna
  • Memiliki riwayat pengobatan obat-obatan herbal
  • Tidak boleh diberikan pada ibu hamil dan menyusui

Dosis dan Cara Pemberian Obat Glipizide

Obat glipizide tersedia dalam bentuk tablet dengan dosis 5 miligram. Obat ini diberikan dengan dosis awal 5 mg sekali sehari 30 menit sebelum makan. Dosis pemeliharaan dapat diberikan lebih dari 40 mg dengan dosis terbagi dan dikonsumsi 30 menit sebelum makan. 

Dosis pemeliharan dinaikan 2.5 mg sampai 5 mg setiap hari. Dosis maksimal perhari yaitu 40 mg.

Obat glipizide dapat dikombinasikan dengan obat jenis antidiabetik lainnya dengan dosis awal berupa 5 mg. Tidak disarankan untuk mengonsumsi obat glipizide bersamaan dengan suntikan insulin.

Pemeriksaan gula darah rutin perlu dilakukan untuk memonitor kadar gula darah baik dalam masa puasa atau dua jam setelah konsumsi. Pemeriksaan dilakukan untuk menghindari terjadinya hipoglikemia atau adanya efek samping obat dan overdosis. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit